Nov 072016
 
Pandur II

Pandur II

Setelah suskses memasok peluncur roket multi laras (MLRS) Vampir yang digunakan Korps Marinir, dalam pameran Indo Defence 2016, Excalibur Army menawarkan kendaraan amfibi 8×8 Pandur II untuk dapat digunakan oleh Korps Marinir maupun TNI Angkatan Darat.

Pandur II merupakan kendaraan 8×8 yang diproduksi perusahaan Austria Steyr yang merupakan anak perusahaan dari General Dynamics. Excalibur Army dari Ceko mendapatkan hak untuk memproduksi dan Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) untuk Angkatan Darat Ceko, Eropa Timur, serta negara-negara Asia.

Pandur II mempunyai pilihan perlindungan balistik yang ditawarkan dalam STANAG Level 2,3, dan 4 dan perlindungan terhadap ranjau darat STANAG Level 2A dan 3A, bahkan kendaraan ini mempunyai kursi perlindungan ranjau yang dipatenkan.

Pandur II Ceko

Pandur II Ceko

Dengan menggunakan mesin diesel Cummins – Amerika tipe 6 silinder 4 langkah yang diletakkan di depan, dapat menghasilkan performa 455 daya kuda, sehingga kendaraan dapat dipacu hingga 105 km/jam. Transmisi menggunakan produk ZF Jerman, sistem suspensi independen dan rem ABS (Anti-Lock Braking System). Untuk memudahkan pengemudian, Pandur II menerapkan sistem Automatic Drivetrain Management (ADM). Kendaraan ini dilengkapi 2 waterjet dapat mengarungi air dengan kecepatan 10 km/jam.

Bobot kosong kendaraan Pandur II adalah 15,0 ton, dengan berat kendaraan saat berenang dibatasi 20,0 ton. Kendaraan ini dapat memuat beban 5,0 ton. Untuk penggunaan di darat, Pandur II dapat dipaksa hingga maksimal 24,0 ton. Jumlah personel yang dapat diangkut maksimal 12 orang (termasuk driver dan gunner), namun disarankan untuk membawa 10 pasukan, agar tidak berdesakan.

Varian Pandur II 8x8

Varian Pandur II 8×8

Pandur II 8×8 telah digunakan Angkatan Darat Austria dan Ceko. Di Portugal, Pandur II digunakan oleh Marinir, dan mendapatkan lisensi yang dibuat oleh perusahaan Fabrequipa, karena memesan dalam jumlah cukup banyak.

Pintu belakang Pandur II tersedia 3 versi, pintu single hidrolik, pintu ganda tanpa sekat tengah, maupun pintu ganda dengan sekat tengah. Tipe terakhir pada bagian sekat dipasang peralatan pengait untuk dapat menarik kendaraan.

Sumber : Defense-studies.blogspot.co.id

Berbagi

  53 Responses to “Ceko Tawarkan Pandur II untuk Militer Indonesia”

  1.  

    boleh di pertimbangkan nij..

  2.  

    TOT nya . .?

  3.  

    Untuk 8X8, Terrex Singapura dan Patria Finlandia lebih bagus daripada Pandur ini.

  4.  

    Komenku gak kluar

  5.  

    Baru sekedar menawarkan..bukannya untuk Panser 8×8 Pindad tertarik kerjasama dengan Terrex Singapore..

  6.  

    buaanyaaaakkk sekali yg menawarkan alat perang ke kita, apa intelijen dunia udah tau/memprediksi bahwa negara kita berpotensi perang besar dgn tetangga..?

    •  

      Pindad nggak akan menawarkan produk ke suatu negara yang sekiranya duitnya cekak. Jadi, para produsen senjata itu menawarkan produknya ke Indonesia karena memperkirakan seberapa besaran dana belanja pertahanan kita. Negara lain yang dananya lebih besar tentunya lebih banyak lagi produsen yang menawarkan produk ke mereka.
      Namun potensi persaingan senjata di kawasan juga pastinya jadi pertimbangan mereka.
      Apalagi negara tajir yang sedang berkonflik, misalnya Saudi, tentu tawaran yang datang ke sana sangat deras berbondong-bondong mempromosikan produknya.

    •  

      mereka tertarik dengan duit kita

  7.  

    Bagusan yang tata…hehehe

  8.  

    punya tata motor kerjasama dengan Pindad bagaimana….

  9.  

    ????

  10.  

    Kurang sangar, modelnya jg kurang bagus…btr 4m sdh cukup utk saat ini…tp utk alutsista rusia, apapun jenisnya, brp pun harganya, apapun gunanya, indonesia wajib beli…

  11.  

    Kendaraan besar mobilitasnya pasti rendah apalagi di hadapkan dengan kondisi tmpat tinggal kita makanya para insiyur lebih fokus ke 6×6 daripada 8×8

  12.  

    mending nambah beli MLRS Vampir biar dapat lisensi nya….kalo untuk 8×8 nunggu ToT dri Ukraina

  13.  

    sudahlah dengan ukraina saja BTR-4. Masih jawaranya amphibi. buatan rusky aja masih ada rasa-rasa ukrainanya

  14.  

    kalo kita beli kita dapat hak apa????Ceko mendapatkan hak untuk memproduksi dan Maintenance, Repair, dan Overhaul (MRO) untuk Angkatan Darat Ceko, Eropa Timur, serta negara-negara Asia.

    mending beli chasis dan mesin tatra yg 8×8 trus buat APC/IFV sendiri, ingat yh TATRA bukan TATA!! 😀

  15.  

