Mar 212019
 

Soldiers assigned to a radar station with the air force under the PLA Southern Theater Command checks the radar system on December 20, 2018. © Xu Hangchuan via China Military

JakartaGreater.com – Perusahaan senjata China baru-baru ini membuat beberapa sistem radar radiasi terahertz mempergunakan teknologi yang dilihat oleh para ahli sebagai alat pengintai udara-ke-darat yang lebih efisien dan sebuah counter potensial untuk pesawat siluman, seperti dilansir dari laman Global Times pada hari Senin.

Purwarupa (prototipe) adar radiasi terahertz telah berhasil dikembangkan oleh tim China Electronics Technology Group Corporation (CETC) yang dipimpin oleh ilmuwan Li Yuanji, sementara prototipe generasi ke-2 sudah dalam pengembangan, China Central Television (CCTV) melaporkan pada hari Minggu, mengutip pernyataan yang dirilis oleh CETC.

Pengembangan radar radiasi terahertz adalah merupakan sebuah tantangan global, sebut pernyataan CETC.

Laporan CCTV mengatakan bahwa radiasi terahertz memiliki panjang gelombang antara sinar inframerah dan gelombang mikro, luasnya spektrum yang akan membuat teknologi siluman saat ini menjadi usang, karena radar mampu mendeteksi pesawat siluman.

Jet tempur generasi kelima buatan China, J-20 Weilong © East Pendulum

Pesawat siluman biasanya menggunakan bahan komposit, lapisan penyerap gelombang radar, sehingga radar normal tidak dapat secara efektif mendeteksi mereka, menurut Wei Dongxu pada Senin, analis militer yang berbasis di Beijing.

Radiasi Terahertz, pada sisi lain, bisa menembus bahan-bahan itu dan mengekspos bagian logam di dalam pesawat, membuka penutupnya, kata Wei. Dia juga mencatat bahwa radar radiasi terahertz juga dapat dengan jelas melacak garis besar suatu objek, sehingga dapat memungkinkan untuk mengetahui jenis objeknya.

Para ahli mengatakan bahwa radiasi terahertz meluruh sangat cepat di udara, yang berarti, jangkauan efektif dari radar kemungkinan rendah serta tidak cukup untuk mendeteksi jet tempur siluman canggih dengan cepat sebelum meluncurkan serangan di luar jangkauan visual.

Sementara aspek anti-stealth (anti-siluman) dari teknologi ini masih perlu waktu untuk diselesaikan, teknologi tersebut akan dapat digunakan untuk pengintaian udara-ke-darat dengan efisiensi tinggi, menurut catatan Wei.

Radar anti siluman YLC-8B buatan CETC, China © mil.huanqiu.com

China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC) berhasil mengembangkan radar aperture sintetis video radiasi terahertz pertama di China, tulis surat kabar Science and Technology Daily yang berbasis di Beijing pada bulan Desember 2018.

Radar CASIC menggunakan radiasi terahertz untuk melihat melalui lingkungan yang rumit seperti asap, kabut dan lampu redup dan secara efisien dapat mendeteksi sasaran infanteri darat dalam kamuflase dan penyamaran, tulis surat kabar itu, mencatat bahwa ia memiliki kemampuan penetrasi yang lebih kuat daripada perangkat penglihatan inframerah.

Ketika ditempatkan pada pesawat terbang atau drone, radar akan memungkinkan operator untuk melihat dengan jelas situasi medan perang serta memberikan serangan presisi pada target yang mungkin sulit dideteksi, kata Wei. “Target tak memiliki tempat bersembunyi”, tulis surat kabar itu.

  3 Responses to “China Kembangkan Radar Anti Siluman Generasi 2”

  1.  

    makin canggih sj nih.

  2.  

    KONON ANTENA RADIO JUGA SUDAH BISA MELACAK F35 HAHAHAHHAA
    TAYPUN BLEGEK NIH CINOSS

  3.  

    Owalah… sluman-slumun nyangkut di radar ya? 😆 Hihihi