Nov 242014
 
image

Desain Landasan Pacu Pesawat China di Kepulauan Spratly

Menurut data IHS Maritime, China melakukan operasi pengerukan di tiga terumbu karang di kepulauan Spratly yang disengketakan di Laut Cina Selatan.

Dari pelacakan GPS yang dilakukan terhadap Kapal Keruk China, diketahui China telah reklamasi lahan di lima lokasi setidaknya sejak September 2013, sesuai dengan pernyataan yang dilayangkan Filipina baru baru ini. Padahal wilayah itu masih menjadi sengketa antara China dan Filipina.

Pengerukan ini merupakan bagian dari proyek reklamasi tanah yang luas yang dilakukan oleh China pada sejumlah terumbu karang dan tumpukan pasir (shoal) di Spratly. Padahal pembangunan tersebut jelas melanggar kode etik yang ditandatangani oleh semua penuntut dalam sengketa wilayah Laut Cina Selatan.

Cina menolak kritik dari kegiatan yang mereka lakukan dengan mengatakan bahwa terumbu karang itu masuk wilayah China dan dapat dimodifikasi sesuai keinginan Beijing.

Kapal Tian Jing Hao, merupakan kapal cutter dengan panjang 127 meter yang dirancang oleh perusahaan teknik Jerman Vosta LMG. Dengan bobot 6017 gross ton, kapal ini yang terbesar dari jenisnya di Asia.

Kapal ini juga telah beroperasi di Cuarteron Reef (juga dikenal sebagai Calderon Reef, Da Chau Vien, atau Huayang Jiao); Terumbu Karang Gaven (Nanxun Jiao dan Xinan Jiao, Da Ga Ven, dan DA Lc, Burgos); Terumbu Karang Union (khususnya di Johnson South Reef dan Johnson Utara Reef); dan di Fiery Cross Reef.

image

image

image

Kapal Tian Jing Hao dibangun oleh galangan kapal China Merchants Heavy Industry di Kota Shenzhen berdasarkan lisensi dan diluncurkan tahun 2010.

Tian Jing Hao dioperasikan oleh perusahaan pengerukan CCCC Tianjin yang memiliki alat keruk/ pemotong dengan kekuatan 4.200 kW ke dasar laut yang mampu melakukan reklamasi di lepas pantai.

image

image

AISLive men-tracking  aktivitas Kapal  Tian Jing Hao di Laut China Selatan sejak  September 2013:

1).Cuateron Reef 9-28 September 2013, 4-8 March 2014, 10 April to 22 May 2014
2).Union Reefs South 17 December 2013 to 3 March 2014
3).Union Reefs North 20 March to 3 April 2014
4).Fiery Cross Reef 7-14 December 2013 and 9-17 March 2014
5).Gaven Reefs 24 May to 15 June 2014

 (IHS Jane).

  38 Responses to “China Bangun Landasan Pesawat di Spratly”

  1.  

    selamat pagi…

  2.  

    met pagi warjager . msh sepi awal mgg ini warjag

  3.  

    kalau sabah dan serawak sudah menjadi bagian dari nkri, jelas red dot itu adalah ancaman nyata.. beruntung masih ada bemper 🙂

  4.  

    Adakah yang berani protes? Salut sama tiongkok cuman 10 tahun sudah menjelma sebagai negara maju, ayo indonesia harus bisa menyusul…

    •  

      Kebangkitan Indonesia sudah dimulai sejak kedatangan Alutsista beberapa tahun belakangan. Pak Joko tinggal melanjutkan MEF-2 dan Negara Poros Maritim baru segera muncul. Matahari terbit dari Asia Tenggara.
      Jangan pakai lama, lanjut-KAN

  5.  

    Waaaah ini sudah membuat situsi di kawasan semakin MEMANAS , betuL tindakan sepihak , betuL2 harus ditegur dan ditindak !!! “WHERE ARE USA , YOU SAY THAT U ARE THE PROTECT OF HUMAN RIGHTS , NOW YOU JUST SPECTATOR FROM FAR ??? NO ACTION TALK ONLY (NATO)

    •  

      Asu melempem kalau sama china. Tp kalau sama negara kevil teriak2 ham kenceng skl.

    •  

      kondisi LCS lagi memanas akibat olah china bangun pangkalan di spratley, NKRI wajib waspada dengan tindakan Chona yg sepihak .. untuk melindungi natuna dan alki dari inceran china perlu bingit SA 300, 400, 500 dan Su 35 S atau bahkan Su 37 TERMINATOR dan TU 95 BEAR sesuai schedule Narayan …

  6.  

    Sadisatun.
    ke 6

  7.  

    Sudah melangkah terlalu jauh ini china..kasian philipina hanya protes doang. Asu kok g respon ya..

  8.  

    LCT mulai mendidih

    tp keren cina
    bisa bangun itu pulau scara diam2 dan bru diketahui skrng
    tp sayang trumbu karang dsana rusak semua

  9.  

    Keberanian China patut diacungi jempol

  10.  

    Indonesia punya banyak pulau yg sdh ada lapter peninggalan belanda/jepang.
    Seperti di Sorong, ada lapter di Jefman dng panjang landasal +/- 1,5 km dan bisa didarati fokker F27. Dulu digunakan sebagi lapter umum sebelum pindah ke Sorong daratan. Sangat bagus bila bisa dikembangkan sebagai pangkalan udara TNI AL /Marinir yg akan membangun Div. 3 di Sorong.
    Seperti di Tanjung Datuk, ada lapter peninggalan Jepang yg akan segera di perbaiki dan di bangun kembali. Dan masih banyak lagi lokasi polau2 di Indonesia yg dahulu sdh ada lapternya.

