Agu 282017
 

Pasukan Suriah di perbatasan Lebanon (Almasdarnews.com)

Beirut – Hizbullah dan tentara Suriah mengumumkan gencatan senjata pada hari Minggu, 27/8/2017  dalam serangan mereka terhadap ISIS di wilayah Qalamoun barat Suriah di perbatasan dengan Lebanon, kata Hizbullah, al-Manar TV.

Media militer Hizbullah mengatakan gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 7 pagi waktu setempat (0400 GMT) “di bawah kesepakatan penuh untuk mengakhiri pertempuran di Qalamoun barat melawan ISIS”.

Tentara Lebanon juga mengumumkan gencatan senjata pada hari Minggu di sisi perbatasannya, di mana telah melakukan serangan terhadap ISIS dari dalam wilayah timur laut Lebanon.

Gencatan senjata ini digunakan militer Lebanon untuk mengorek informasi tentang nasib 9 tentaranya yang hilang.

Pada tahun 2014 ISIS menahan sembilan tentara Lebanon saat tiba-tiba menyerbu (raid) kota perbatasan timur laut Arsal bersama militan lainnya. Sejak saat itu nasib ke-9 tentara tersebut tidak diketahui.

“Tentara Lebanon yang ditangkap ISIS sejak tahun 2014 hampir pasti tewas”, kata seorang pejabat keamanan senior pada hari Minggu, beberapa jam setelah tentara mengumumkan sebuah gencatan senjata untuk mengadakan pembicaraan mengenai nasib tentara tersebut.

Daerah kantong ISIS di antara perbatasan Suriah-Lebanon merupakan bagian terakhir di bawah kendali kelompok pemberontak tersebut.

Sebelumnya, Kelompok ISIS meminta kepada tentara Suriah dan sekutunya, Hizbullah, untuk diizinkan mundur dari perbatasan Suriah dengan Lebanon ke provinsi timur Deir al-Zor, ujar pejabat di persekutuan militer pendukung Assad.

Pasukan pemerintah Suriah dan sekutu Lebanon mereka, Hizbullah, yang disokong Iran, berusaha mengeluarkan ISIS dari wilayah Qalamoun Barat, Suriah, yang terletak di perbatasan Lebanon.

Serangan tersebut dimulai pada Sabtu 26-8-2017, bertepatan dengan gerakan tentara Lebanon di pinggir perbatasan Lebanon untuk mendorong ISIS dari daerah Ras Baalbek di bagian Timur Laut negara itu.

Provinsi Deir al-Zor, yang berbatasan dengan Irak di Timur, hampir seluruhnya berada di bawah kendali kelompok ISIS. Pemerintah Suriah sudah menguasai sebuah kantong wilayah di ibu kota provinsi Deir al-Zor, dan di pangkalan udara terdekat.

Aliansi militer pro-Assad dan tentara Lebanon sudah maju menuju perbatasan Suriah-Lebanon dari pihak masing-masing. Tentara Lebanon mengatakan tidak mengkoordinasikan serangan dengan Hizbullah atau tentara Suriah.

Pada awal bulan ini, puluhan gerilyawan Nusra Front dan ribuan pengungsi Suriah dipindahkan dari Lebanon ke Suriah yang dikuasai pemberontak dalam sebuah kesepakatan yang dinegosiasikan antara Hizbullah, pemerintah Suriah dan Nusra Front.

Hizbullah memberikan sokongan militer yang penting kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad selama perang 6 tahun Suriah. Keterlibatannya di Suriah sudah menyebabkan ketegangan politik di Beirut dan mengganggu kebijakan “disosiasi” Lebanon dari perang kawasan.

Lebanon bagian Timur Laut adalah lokasi salah satu pengungsian terburuk perang Suriah ke Lebanon pada tahun 2014, ketika gerilyawan ISIS dan Nusra Front menyerang kota Arsal.

Sebelumnya, tentara Lebanon melancarkan sebuah serangan terhadap daerah kantong kelompok ISIS di wilayah Timur Laut yang berbatasan dengan Suriah, kata sumber keamanan Lebanon .

Sementara itu, kelompok Hizbullah dan tentara Suriah mengumumkan serangan dari sisi perbatasan wilayah Suriah. Serangan tentara Lebanon menyerang kedudukan kelompok ISIS di dekat kota Ras Baalbek dengan serangan Roket, Artileri Medan dan Helikopter, ujar sumber tersebut.

Gerakan tentara Suriah dan Hizbullah, kelompok Lebanon sokongan Iran, menyerang kedudukan ISIS di wilayah Qalamoun, Suriah, ujar stasiun televisi al-Manar, milik Hizbullah. Antara/Reuters, 27-8-2017.

  2 Responses to “Ceasefire untuk Kantong Terakhir ISIS di Perbatasan Suriah-Lebanon”

  1.  

    isis subur karna mbah bowo..

  2.  

    ISIS di kepung terus