Apr 052018
 

Peluncur Mobile Otonom dari sistem rudal jelajah BrahMos yang dikembangkan Rusia dan India. © Anirvan Shukla via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Negara-negara dari Amerika Selatan seperti Chili dan Peru telah menunjukkan minatnya untuk memperoleh rudal jelajah BrahMos yang dikembangkan India bersama-sama dengan Rusia dengan anggaran sebesar $ 300 juta seperti dilansir dari laman Financial Express.

Menurut sumber-sumber diplomatik, “Angkatan Bersenjata Chili tertarik membeli rudal itu. Telah Ada diskusi aktif diantara kedua belah pihak”.

Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh pemerintah Peru dalam beberapa bulan terakhir, terlebih lagi ketika uji coba rudal daru Su-30MKI berhasil, menurut sumber itu mengatakan kepada Financial Express.

“Untuk menguasai pasar Amerika Latin, BrahMos berpartisipasi dalam pameran FIDAE yang berlangsung di Santiago, Chili, mulai tanggal 3-8 April. Banyak minat telah dihasilkan diwilayah itu setelah keberhasilan peluncuran BrahMos dari pesawat Su-30 terhadap target laut, karena banyak negara di wilayah itu telah memiliki pesawat Sukhoi”, menurut sumber tersebut.

Para pejabat mengatakan bahwa BrahMos Company sekarang terdaftar di pemerintah Chili yang akan membantu penjualan dimasa depan apabila negosiasi berujung pada kesepakatan positif.

Ada peluang luar biasa bagi perusahaan pertahanan India untuk berpartisipasi di dalam modernisasi Angkatan Bersenjata Chili. Pimpinan angkatan bersenjata dari kedua belah pihak telah mengadakan pertemuan untuk mengeksploitasi potensi dalam pembuatan kapal, sistem radar, kapal selam dan pelatihan bersama.

“Chile memiliki kebutuhan sistem senjata berbasis pantai yang mana BrahMos diuji padaakhir-2017 dengan menghantam target secara presisi dua hari berturut-turut”, kata pejabat itu.

Untuk mencapai ekspor senilai $ 5,38 miliar berupa barang dan jasa pertahanan pada tahun 2025, pemerintah India pekan lalu mengirimkan rancangan prosedur pengadaan pertahanan. Menurut draft tersebut, DPSU / OFB akan mendirikan kantor ekspor pada sejumlah negara dengan tujuan untuk bisa aktif mempromosikan produk pertahanan buatan India.