Sep 192018
 

doc.Ilyushin Il-20RT, commons wikipedia,org

Moskow, Jakartagreater.com – Sebuah pesawat militer Ilyushin-20 Rusia ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Suriah di Laut Mediterania karena pesawat F-16 Israel menggunakannya sebagai penutup, kata Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia Igor Konashenkov kepada media pada Selasa 18-9-2018, dirilis TASS.

“Dengan menggunakan pesawat Rusia sebagai penutup/pelindung, pilot udara Israel membuatnya rentan terhadap Rudal pertahanan udara Suriah. Dikarenakan permukaan reflektif Ilyushin-20 jauh lebih besar daripada F-16, dia jatuh kena Rudal yang diluncurkan oleh sistem S-200, “kata Konashenkov.

Konashenkov mengatakan 4 F-16 dari Angkatan Udara Israel melakukan serangan dengan menembakkan Rudal udara terhadap fasilitas Suriah di daerah Latakia sekitar pukul 22:00 pada 17 September 2-18. Jet jet tempur mendekati target dari Mediterania dari ketinggian yang rendah. Pesawat-pesawat Israel sengaja menciptakan situasi berbahaya untuk kapal permukaan dan pesawat di daerah itu, katanya.

“Serangan bom itu berada di dekat frigat Prancis Auvergne dan dekat dengan pesawat Ilyushin-20 dari Angkatan Udara Rusia yang akan mendarat,” kata Konashenkov. Dia menunjukkan bahwa pusat komando Israel dan pilot F-16 tidak mungkin tidak melihat pesawat Rusia, yang mendekati landasan dari ketinggian lima kilometer. ”

“Meskipun demikian mereka sengaja melakukan provokasi ini,” ia menambahkan. Menurut Konashenkov, Israel tidak mengeluarkan peringatan kepada komando kelompok militer Rusia di Suriah untuk operasi yang akan dilaksanakan.

“Peringatan hotline diterima kurang dari satu menit sebelum penembakan, yang tidak memberi peluang bagi pesawat Rusia untuk selamat,” tambahnya.