China Butuh Pangkalan Baru Untuk Kapal Induk

BEIJING – Kapal induk pertama buatan China kemungkinan akan ditugaskan di Laut China Selatan, mengutip laporan Daily Mail pada tanggal 1 Februari. (China Military)

Seorang pakar militer China mengatakan dalam sebuah wawancara dengan China Central Television (CCTV) bahwa China membutuhkan lebih banyak pangkalan untuk memberikan jaminan yang mendalam bagi kapal induk induknya, ia juga menekankan bahwa Laut China Selatan adalah laut lepas di mana kepentingan keamanan dan pembangunan China cukup terkonsentrasi, kapal induk China harus berpatroli diwilayah tersebut.

Menurut media asing, Washington berjanji untuk menantang klaim China atas kedaulatan di Laut China Selatan. Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan “Amerika Serikat akan memastikan bahwa kami dapat melindungi kepentingan kami di sana … membela kepentingan internasional dari kepemilikan oleh sebuah negara”.

Press Trust of India melaporkan bahwa China saat ini sedang membangun kapal induk kedua, yang diharapkan akan selesai pada semester pertama tahun 2017 dan secara resmi bergabung dengan PLA Navy di tahun 2019. Kapal induk ini mungkin akan dikerahkan di suatu tempat di Laut China Selatan untuk menangani “kompleksitas situasi” di sana.

Yin Zhuo, direktur Komite Konsultasi Ahli PLA Navy, menyatakan bahwa daerah yang meliputi 3,5 juta kilometer persegi, Laut China Selatan jauh lebih luas daripada Laut China Timur dan Laut Kuning serta memiliki kedalaman yang lebih besar dan lebih cocok untuk dilalui kapal-kapal besar.

Kehadiran militer China yang kuat di wilayah itu diragukan akan mempromosikan perdamaian dan stabilitas di sana, Yin menekankan.

Dalam kondisi yang bagaimana seharusnya pangkalan atau pelabuhan kapal induk harus dimiliki? Menurut Du Wenlong, seorang peneliti senior di Akademi Ilmu Militer Tentara Pembebasan Rakyat, sebagai dasar penting untuk pemeliharaan dan istirahat kapal induk, pangkalan tidak hanya sebagai fasilitasi berlabuh, tetapi juga untuk pemeliharaan dan jaminan.

Du menyatakan bahwa China telah memiliki sebuah pangkalan kapal induk di Qingdao, dan kapal induk baru dapat berbagi rumah dengan pendahulunya Liaoning saat pertama kali ditugaskan, sehingga dapat mengambil pengalaman dalam menggunakan pangkalan.

Akan tetapi sebuah pangkalan saja jelas tidak cukup dan PLA Navy akan membutuhkan lebih banyak pangkalan kapal induk untuk memberikan jaminan yang mendalam kepada kapal induknya.

Du Wenlong juga mengatakan bahwa pembangunan pangkalan kapal induk harus didasarkan pada kebutuhan aktual. Di mana ada banyak tekanan dan masalah, lebih banyak perhatian harus diberikan dan itu wajar untuk membangun pangkalan kapal induk sana.

JakartaGreater

Tinggalkan komentar