Apr 182017
 

Kendaraan Peperangan Elektronika (PERNIKA) atau Electronic Warfare (EW) milik Pasukan Dukungan Strategis (SSF) China. © PLA

Departemen Pertahanan AS memperkirakan Cakan hina menempatkan penekanan besar pada perang elektronik (EW) dan akan menggunakan kemampuan tersebut untuk dapat mempertahankan kepemilikan “ilegal” di Laut China Selatan terhadap setiap serangan oleh Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari China Topix, saat ini China juga telah selangkah lebih maju dari AS dengan mengintegrasikan sistem peperangan elektronik dan perang cyber menjadi disiplin tunggal yang harus dilakukan secara bersamaan.

“Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) melihat EW sebagai kekuatan pengganda yang penting dan kemungkinan akan menggunakannya untuk mendukung semua persenjataan tempur dan militernya selama konflik”, kata laporan tahunan Pentagon tentang perkembangan militer dan keamanan China.

Laporan Pentagon meyakini bahwa PLA telah menempatkan penekanan yang lebih besar pada EW, yang sekarang ini telah setara dengan domain tradisional seperti peperangan udara, darat dan maritim. Pasukan Dukungan Strategis (SSF) yang baru didirikan bertanggung jawab atas ruang udara PLA, dunia maya dan setiap operasi EW. Misi utama dari SSF adalah memastikan superioritas militer PLA dapat dipertahankan dalam ruang udara dan juga internet.

Tanggung jawab Pasukan Dukungan Strategis (SSF) meliputi pengintaian dan pelacakan target, pengoperasian GPS dan manajemen aset ruang angkasa global, serta pertahanan terhadap EW dan kegiatan musuh di dunia maya.

Pentagon dalam laporannya mengungkapkan bahwa unit EW PLA ini telah melakukan operasi jamming dan anti jamming. Senjata, peralatan dan kinerja EW tersebut telah teruji. Semua ini telah membantu PLA meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan unjuk kekuatan serta operasi konfrontasi peralatan sungguhan dalam simulasi lingkungan EW.

Senjata EW China termasuk peralatan jamming terhadap sistem komunikasi serta beberapa sistem radar dan sistem satelit GPS. Sistem EW yang juga sedang dikerahkan adalah platform berbasis laut dan udara yang ditujukan untuk operasi ofensif dan defensif.

Namun dalam menggabungkan sistem perang cyber dan perang elektronik ke dalam disiplin tunggal membuat China mampu berdiri sendiri dan berbeda dari sistem AS. Dalam sistem AS, EW cenderung berfokus pada jamming dan berbagai aspek lainnya. Sebaliknya China telah lama memandang EW sebagai bagian dari integrasi jaringan dan peperangan elektronik.

“Itu adalah dua sisi dari mata uang yang sama, satu berfokus pada data sementara yang lainnya pada peralatan elektronik”, kata Dean Cheng, salah seorang peneliti senior di sebuah lembaga think tank konservatif Amerika yang berbasis di Washington DC, The Heritage Foundation.

China akan menggunakan kemampuan EW berskala besar untuk lebih mempertahankan pulau buatan di LCS (Laut China Selatan), yang dilihatnya sebagai benteng pertahanan pertama terhadap AS dan gugus kepulauan yang mereka sita dari negara Asia seperti Filipina, Brunei, Malaysia, Vietnam yang memungkinkan China untuk mengontrol Laut China Selatan dan mengorbankan aliansi dengan negara-negara Asia lainnya dan AS.

Kemampuan EW China juga akan digunakan terhadap negara-negara yang jauh kurang canggih seperti Vietnam, India, Taiwan atau Jepang.

  28 Responses to “China Gunakan “Electronic Warfare” Canggih Untuk Pertahankan LCS”

    • Beresin dulu sikorut,setelah itu sikat SINAGA RAKUS….tapi klo pilihan pribadi sih SINAGA RAKUS dulu yg diberesin biar tidak merajalela….semua laut mau KANGKANGI.

      • ko pas baca EW ga enak banget yak ?.. disitu banyak disebutkan ew atau electronic war. haha.. ni adminnya sengaja tao gmna. lebih sopanny singkat2 itu di kurangin.. atau ganti jdi aslinya gaush disingkat..
        BIAR ANE GA DOSA BACANYA.
        ew : elektronik war
        ew’e : DOMBA BETINA
        tapi dalam bahasa indonesia ew itu adalah …?

  1. Busyeeet Tuh Chino Ngigo Kali… Bilang Peralatannya Lebih Canggih Dari Jepang…

  2. Biarkan china perang aja dulu dg mami rika… entar ketahuan EW china benar2 sdh selangkah lbh maju apa tdk… kalo cuma propaganda ini mana tahan….

  3. USA Kirim Nuclear / Moab ke korut
    -http://dailywesterner.com/news/2017-04-16/nuclear-munitions-headed-to-korean-peninsula-cargo-plane-spotted-heading-west-over-cali-escorted-by-10-jet-fighters/

  4. bung bedor jangan gitu atuh… hayu kita ngopi di bawah pohon rindang dulu .bila perlu ajak cindy, cintia horas juga boleh.. kalo kucing mah jg di ajak…hihihi

  5. China paling pesat perkembangan militernya iya betul. Tapi kl paling canggih tunggu dulu.
    Masih banyak negara yg lbh maju tehnologi militernya. Cuma budget kurang, gak kaya china duit seabreg.

    • Sebentar lagi kemampuan perang eletronik china ya disapu bersih asykar Malaysia, ojo kuwatir.. Malaysia sangat sabar, buktinya sebagian gugus kepulauan Spratley di lcs yg diambil alih china didiamkan. Kini Malaysia sdg menunggu waktu yg pas untuk menggebuk china dari belakang, namun untuk itu menunggu terlebih dahulu ada kekuatan hebat yg menghantam china sampai sempoyongan. Harapan sebenarnya tertuju pd negara-negara yg tergabung pd FDA, namun Ingggris, Singapura maupun Australia kurang begitu gairah gebuk-gebukan dg china dalam isu lcs, sementara USA sekarang malah sibuk di Suriah dan Korut. Sabar dulu, tunggu saat yg pas untuk asykar Malaysia bertindak …

    • utk dikawasan asia emang ada negara yg punya peralatan lebih canggih dari china?
      Jepang aja masih kalah menurut laporan pentagon, padalah jepang udah bisa buat pesawat siluman sendiri tuh

  6. Pengen denger berita beginian tapi yg membuat Indonesia pasti heboh sekawasan!

    • udah ndak heboh lagi bung, sebab saat indonesia bisa buat hal semacam itu, mungkin sudah banyak negara lain di asia yg buat… sebab mereka mikir ndak pake lama 😛 xixixixi

  7. apakah perangkat Electronic war, semacam ini sudah dipikirkan TNI ( ehh salah maksudnya kemenhan)

  8. Paling aman negara brunei…

 Leave a Reply