Nov 102018
 

KRI Kapitan Patimura (371), korvet kelas Parchim milik TNI AL © Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Perusahaan teknologi, China Electronics Technology Group (CETC) sedang menawarkan untuk mendapatkan kontrak tambahan dalam meningkatkan korvet Kapitan Pattimura (Kelas Parchim I) milik TNI Angkatan Laut.

Langkah ini diambil setelah selesainya awal tahun ini dari program untuk memodernisasi dua kapal awal yang berasal dari kelas yang sama, seperti dilansir dari laman IHS Jane.

Seorang eksekutif CETC mengkonfirmasi dalam Indo Defence 2018 bahwa CETC saat ini mencoba mengidentifikasi mitra dari industri pertahanan lokal Indonesia yang nantinya dapat mendukung program yang berpotensi luas.

TNI AL mengoperasikan sebanyak 14 unit kapal di kelas Parchim, yang telah beroperasi sejak awal 1980-an.

“Pada tahun 2018 kami menyelesaikan program upgrade dua korvet tersebut”, kata eksekutif CETC.

Korvet Parchim-Class dibuat untuk Volksmarine (Angkatan Laut Jerman Timur) di akhir dasawarsa 1970-an. Penamaan menurut Pakta Warsawa adalah Project 133. Di kemudian hari kapal ini disebut Project 133.1 (Parchim I) untuk membedakannya dengan Project 133.2 (Parchim II) yang merupakan pengembangan lanjutan dari Parchim-Class.

Kapal ini didesain untuk peperangan anti kapal selam di perairan dangkal/pantai. Enam belas kapal dibuat untuk Volksmarine (1977-1981) dan 12 kapal lain dimodifikasi dibuat untuk AL Soviet pada tahun 1985 – 1990 oleh Peenewerft, Wolgast.

Setelah bersatunya kembali Jerman, Jerman Timur menjual kapal-kapal tersebut kepada TNI AL pada tahun 1993.

  3 Responses to “CETC Bidik Upgrade Korvet Parchim-Class TNI AL”

  1.  

    Wuih sekarang TNI kecanduan mainan China!

    •  

      Tidak disebutkan …modernisasi Dan upgrade itu apa Termasuk sonar ..radar ..Navigasi & system komunikasi …Atau Bagaimana…
      Karena sudah kuno sekali…itupun sisa 14 unit…

    •  

      Mungkin negara NATO …tidak telaten untuk meng upgrade korvet ini..
      Selain terlalu kuno ..juga kelihatan nya rumit ..
      Mereka…negara NATO itu cenderung menawarkan Kapal perang korvet yang baru….

 Leave a Reply