Chang Bogo III dan Frigate Icheon II Korea Selatan

38
238

 image001

Pada pameran EURONAVAL 2014 di Paris yang digelar 27-31 Oktober pembuat Kapal Korea Selatan Daewoo Shipbuilding & Engineering (DSME) memamerkan dua proyek yang sedang dikerjaka,yakni Frigate FFX-2 dan Kapal Selam Berat Diesel Elektrik KSS-3

Mock up Chang Bogo III di Euronaval 2014.tampak 6 VLS dibagian tengah kapal selam
Mock up Chang Bogo III di Euronaval 2014.tampak 6 VLS dibagian tengah kapal selam

image003

Di bawah program Chang Bogo III kapal selam pertama akan diserahkan kepada Angkatan Laut Korea Selatan pada akhir tahun 2020 dan yang kedua pada akhir 2022.

Desain asli dari kapal selam itu termasuk pemasangan 6 tabung VLS. Tabung tersebut akan mengakomodasi rudal jelajah masa depan yang dibangun LIG Nex1 sementara peluncur akan diberikan oleh Doosan. Hal itu diumumkan awal tahun ini bahwa perusahaan Spanyol INDRA terpilih untuk menyediakan sistem pertahanan elektronik (ESM), PEGASO dan Badcock dari Inggris akan merancang dan memproduksi sistem penanganan senjata untuk kapal selam.

Mock up FFX Incheon II DSME di Euronaval 2014
Mock up FFX Incheon II DSME di Euronaval 2014

Model skala fregat class Incheon II juga dipamerkan oleh DSME selama Euronaval 2014. Update utama dari seri ke II termasuk pemasangan tabung VLS dan sistem propulsi full elektrik, serta hanggar yang lebih besar yang dapat menampung helikopter seberat 10ton (Batch-I memiliki hanggar helikopter ringan seperti AW159). Sekitar 8 kapal Seri II akan dibangun DSME hingga 2018. Beberapa item seperti mesin turbin gas MT30 untuk sistem propulsi baru juga telah dikirim

image005

image006

LIG Nex1 akan menyediakan kapal berbagai peluncur SAM yang akan menjadi penggunaan pertama mereka dengan FFX Batch II (dan dengan LST-II dan MLS-II yang menggunakan sensor yang sama seperti FFX atau PKX).

FFX Incheon II juga akan dapat menggunakan varian VLS yg mampu meluncurkan rudal Haesung-I dan rudal Haesung-II rudal taktis jarak pendek dan rudal strategis jarak jauh. Terakhir, tabung VLS untuk meluncurkan torpedo anti kapal selam Red Shark akan ditambahkan juga ke Frigate Incheon II.

 image007

Sumber : Armyrecognition.com

Pengirim : Pecinta Wanita (Biro Jepara )

38 KOMENTAR

  1. yah sudah kedahuluan sama bung mbuh… he he he…
    yang mau jadi pertanyaan sih, nanti model yang indonesia buat dengan korea itu meniru changbogo versi berapa ? jangan sampai lah model dan kemampuan alusista KS yang dibuat tidak sesuai yang dijanjikan oleh Korea Selatan

  2. Hmmm Lebih bagus SIGMA PKR 105 kita kayaknya di campur teknoLogi Upgrade Usman – Harun CLass mantap , tapi menurut hayaLan saya apakah kita kerjasama diam2 dengan Kroya agar tercipta Frigate proyek mereka , dan dengan begitu kita juga dapat teknoLogi KS CHBG kita tampiLan 204 menjadi 214 jeroannya he he makLum HayaLan dipagihari sambiL sarapan dipinggir kantor menikmati SEMANGKOK BASSANG , Nyamanna Tawwa :mrgreen:

  3. Semoga saja changbogo yang dibuat PT PAL malah lebih gahar dari yang dibuat Korsel, semoga saja para pakar submarine Indonesia yang sudah belajar dibanyak negara super power bisa mengaplikasikan dan membuat percampuran teknologi mumpuni dari berbagai negara yang membuat chang Bogo rasa Indonesia bisa menyeramkan bagi lawan.

  4. Keinginan dari Indonesia adalah kelak KS Chang Bogo yg dibangun di Indonesia ada peningkatan signifikan daripada Chang Bogo versi standar,istilahnya versi mutant.Ternyata pihak Koera sudah memiliki rancangan dan rencana utk membangun CB blok III dgn VLS 6 tabung.Mudah2an saja ahli-ahli dari Indonesia kelak mampu membuat versi mutant tersebut dgn CB blok III sbg contohnya.

    • 3 KS changbogo dengan harga Per Unit 350JT US$ PLUS tambahan biaya TOT .. Itu harga KS Standart dengan tekhnologi menengah … Kita baru akan dan pertama kali membuat kapal selam dengan tekhnologi menengah … harga KS kapal fregat telah di babar di JKGR .. dengan harga segitu kita bisa berpikir lah seperti apa fitur kapal selam kita nanti .. yang penting kita membuat sejarah membuat kapal selam tempur pertama kali dalam sejarah PT PAL ….

      • Yang jelas Menhan yg lalu pak poer sdh memberikan persyaratan agar KS yg dibuat dikorea mwpn di Indonesia harus mempunyai kemampuan VLS dan ini jg sesuai dgn permintaan user yakni TNI AL agar KS yg akan di produksi bersama bisa melemparkan rudal dgn jarak jangkau minimal 180km dan bisa under to surface, under to air, under to ground mwpn surface to surface dan surface to air dan surface to ground. Cm yg masih abu2 itu rudal apa dan dari mana yg akan di instal ke KS Changbogo? masih gelap…

      • Yang jelas Menhan yg lalu pak poer sdh memberikan persayaratan agar KS yg dibuat dikorea mwpn di Indonesia harus mempunyai kemampuan VLS dan ini jg sesuai dgn permintaan user yakni TNI AL agar KS yg akan di produksi bersama bisa melemparkan rudal dgn jarak jangkau minimal 180km dan bisa under to surface, under to air, under to ground mwpn surface to surface dan surface to air dan surface to ground. Cm yg masih abu2 itu rudal apa dan dari mana yg akan di instal ke KS Changbogo? masih gelap…

  5. Saya yakin, KS made in Indonesia kelak bakalan penuh dengan kejutan…begitu juga dengan LFX…( Sotoy nih hehehe…. )sudah banyak senjata asli RI yang penuh kejutan..contoh kecil saja : SS2 yang akurat, trus rehab kapal Usman Harun di Inggris yang menjadi lebih stabil dan gahar..Semoga aja tidak ada lagi yang nyemprit (dananya) ditengah-tengah jalannya riset dan development dengan berbagai alasan…bagi yang bermental wani piro dan aku dapat apa, sebaiknya segera di “tenggelamkan” saja..itukan sama dengan pencuri ikan (ASET) nasional ..atau lapor bu Susi aja kali hehehe….IMHO