  11.  

    the new diago garcia,

  12.  

    Sebuah langkah besar untuk menguasai LCS sendirian, yang kaya akan sumber daya .

  13.  

    action dulu br mikir lainya, top, calon adidaya baru

    •  

      salah bung
      mereka mikir dulu lalu eksekusi dengan cepat
      setiap tindakannya diperhitungkan dengan cermat

      mereka sedang melakukan effective occupation
      jika “claimant states” lain tidak segera mengikuti langkah cina, siap-siap saja gigit jari.

      seperti kita dulu gigit jari karena tidak melakukan effective occupation terhadap Sipadan dan Ligitan. doktrin ini sebenarnya bagus. jika anda mengklaim suatu wilayah maka jangan diabaikan/ditelantarkan. urus wilayahmu dengan benar.

      maka kita menyaksikan bagaimana Korea Selatan melakukan effective occupation terhadap Pulau Dokdo ataupun karang Iodo. Iodo ini bukanlah sebuah pulau tetapi hanya karang yang berada 4 meter di bawah permukaan laut saat laut surut. posisinya sangat strategis bagi Korea Selatan di Laut Kuning.

      kita juga menyaksikan bagaimana upaya Jepang untuk melakukan effective occupation terhadap Okinotorishima. sebuah atol kecil di tengah Samudera Pasifik yang berjarak ribuan kilometer dari Jepang.

      serupa dengan itu, langkah kita melakukan pembangunan mercu suar di Karang Unarang adalah sebuah langkah strategis dan taktis yang amat sangat tepat untuk memperkuat klaim dan penguasaan kita terhadap Blok Ambalat.

      •  

        bagaimana dengan kasus timor leste bung xtrada?
        sudah berapa rupiah APBN yg diserap dan dialokasikan utk pembangunan TimLes?
        🙂

        •  

          anggap saja amal jariyah bung.
          selama infrastruktur hasil pembangunan indonesia masih dipakai rakyat timor leste kita dapat pahalanya.
          semoga mereka yang pernah berjuang di sana dicatat darma bakti dan amal baiknya dan mendapatkan balasan yang layak di sisi-Nya

          itu kesalahan kita di masa lalu
          integrasi semestinya tidak memakai kekuatan bersenjata dan bukan atas dasar provokasi negara lain.

          sudah selesai tidak perlu diungkit lagi. banyak pelajaran berharga yang sudah kita dapatkan. kita juga lebih leluasa dalam melakukan diplomasi karena tidak ada beban.

          cmiiw

          •  

            :mrgreen:
            sangat menyakitkan ya bung..?

            kalo gitu saya tambahi saja pernyataan bung xtrada, selain melakukan effective occupation, dengan mengurusi wilayah tersebut,
            latar belakang sejarah juga sangat penting sebagai pertimbangan penguasaan suatu wilayah, sehingga tidak terperosok dalam situasi status quo yang menghabiskan energi yang tidak sedikit.

            IMHO

  14.  

    hm.. yg prbatasan ausy gmn kbrny???

  15.  

    Tampaknya harus segera dibuka rekrutmen Pilot Tempur, Paskhas, Marinir dan pelaut serta penambahan alutsista yang banyak dan mumpuni di Matra TNI AL dan TNI AU

  16.  

    The question is.. what next?

  17.  

    Apakah dengan demikian garis batas wilayah china semakin jauh? Tanpa pulau jadi-jadian saja, garis putus-putus ala china “mencaplok” zona ekonomi eksklusif Indonesia (atau sebenarnya juga sudah “mencaplok” Natuna? garis putus-putus ini multi intepretasi).
    Sekarang dengan adanya “pulau” ini, besar kemungkinan (atau dipastikan) china menganggap Natuna masuk ke dalam wilayahnya… akan ada peta baru, lengkap dengan garis putus-putus baru.

  18.  

    Kita harus hati2 dengan pulau Natuna, jangan sampai nanti masuk klaim China jg nanti..

  19.  

    kita fokus ke luar kawasan ok tp pengawasan di dlm juga perlu…nunukan hrs dijadiin pelajaran.bener kagak sih katanya yg suka mindahin patok di perbatasan kata nya warga kita sendiri…??maklum gaptek kurang informasi,,he he

  20.  

    Konon dasar PBB memenangkan malaysia atas kasus rebutan PULAU dengan Indonesia karena PULAU itu pernah dijajah Inggris dan karena itu pula Malaysia sudah melakukan pelestarian alam di PULAU itu….jadi berkiblat dari kasus dimaksud maka kegiatan China di Kepulauan Spratly ya harus diterima dengan alpang dada dan tidak perlu pula PBB dan AS ikut ribut atas tindakan reklmasi dan pembangunan di Pulau Spratly yg disengketakan oleh banyak bangsa itu. Kalo Indonesia mau jaya di Maritim dan pulau2nya ndak mau dicaplok ya mau ndak mau harus wajib minimal mendirikan pos militer dan atau kampung nelayan di pulau itu.

  21.  

    Andai cina bener2 kalap mengexpansi wilayahnya ke asia tenggara . . apa yang bisa diperbuat indonesia ?
    Armada dan pesawat tempur kita masih jauh di bawah cina . .
    mau beli pesawat su35 aja masih itung2 sana sini mremet pertimbangannya, sedang musuh sudah di depan mata kita. .
    Masalah pertahanan negara tidak bisa dibicarakan dengan para politikus karena paradigmanya sgt beda. .

 Leave a Reply