Oct 092017
 

Bukan hanya ingin menjiplak teknologi Su-35, konon China juga ingin mendapatkan keuntungan bisnis dari pembelian Su-35 ke Rusia.

Sebelumnya banyak diberitakan, China ingin mendapatkan beberapa teknologi inti pada Su-35 seperti radar Irbis-E, mesin AL-41, sistem kontrol avionik, bahkan rudal R-77.

Menurut media China Toutiao.com, ada alasan mengapa China membeli Su-35, selain mendapatkan teknologi penting, China juga mendapatkan bisnis dari “memasarkan” Su-35 dan suku cadangnya.

Terbukti setelah China membeli Su-35, Indonesia dan Uni Emirat Arab juga menyatakan minatnya untuk membeli pesawat tempur Su-35.

“Ada kemungkinan efek iklan “pembelian Su-35” oleh China sangat jelas” tulis Toutiao. Penjualan Su-35 oleh Rusia tampaknya hanya akan menguntungkan industri penerbangan Rusia. Tapi mengapa Toutiao mengatakan China juga mendapatkan uang dari pembelian Su-35? Menurut toutiao, Beijing bisa mendapatkan keuntungan dari proyek kecil dari pembelian pesawat tempur buatan Rusia.

Misalnya, pada peringatan 72 tahun berdirinya militer Indonesia, Duta Besar China menyatakan, China akan melatih pilot Su-27 dan Su-30 dari Angkatan Udara Indonesia.

Toutiao menyatakan, selain pelatihan pilot tempur, penjualan suku cadang dan dukungan logistik untuk Su-35 juga dapat mendatangkan keuntungan yang besar. Bukan hanya itu, penjualan persenjataan dan perbaikan pesawat tempur juga akan mendatangkan bisnis besar selain penjualan pesawat tempur.

Pernyataan Indonesia bahwa China akan memastikan pelatihan pilotnya menunjukkan, Beijing telah menguasai teknologi manufaktur, keterampilan operasional jet tempur, mekanisme pemeliharaan dan pelatihan lengkap. Selain itu, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap dukungan China terhadap Indonesia adalah harga yang relatif masuk akal.

Toutiao.com menyimpulkan, dengan perkembangan teknologinya China dapat sepenuhnya menggantikan peralatan perang buatan Rusia. Jadi, selain memasarkan pesawat tempur Su-35 buatan Rusia, pembelian Su-35 juga menjadi dasar bagi China untuk menghasilkan uang.

  43 Responses to “China Bisa Berikan Dukungan Logistik Su-35 ke Indonesia”

  1. 1. Kalo penerbang kita mau latihan ya langsung saja belajar ke pilot Rusia.
    2. Konon katenye (kate siape ye..?) kite juga mau bangun pabriknye komponen Sukhoi di sini. Jadi nggak perlu belanje ke Chine kan…

  2. Pintar juga China, dagangan spare part SU35 juga….wahhh sudah di gambar nihh peta dagangnya….hayooo….masih mau pesawat canggih kita di kanibal sama produk China?

  3. Pilihan Rumit bagi TNI-AU mau perbaikan MRO tp semua suku cadang, logistik dan lain sbgx hrs berasal dr China krn murah atau MRO di Rusia tp mahal, semoga KFX/IFX cepat kelar

  4. Dasar Tukang Copas.Tapi Knp Ruski msh jual alutsistanya,yah.Takut?
    Masalah Pelatihan adlh hal sepele,jgn sampai merasa hutang budi.

  5. Kalo mau belajar pilot kita sama rusia langsung.. Bukannya pernah ada bwritanya kalau mau menjinakkan su 35 harus ke orang yg bener2 ahli, tau luar dalem tuh pesawat, jadi kalo belajar ke china ya salah besar………

  6. Ternyata benar, untuk pembelian 11 sukoi su35 indonesia cuma butuh mengexport cpo selama satu bulan saja

    http://m.bisnis.com/market/read/20170519/94/655253/harga-cpo-ekspor-indonesia-diprediksi-turun-lagi-sawit-kembali-melemah

  7. jg mau di iming imingi spare part kw.. mendingan yg asli..

