Apr 222017
 

Kapal induk Liaoning (PLAN CV-16) melalui citra Google Earth. © Rich Smith

Militer China mengincar lebih banyak kapal induk untuk meningkatkan kapabilitasnya, kata para ahli, dalam laporan surat kabar militer China, PLA Daily tentang pencapaian Angkatan Laut China sejak tahun 1949, seperti dilansir dari Global Times.

Hari Minggu nanti, menandai ulang tahun ke-68 beririnya Angkatan Laut China, dengan PLA Daily mencantumkan sejumlah prestasi yang telah dicapai oleh angkatan laut PLA, termasuk pengawalan kapal dilautan, membangun gugus tempur pesawat terbang serta latihan militer bersama.

Sebagai negara dengan garis pantai sepanjang 18.000 kilometer dan memiliki sumber daya maritim yang luas, China perlu membangun armada angkatan laut yang kuat supaya mampu melindungi kedaulatan dan kepentingan maritim, menjaga keamanan jalur maritim strategis maupun terlibat dalam kerjasama internasional di tengah sengketa maritim yang semakin meningkat dan tantangan kondisi keselamatan maritim.

China telah meningkatkan kemampuan tempur kapal induknya, dengan lebih dari 10 pilot jet tempur yang berbasis di kapal induk dan komandan yang telah bersertifikat, membuat China menjadi salah satu dari sedikit negara yang mampu melatih para pilot untuk kapal induknya sendiri.

“Untuk jangka panjang, China perlu mengembangkan tim tempur kapal induknya sendiri, dan setidaknya memiliki enam kapal induk, kekuatan maritim yang dipimpin oleh perusak rudal berpemandu, serta kapal selam canggih”, menurut penasihat senior Xu Guangyu di asosiasi China Arms Control and Disarmament Association kepada Global Times.

“Ini merupakan langkah besar bagi China, untuk meningkatkan kemampuan tempur di kapal induknya yang telah menyelesaikan sejumlah latihan tembak menggunakan amunisi aktif di berbagai daerah dan pelatihan di sebelah barat Samudra Pasifik untuk pertama kalinya pada tahun 2016”, tulis laporan tersebut.

Korps Marinir juga perlu diperkuat antara 80.000 – 100.000 personil agar mampu memberi dukungan di lepas pantai, atau sekitar 5 persen dari jumlah total personil angkatan bersenjata China, tambahnya.

Seluruh kapal induk tersebut akan memungkinkan PLA Navy untuk mamu menerobos gugus pulau pertama yang melibatkan Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan Filipina untuk mencapai komando laut, kata Xu.

“China akan membangun sekitar 10 pangkalan militer, serta 6 (enam) kapal induk”, kata Xu, menambahkan bahwa pangkalan militer tersebut bisa dibangun disekitar negara-negara yang bersahabat dengan China, seperti Pakistan.

“Mudah-mudahan, China bisa memiliki pangkalan militer di setiap benua, tapi itu tergantung pada negara-negara yang ingin bekerjasama dengan China”, tambah Xu.

“Saat ini China telah hampir menyelesaikan kapal induk kedua, yang akan mulai beroperasi di tahun 2020”, menurut CCTV (China Central Television) mengutip ahli militer tersebut.

Laporan PLA Daily juga mengatakan bahwa patroli keamanan pantai adalah untuk menjaga kepentingan maritim China dan telah di standarisasi, dengan lebih dari 100 unit kapal patroli dan jet tempur berpatroli di wilayah utama.