Jun 212018
 

JakartaGreater.com – Laser telah digunakan untuk menargetkan operasi udara militer AS di Pasifik, dengan 20 insiden yang tercatat sejak September tahun lalu, menurut seorang pejabat militer AS.

Dilansir dari laman CNN.com, juru bicara militer AS yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa laser telah diarahkan menyoroti pesawat AS, dan bahwa sumber dari leser ini diduga adalah China.

Insiden terbaru terjadi dalam dua minggu terakhir, kata pejabat itu.

Tak satu pun dari insiden itu mengakibatkan keluhan medis atau cedera, kata juru bicara itu. Serangan tersebut tampak mirip dengan insiden yang terjadi di negara Afrika Timur, Djibouti awal tahun ini, ketika penerbang militer AS terluka oleh sinar laser yang katanya berasal dari pangkalan militer China disekitar wilayah itu.

Saat jumpa pers reguler di hari Jumat, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan, “Menurut apa yang telah kami pelajari dari pihak berwenang yang relevan, tuduhan dalam laporan oleh media AS adalah benar-benar tidak berdasar dan murni dipersiapkan”.

WILAYAH SENGKETA

Rangkaian terbaru serangan laser yang dicurigai semuanya terjadi di sekitar Laut China Timur, yang merupakan lokasi rantai kepulauan yang disengketakan, termasuk Senkaku, yang diklaim oleh Jepang dan China, dimana mereka dikenal sebagai Diaoyu oleh China.

Perairan diwilayah tersebut dekat dengan jalur lalu lintas laut yang padat dan digunakan secara teratur oleh kapal militer dan sipil Jepang dan China, serta “milisi maritim” semi otonom yang membela kepentingan teritorial China di wilayah tersebut.

Wall Street Journal melaporkan bahwa para pejabat militer AS tidak begitu yakin bahwa serangan itu diprakarsai oleh sumber militer resmi China, namun mereka juga tidak akan mengesampingkan siapa saja yang bertanggung jawab bertindak atas nama pemerintah China.

Aviation Week & Space Technology mengutip juru bicara Marinir AS mengatakan bahwa serangan tersebut berasal dari “berbagai sumber yang berbeda”, baik di darat maupun dari kapal-kapal penangkap ikan.

Seperti halnya ambisi teritorial Beijing di Laut China Selatan, ketegangan di utara telah muncul beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir atas pulau yang disengketakan, termasuk saling berhadapan antara Angkatan Udara dan Angkatan Laut Jepang dan juga China yang dianggap berbahaya oleh kedua pihak.