Apr 292017
 

Rudal balistik antar benua (ICBM) DongFeng-5 (DF-5B) Angkatan Bersenjata China. © China Military

China dan Rusia bersama-sama menuduh Amerika membangun sistem perisai rudal global, yang mencakup THAAD di Asia dan Sistem Pertahanan Rudal NATO di wilayah Eropa yang menghilangkan kemampuan mereka untuk meluncurkan serangan rudal nuklir kejutan ke AS dan sekutu-sekutunya sementara memungkinkan serangan nuklir besar-besaran kedua oleh Amerika Serikat, seperti dilansir dari China Military.

Mayjend Cai Jun, wakil direktur Biro Operasi Tempur di bawah Departemen Staf Gabungan Komisi Militer Pusat (CMC), mengklaim bahwa pengembangan sistem anti rudal global pasti akan memperburuk lingkungan keamanan internasional.

Mayjend Cai Jun menyampaikan tuduhan ini pada Konferensi Keamanan Internasional yang diselenggarakan di Moskow beberapa hari yang lalu bahwa AS dan negara-negara lain secara sepihak telah memperkuat penyebaran sistem anti-rudal global sebenarnya hanya mencari superioritas militer unilateral secara mutlak.

Langkah AS dalam mendorong superioritas militernya tersebut akan semakin memperparah ketegangan dikawasan, menyebabkan konfrontasi lokal dan pada akhirnya akan berdampak hancurnya stabilitas strategis global dan regional, menurut Jenderal Cai.

Cai Jun menegaskan kembali, bahwa “China dengan tegas menentang penyebaran THAAD”. Dia menyebut bahwa alasan sebenarnya mengapa AS menginginkan sistem THAAD di Korea Selatan adalah untuk mewujudkan sistem anti rudal globalnya dan juga membangun blokade pertahanan anti rudal China dan Rusia, sehingga dapat melemahkan kapasitas strategis baik China maupun Rusia.

Mayjend Cai mengatakan bahw China dan Rusia akan mengambil langkah lebih lanjut untuk melindungi kepentingan keamanan dan keseimbangan strategis regional mereka.

Sementara itu Letnan Jenderal Viktor Poznihir, wakil kepala staf Angkatan Bersenjata Rusia untuk Direktorat Operasional Utama telah menuduh bahwa penggelaran sistem anti rudal di AS dan Eropa maupun Asia Pasifik oleh AS akan merusak keseimbangan kekuatan strategis, mengurangi ambang penggunaan senjata nuklir, mengancam keamanan aktivitas ruang dan memicu perlombaan senjata baru.

Dia juga mengatakan bahwa penerapan sistem anti rudal untuk menghadapi ancaman nuklir dari Iran dan Korea Utara akan membahayakan keamanan strategis China dan Rusia.

Bagikan Artikel:

  36 Responses to “China dan Rusia Tak Berdaya Hadapi Perisai Rudal Global AS”

  1. Kami disini pun tidak berdaya menghadapi gempuran komen rudal dari Cintia.

  2. 2st…

  3. Negara sesama pemegang Veto aja berkeluh kesah akan penyebaran kekuatan USAcs apalagi negara ke3 tgl menunggu waktu untuk dihancurkan. China rakus yg militernya besar aja was2 takut gak bs semaunya lg. Perang perebutan pengaruh dan SDA. Mau sampai kapan RI hy mengandalkan Oerlikon dan Manpad?

  4. THAAD Sama SS-18 Satan/RS-28 Sarmat Langsung Keok… 😛 …

    #Suka Sama Alutsista Rusia Bukan Rusiannya…

  5. masa sih tak berdaya..trus pasrah dong..ah ah..ah.ahhhh

    • Mereka juga tak berdaya menghadapi penduduk china yang menguasai perekonomian dunia. sebenarnya sama-sama merugikan sih, Ekonomi bisa melemahkan perang yang membutuhkan anggaran besar.

  6. Kita kan nonblok alias tdk bermusuhan sama As dan rusia/china jadi amanlah…

  7. HUAHAHAHA….Duo kominis, yg satu kominis karatan, yg satunya lg kominis bobrok…dua2nya akhirnya dgn ketakutan mengakui kehebatan USA…Cuma dgn THAAD entu kominis gemeter, pdhal THAAD cuma sbagian kecil dr keajaiban yg diciptakan oleh USA…Ane kagak bisa ngebayangin kalo Trident disebar ke sluruh dunia, tikus2 kominis yg tinggal digot2 kotor pst langsung tewas denger tu Trident udah muncul…Ayo teriakkan dengan keras: USA…USA…USA…

  8. THAAD anti dot nya cm R Han.

  9. pantesan rusia galau dan cina mencak-mencak

  10. hidup yonhap hiduo yonhap hidup usa…kukuruyuuuuuk

  11. Masalahnya bukan tameng rudal thaad nya tp radar Dr unit thaad itu memantau aktivitas China dan Russia, begitulah ceritanya xixixi

  12. Apanya yg hebat dr THAAD, msh blum ad bukti empiris dr SAM itu,jk d lihat dr protes rusia dan china karena mereka merasa terkekang dengan ruang udara mereka yang terawasi dgn radar THAAD,ASU bkal ngerasain it trjadi pada mereka jika S500 di tempatkan di meksiko, dan rusia jg mngancam asu itu akn mnjd perlombaan senjata yang tak terkendali semacam rudal hypersonic

  13. China…..lu takut yeee……?

  14. Judul’x terlalu di’besar”kan…

    Rudal anti peluru rudal itu khan blm terbukti efektif 100%…
    Se’lm ini uji di’lakukan dgn dasar teory di’atas kertas….

    kalo sdh ter’jd perang sesungguh’x…
    Khan ng’gak bisa tahu persis kpn itu rudal di’tembakan…
    Apalg kalo di’lakukan secara acak & lsg bbrp rudal secara serampangan…

    Alutsista canggih ter’msk rudal hanya efektif utk sesama alutsista aja…

    kalo yg di’hadapi pasukan yg sifat’x mobile apalg di’alam yg hutan, gunung etc…

    Yg paling penting tetap pd mental & phisikologis individu” pelaku perang itu sndr…

    Sm hal dgn pemimpin” suatu negara…
    Kalo mental’x takut mati…
    Yaa sdh pasti negara yg di’pimpin akan slalu tunduk & merunduk takut ( alasan biar negara tetap bisa ber’jln & rakyat tdk menderita ) dgn tekanan” negara lain…

    Coba lht Fidal Castro, ter’msk yg skrg Korea Utara ini contoh” negara & pemimpin yg tdk takut mati…

    Hrg diri & martabat bangsa + negara yg di’utama’kan…

  15. waw…berita nyang begini ni nyang di sukai babe yonhap, benar jg sih br satu thaad blm yg laen… tambah keder dah ntuh sicina ame rusia…

  16. buset tuh rudal,… pantesan si ajib keder,…

  17. buat apa launch rudal dari darat kalo bisa gotong rudal ke laut teritorial amerika tanpa terdeteksi dengan kapal selam hihihihi

 Leave a Reply