Feb 042018
 

Kepulauan Spratly yang disengketakan sejumlah negara. © Goran tek-en via wikimedia.org

JakartaGreater.com – Perusahaan telekomunikasi dan Angkatan Laut China bekerja sama meningkatkan fasilitas komunikasi di sejumlah pulau dan terumbu di Laut Cina Selatan, menurut PLA Daily pada hari Jumat, seperti dilansir dari laman Global Times.

Armada Laut China Selatan, PLA Navy telah menandatangani perjanjian kerangka kerja untuk bekerja sama dengan tiga operator seluler terbesar China, cabang Hainan untuk meningkatkan komunikasi di pulau dan terumbu Xisha dan Nansha.

Setelah selesai pada bulan Mei, proyek itu akan membawa layanan 4G+ ke pulau dan terumbu karang yang ada.

Kawasan tersebut termasuk kota Sansha sebagian besar bergantung pada satelit untuk komunikasi saat ini, kata Chen Xiangmiao, peneliti di Institut Nasional untuk Laut China Selatan kepada Global Times pada hari Jumat.

Instalasi jaringan 4G+ di pulau Xisha dan Nansha bisa menjadi sulit bagi China Mobile, China Unicom dan China Telecom, karena iklim basah, topan, masalah transmisi jarak jauh dan pulau tertentu dan topografi terumbu.

“Perusahaan telekomunikasi menghadapi keterbatasan untuk memasang fasilitas di pulau Xisha dan Nansha, tetapi sekarang dengan bekerjasama dengan PLA Navy, perusahaan bisa memanfaatkan keahlian dan sumber daya militer”, kata Chen.

Operator akan membangun base station telekomunikasi di pulau dan terumbu karang, termasuk Yongxing, Yongshu dan Meiji. Operator juga telah menjanjikan paket layanan yang lebih terjangkau bagi para pengguna, menurut laporan tersebut.

Upgrade jaringan telekomunikasi itu tidak hanya akan memperbaiki kondisi kehidupan warga sipil dan militer, namun juga mendukung perikanan, tanggap darurat, pencarian dan penyelamatan maritim, serta upaya bantuan kemanusiaan pada perairan terdekat.

“Begitu upgrade selesai, jaringan telekomunikasi akan menjadi layanan publik regional yang secara besar-besaran akan menguntungkan orang-orang yang bekerja dan juga tinggal di daerah tersebut,” kata Chen.

Ini juga akan tersedia untuk pengguna internasional. Kapal penangkap ikan asing yang melewati daerah itu dapat menggunakan layanan tersebut, kata Chen.

“Dengan mengantarkan sinyal 4G di Laut China Selatan, juga menunjukkan bahwa China memiliki hak berdaulat untuk wilayah tersebut,” katanya.

Xinhua berkontribusi dalam artikel tersebut.

  5 Responses to “China Install Jaringan 4G+ di Pulau Buatan, Selesai Mei 2018”

  1.  

    BTSnya bs difungsikan sebagai Radar seperti Konsep yg dibuat Rusia, mantap bs jd multi fungsi patut dicontoh RI dipulau2 terdepan dan daerah perbatasan.

  2.  

    Yg penting jng di ganggu tuh Nine dash line indonesia… Serah mo instal apa kek di sana…