  8. Kagak mungkin pula rusia mmberikan seluruh teknologi su35, jika china menginginkan su35,
    karna nantinya su35 bukan sprti su27

    Hahhahaaaa

  9. Kalau untuk gaya2an beli dari China gpp… tetapi kalau untuk perang, jangan sekali2 mencoba… bagaimana mungkin membeli barang dari China, orang China saja tidak pernah perang… Biathlon saja rodanya protol… rudal punya Indonesia mau buat pamer malah bandel, disuruh nembak ga nembak, giliran ditinggal malah meluncur kayak kutu kupret… di film 72 hours (2010) yang merupakan kisah nyata jelas dikatakan, jangan beli buatan China, karena saat benar2 dibutuhkan malah ngadat…

    • Begini broo yuli & jimmy, angkatan udara, angkan laut & angkatan darat ada sebagian menggunakan produk cina & kagak semua itu produk china amburadur tapi hanya sebagianya & itupun akibat kurangnya pengecekan sebelum digunakan, mungkin keasikan nembak lupa mengecek as penahan elevasi waktu menembak yg longgar sehingga trjadi tembakan tak beraturan & ini barang sering digunakan dalam waktu latihan, tapi penggunanya kurang mengecek barang yg mau dugunakannya.
      Jadi jgn dulu trlalu cepat sentimen kpd china broo, sebelum dicek itu barang yg mau digunakan, karna waktu mmbelinya sudah sering diuji & pengguna mengatakan ini barang lumayan kualitasnya bisa menembakkan banyak peluru.

      Hahhahaaaaa

      • Tapi kebanyakan rusak nya daripada bagusnya produk2 china bung huha…krn taruhannya nyawa, jd jgn gadaikan nyawa pilot2 terbaik tni al dgn spart part atau komponen2 jet tempur dr china…sangat riskan !!! mending lsg ke rusia, main aman aja…

        • Kan sudah diuji sebelumnya broo utk menambah semangat pembelinya & China pun kagak mungkinlah barang yg digunakannya hasil produknya sendiri sembarangan, karna bisa banyak korban dari mrk sendiri, trnyatakan tidak demikian itu barang, buktinya china masih menggunakannya dgn penuh semangat.

          Hahhahaaaa

  10. Rudal : udara ke udara…udara ke darat…

    • One way ticket? wah rugi bandar bung, coba rudal yang tiket PP biar efisien 😆

      • Kan sudah diuji sebelumnya broo utk menambah semangat pembelinya & China pun kagak mungkinlah barang yg digunakannya hasil produknya sendiri sembarangan, karna bisa banyak korban dari mrk sendiri, trnyatakan tidak demikian itu barang, buktinya china masih menggunakannya dgn penuh semangat.

        Hahhahaaaa

  11. Gak kebayang klo yg dijual sparepart KW3 oleh sisiping
    misalnya baru mau landing tiba-tiba SU35 mogok di ujung landasan (trauma dengan alustita china) mending sparepart beli dari rusia jauh dikit dari pd beli barang KW kasihan pilot TNI AU.

  12. Wah bahaya ni, Indonesia bisa dikadalin cinak, sebab biasanya Indonesia akan memilih yg biayanya paling murah, ……… !!!

  13. RI ada potensi konflik dgn China di laut Natuna Utara, masa mau beli sucad KW dr China tar klu perang belum duel dah rontok duluan tuh Sukhoi dan alutsista lainnya, strategi untuk melemahkan RI dgn ketergantungan produk jg pinjaman dana dr China!

  14. Hahaha… Akibat Pak Chemezov DKK Tdk Mempertimbangkan Efek Negatif Bagi Rostec Saat Menjual Su-35 Ke Chino… 😆 Dan Ingat Barusan “The Black From South Mountain” Menciptakan Pepatah Baru Yg Berbunyi ‘Bersama Alutsista Rusia TNI Kuat’ Dan ‘Bersama Alutsista Barat TNI Bimabang’ (Bimbang Mikirin Syarat Dan Embargo Yg Bisa Menimpa Setiap Saat) Plus “Bersama Alutsista China TNI M*dar” (Modar Karena Pas Di Pake Ngadat Atau Rusak Contohnya C-705&Giant Bow)

 Leave a Reply