China Heran, Beli S-400 Rusia, Dapat Sanksi dari AS

11
5
S-400 Triumf. (Andrey Luzik – Mil.ru via commons.wikimedia.org)

Shanghai, Jakartagreater.com – Kementerian luar negeri China pada Sabtu 22-9-2018 memanggil Duta Besar Amerika Serikat di Beijing untuk memprotes keputusan Washington memberikan sanksi terhadap badan militer China, seperti dirilis Antara.

Badan militer China bersama direkturnya dihukum AS karena membeli Jet tempur dan peluru kendali darat-ke-udara canggih dari Rusia. Wakil Menteri Luar Negeri China Zheng Zeguang memanggil Duta Besar AS Terry Bransand untuk menyampaikan protes atas sanksi tersebut, kata kementerian luar negeri.

Sebelumnya, juru bicara kementerian pertahanan China Wu Qian mengatakan keputusan China membeli Jet tempur serta peluru kendali dari Rusia adalah tindakan normal dalam kerja sama dua negara berdaulat. Ia mengatakan Amerika Serikat tidak berhak ikut campur.

Pada Kamis 20-9-2018, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan sanksi terhadap Departemen Pembangunan Peralatan (EED) China) karena terlibat dalam “transaksi signifikan” dengan Rosoboronexport, yang merupakan perusahaan ekspor senjata utama Rusia.

EED adalah cabang militer China yang bertanggung jawab mengurusi pengadaan senjata bagi negara itu. Sanksi yang dijatuhkan AS tersebut dikaitkan dengan pembelian 10 pesawat tempur SU-35 oleh China pada tahun 2017 dan peralatan sistem Rudal darat-ke-udara S-400 pada 2018, kata Departemen Luar Negeri AS.

Pejabat tinggi Deplu AS mengatakan, Sabtu, China adalah satu-satunya negara yang memiliki sistem canggih peluru kendali darat-ke-udara S-400, yang merupakan pelanggaran terhadap aturan sanksi AS.

Persenjataan S-400 antara lain terdiri atas radar, pengendali dan peluru kendali berjarak tempuh hingga 402,34 kilometer. S-400 pertama kali dikerahkan di Rusia pada 2007 dan disebut-sebut sebagai pertahanan paling efektif Rusia untuk menangkal pesawat, peluru kendali dan pesawat Nirawak.

11 KOMENTAR