CEO Rostec Buka Peluang Jual Sistem S-400 ke AS

31
7
Sistem Rudal Pertahanan Udara Rusia S-400 (photo : Kremlin.ru via commons.wikimedia.org)

JakartaGreater.com – CEO perusahaan negara Rostec, Sergey Chemezov mengatakan kepada suratkabar Washington Post, bahwa Rusia dapat menjual sistem pertahanan udara S-400 kepada pemerintah AS jika mereka tertarik, keamanan Rusia tidak akan terganggu atas penjualan tersebut, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

“S-400 bukanlah sistem ofensif, melainkan sistem pertahanan. Kita bisa menjualnya kepada Amerika Serikat jika mereka menginginkan. Jadi, sebenarnya tidak ada masalah dari sudut pandang strategis”, menurut Chemezov pada hari Sabtu.

CEO Rostec mengatakan bahwa menjual sistem rudal pertahanan udara S-400 kepada anggota NATO tidaklah membahayakan keamanan Rusia, ketika ditanya apa alasannya berada dibalik penjualan sistem tersebut ke Turki yang merupakan anggota dari aliansi NATO.

Chemezov menjelaskan bahwa sebaliknya, jika sebuah negara mampu memastikan atas keamanan wilayah udaranya, maka akan terasa lebih aman. Dan mereka yang mungkin memiliki niat untuk menyerang negara tersebut akan berpikir dua kali.

Pada akhir Desember, Rusia dan Turki telah menandatangani perjanjian pinjaman untuk memasok sistem rudal pertahanan udara S-400 kepada Turki. Kedua belah pihak telah sepakat untuk mengirimkan sistem tersebut pada bulan September.

Angkatan bersenjata Rusia telah menggunakan sistem rudal pertahanan udara S-400 sejak tahun 2007.

31 COMMENTS

  1. Sampe sebegitu nya rusia, mau jual s400 ke as,,.ckckckckck apakah rusia bangkrut ato apa ya??? aneh,,itu rudal andalan dan trcanggih saat ini di dunia mau dijual ke rival abadi nya,,,separah itukah ekonomi rusia??? ga abis pikir ckckkc

  2. S-400 bisa mencegat rudal iskander, sarmat, hwasong, bisa apa tidak ?
    kalau bisa ya opsi terbaik adalah membeli S-400.
    tapi kalau tidak bisa ya ndak usah dibeli.

    ini bukan pertama kalinya deh,,,FB kok pada ribut sih, amerika juga pernah beli roket dari rusia kok…..RD-180….

    • RD-180 dibeli karena USA belum mampu membuatnya, sampai akirnya terjadi kehebohan pada senat atau anggota dewanya yang begitu geram dengan ketergantungan ini… bahkan pada saat sangsi sedang keras2nya pembelian ini tetap dilakukan seperti menjadi pengecualian… dan bukanya RD-180 itu mesin untuk rocket untuk tujuan luar angkasa dan bukan untuk pertahanan???
      Bukanya konyol, negara yang sudah mengirim orang kebulan masih begitu tergantung pada mesin roket buatan negara yang sangat dibencinya…

      USA berusaha memberangus Russia sampai di penjualan alutistanya ke luar negeri di serang dengan sangsi… tetapi mereka masih membutuhkan RD-180… memang USA ini benar2 sulit dimengerti…

  3. Russia juga menyarankan pada jepang untuk melirik terlebih dahulu s400 dikepulauan kuril, sebelum jepang memboyong patriot pac 3 yg ditawarkan rython $133 juta cuma 4 unit rudal & 2 unit kendaraan peluncur, yang katanya masih terkendala uji coba yg gagal pd target

    Hahhaahaaaa

LEAVE A REPLY