    Xixixixi

    Beberapa warjag alay nan lebay bilang bahwa Indonesia kismin dan tak ada duit serta banyak hutang.

    Tetapi yang nawarin alutsista berjibun banyaknya.

    Khusus untuk kendaraan APC/IFV Panser apalagi yg berjenis amfibi memang akan dibeli banyak sebab :

    1. Akan ada banyak batalyon mekanis yang akan dibentuk, mereka butuh minimal 36 unit APC/ IFV per batalyon. Belum lagi kendaraan untuk scout, fire support dll. Total rantis per batalyon bisa mencapai 60-70 rantis. Kalau andalkan produksi anoa saja maka tidak akan terkejar untuk mencukupi kebutuhan puluhan batalyon mekanis ini. Sehingga butuh supplier lainnya sekaligus ambil ilmunya.

    2. Kendaraan panser jenis amfibi juga bakal dibeli banyak sebab nantinya akan ada 3 divisi marinir. Sementara ini yg ada hanya 2 divisi. 1 divisi sekitar 10 – 15 ribu prajurit. 1 panser amfibi hanya muat paling banyak 10 – 12 orang. Jadi tahu sendiri kan perkiraan berapa unit lagi penambahan panser yang dibutuhkan ?

    F5 ? Xixixixi tunggu harga termurah untuk dapat harga terbaik xixixixi yang begini ini mestinya gunakan ibu-ibu yang banyak anak dan biasa belanja di pasar tradisional untuk menawar harga. Biar dapat harga yang murah.

  16.  

    Aku berharap (dari dulu) kita punya APC pandur ini…menarik sekali ..
    Semoga bisa diproduksi Dan dapat Lisensi TOT….
    Kita juga butuh sekali untuk TNI..

  17.  

    PANDUR = Pantang Mundur
    PANJUL = Pantat Munjul
    Gile lo sembarangan ganti nama yg sudah battle preman heheheee …..

  18.  

    ONOA sdh lebih dari cukup..
    alangkah baiknya jika d kembangkan k Panser Amphibi sampai ke Panser Selam

  19.  

    Buang-buang duit aja, mending uangnya disimpan atau buat belikan SU 35, Tank boat, UAV rajawali 720, kapal selam 22m buatan pelindo dan kembangkan riset rudal

  20.  

    .

  21.  

    Test

  22.  

    Panser Anoa dan Tank Badak sudah cucok bingit…plus Medium Tank Pindad…malah sangat cucok bingit…di tambah Tank Boat….bingit bingit cucok

  23.  

    Test

  24.  

    Kadang sebel juga liat si pengambil keputusan TNI ini, demi komisi luar nasionalist tergadai.

    aku udah ikut forum2 luar agar mereka tau kalau indonesia punya produk lebih unggul seperti panser badak dan anoa eh justru pemerintah sendiri yang ngeremehin produk anak bangsa dengan membeli produk luar.

    Orang luar akan berpikir kalau kita sendiri beli produk luar artinya produk kita ????.
    Jadi bagaimana mungkin mereka mau beli produk kita

  25.  

    pindad jadilah pemimpin ,jangan hanya bisa jadi pengekor karena ekor tidak pernah di depan.
    Contoh TANKBOAT belum ada yang buat baru Pindad artinya pindad berada di depan .
    Kita harapkan Industri stategis lain meniru langkah Pindad ,harus melompat(FROG LEAP) bukan lagi berjalan karena kita sudah jauh tertinggal.
    Lapan/DI harus bisa bikin rudal .
    LEN harus bisa buat segala macam radar.
    INKA harus masuk bikin powerplan ,bikin mesin kapal,alat berat ,turbin
    Nah baru sejajar dengan brazil,turky ,korea.

  26.  

    Saya berharap sekali TNI punya APC yang bunk…
    Semoga PT Pindad mau membuat nya ..dengan Lisensi produksi & TOT tentunya ..
    Kita belum punya APC 8X8 Selain BTR …

    •  

      ToT mestinya jalan terakhir pindad harus bekerja keras untuk meningkatkan skill, aku yakin sebenarnya pindad mampu merubah 6×6 menjadi 8×8 asal ada kemauan dan dana riset bisa tersedia dari anggaran pembelian itu.
      Pastinya lebih keren dan penguasaan skill bisa berkali-kali lipat.

      ToT baik sekali apabila naiknya jauh diatas kemampuan pindad contoh pantsir, atau armoured penggotong rudal lainnya

  27.  

    Terlalu banyak sekema kerja sama di jenis yang sama…
    Jika ingin mengembangkan ilmu ToT yang sudah di miliki, panser Anoa sebenarnya dapat di jadikan tolak ukur untuk jenis APC/IFV dengan level STANAG yang lebih baik.
    Jika alasannya kekurangan armada ranpur, PT Pindad pasti akan mempunyai sekema / rancangan produksi maksimal yang lebih di titik beratkan untuk keperluan TNI.
    Jikapun harus membeli ataupun bekerja sama untuk rancang bangun, pihak TNI dan PT Pindad harus memiliki pandangan pengembangan untuk menjadi mandiri di kemudian waktu.
    Anyway APC/IFV tidak usah harus 8X8 yang terpenting tenaga / daya kuda berbanding dengan rasio berat ranpur lebih baik, guna menunjang medan tempur yang bervariasi.

  28.  

    Tes

 Leave a Reply