Aug 312019
 

Drone CH-4 Rainbow (DNEWS CHN)

Surabaya   –  Jakartagreater.com,  Satu pesawat tak berawak CH-4 buatan China medium-altitude long endurance (MALE) unmanned aerial vehicle (UAV) telah tiba di Indonesia untuk demonstrasi penerbangan, skadron penerbangan Angkatan Laut Indonesia (TNI-AL) mngkonfirmasinya untuk Janes.com pada 30 Agustus 2019, dirilis situs Janes.com.

Meskipun layanan telah menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang pesawat itu, Janes.com memahami dari gambar yang tersedia, asal lokasi di mana pesawat diparkir adalah pangkalan udara Juanda di Surabaya, markas skadron penerbangan TNI-AL.

Janes.com juga mengetahui bahwa TNI-AL membantu Angkatan Udara Indonesia (TNI-AU) dalam mengatur serangkaian penerbangan demonstrasi.

Rainbow CH-4

CASC CH-4 adalah Kendaraan Udara Tempur Tak Berawak (UCAV) asal China. Dikatakan Drone ini mirip dengan yang sudah ada yakni MQ-9 Reaper UCAV, Amerika Serikat.

CH-4 maupun MQ-9, keduanya ditujukan untuk misi serangan melalui berbagai amunisi presisi berpandu dan dirancang untuk berkeliaran di atas area sasaran selama berjam-jam (CH-4 sportsmemiliki ketahanan misi 14 jam), seperti dirilis militaryfactory.com.

CH-4 adalah salah satu rangkaian panjang produk UAV sistem tak berawak CASC “Rainbow” yang mencakup CH-1, CH-2 dan CH-3. UCAV CH-4 dipasarkan dalam 2 bentuk yang berbeda: “CH-4A” digunakan terutama untuk pengintaian dan “CH-4B” untuk peran pengintaian bersenjata / mode serang.

Seperti halnya desain Reaper, UCAV CH-4 bergantung pada badan pesawat yang ramping yang memiliki perlengkapan optik, perangkat avionik, tempat bahan bakar dan instalasi mesin (mesin menggerakkan unit baling-baling 3 bilah di bagian belakang badan pesawat). Pada posisi “dagu” ada blister yang merupakan kit sensor baik dengan Infra-Red (IR) dengan zoom serta pengintai laser.

Persenjataan didukung baik oleh Rudal Terpandu Anti-Tank modern China (ATGMs) maupun bom presisi berpandu, mengangkut 4 sampai 6 hardpoints di underwing.

Operator CH-4 yang diketahui antara lain Mesir, Irak dan Arab Saudi. Militer Irak telah menempatkan CH-4 melalui langkah tempurnya melawan pasukan ISIS, sementara Saudi telah mengerahkan beberapa Armada mereka melawan pemberontak Houthi dalam perang yang sedang berlangsung.

CASC sedang dalam pembicaraan dengan Kerajaan Saudi untuk mengatur produksi lokal beberapa ratus pesawat CH-4 untuk negara kaya minyak ini. CH-5 merupakan versi yang sedikit lebih maju dari CH-4, terbang pertama pada bulan Agustus 2015. Produk ini dilengkapi dengan spesifikasi kinerja yang ditingkatkan termasuk ketahanan dan ketinggian yang lebih besar.

Footage Drone CH-4 China

  6 Responses to “CH-4 China ke Indonesia untuk Demonstrasi Penerbangan”

  1.  

    Produk KW. Jelas sangat tidak menarik dan meyakinkan.

    •  

      Betel prupen lho ini mbah. Ketimbang siluman global hawk kena hajar rudal iran mbah. Sdh mahal ternyata mandul…..xicixicixi
      Predator pun nyungsep dihajar rudal Houti.
      Blom lagi yg disita iran akibat ditangkap hanya dng menjentikkan jari seperti manggil ayam mbah……xicixicixicixi

      •  

        Battle proven dari Hongkong??? UAV generasi sebelumnya gak dilengkapi dg radar penjejak, chaff dan kemampuan manuver yg unggul. Wajar kalo bisa ditembak jatuh pake hanud jarak menengah. Yah sama aja dg UAV ini dan tiruan lainnya buatan Rusia lah. Hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhh

  2.  

    yg tdk tertarik paling anggota nota (mf sengaja)
    krn anggota nota kn gampang di setir sm negara pendengki.
    buktinya drone ini laris.