Apr 062018
 

Drone tempur CH-5 Rainbow buatan China © New China TV via Youtube

JakartaGreater.com – Pengembangan pesawat terbang tanpa awak (UAV) oleh China telah memasuki tahap baru dimana teknologi sekarang telah memungkinkan operasi yang disinkronkan antara UAV dan pesawat militer, dan UAV berbasis kapal induk pun sedang dikembangkan, menurut para ahli China yang dilansir dari laman Global Times.

Operasi gabungan pesawat militer seperti jet tempur dan UAV adalah masa depan bagi drone, tutur Shi Wen, kepala insinyur dan perancang drone Caihong (CH) atau Rainbow yang merupakan seri UAV buatan China.

“Kami sedang berupaya untuk mempromosikan kecerdasan buatan (AI) untuk pesawat terbang tanpa awak (UAV) yang memungkinkan pesawat berawak mampu menjadi kopilot UAV”, kata Shi.

Tim Shi berada di bawah China Aerospace Science and Technology Corp (CASC). Shi dan timnya telah mengembangkan jajaran UAV, termasuk CH-3, CH-4 dan juga CH-5 Advanced, yang sekarang dapat terlibat dalam misi pengawasan dan serangan.

Drone seri CH atau Cai Hong alias Rainbow sangat populer di kalangan negara-negara di sepanjang proyek Belt and Road, terutama di negara Timur Tengah dan Afrika, yang memiliki permintaan besar terhadap senjata tersebut.

“Rata-rata, setiap drone seri CH memiliki waktu terbang lebih dari 1.200 di seluruh dunia setiap tahun, kami punya database besar untuk mendukung penelitian teknologi AI tersebut”, kata Shi.

China saat ini tengah berfokus untuk membangun angkatan laut yang kuat, dan kapal induk pertama yang dibangun didalam negeri sedang mempersiapkan uji coba lautnya yang pertama, dan UAV berbasis kapal induk sedang dikembangkan, menurut Li Jie, seorang ahli angkatan laut yang berbasis di Beijing.

“Meski militer belum mengeluarkan informasi apa pun, penelitian terhadap UAV berbasis kapal induk telah dimulai sejak lama, dan UAV berbasis kapal perusak dan fregat telah digunakan dalam pelatihan”, jelas Li.

Shi mengatakan bahwa ketersediaan sumber daya yang cukup akan diperlukan dalam penelitian UAV berbasis kapal induk, jadi akan berisiko untuk mencoba semua tanpa dukungan pemerintah.

Meskipun aplikasi UAV untuk keperluan militer tetap menjadi fokus, Shi menekankan akan pentingnya penggunaan UAV oleh warga sipil.

“Perusahaan-perusahaan dari China, AS dan Eropa adalah pesaing utama di pasar UAV, dan penggunaan UAV oleh warga sipil adalah bagian yang lebih besar daripada penggunaan militer”, katanya.

UAV seri CH juga dapat digunakan untuk pengawasan hutan, eksplorasi sumber daya bawah tanah dan memantau lautan.

“Generasi baru dari UAV seri CH adalah CH-X yang merupakan pencapaian paling canggih dalam seri tersebut. CH-X tersebut akan ditampilkan dalam China Airshow 2018 di Zhuhai tahun ini”, menurut Shi pada konferensi pers, tanpa merinci.

China Airshow adalah pameran kedirgantaraan yang diadakan di Zhuhai, pada Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, setiap dua tahun. Dan tahun ini, akan diadakan mulai tanggal 6-11 November.

  42 Responses to “China Kembangkan UAV Berbasis Kapal Induk”

  1.  

    Iki jamane UAV …lanjutken

    •  

      Terbang selama 60 jam hingga jarak 10000 km dan berat arnament hingga 1 ton..harga jelas lebih miring dari us or israil… sangat menarik untuk di boyong dan copas tekhnologi nya

  2.  

    Pesat sekali perkembangan industri Dirgantara China….

  3.  

    Hnya sebagai pengingat produk Kw adalah apresiasi atau pengakuan keunggulan produk aseli yg tak bisa terucap karena kegengsian dan wibawa.

    xaxaxa
    jadi ingat para fanasboy yg sok anti, kontrarian berintelektual yg masih pake produk hasil negara yg diantikan.

  4.  

    Tni membutuhkan bnyk uav yg hrgnya terjangkau

  5.  

    ya ploduk china jawabannya bung

  6.  

    Masih dibawah Predator. Bukan levelnya USA.

  7.  

    Harga sih terjangkau tapi kualitas?? Bisa-bisa tuh UAV delay terbangnya 5 menit terus bisa menyerang sendiri operatornya kayak Giant Bow. Hhhhhhhhhh

  8.  

    emang teknologi drone nya cina emang jian…….ruski aja belajar dari cina.
    seperti orion-e male buatan ruski yg desainnya lebih mirip drone cina ketimbang drone amrik.

  9.  

    Semua hasil dr dana R&D yg besar dan SDM yg mempuni plus tenaga pemasaran yg lihai walau dibilang plagiat,KW dan bla2 lainnya toh tetap laku dipasaran!he3. Hal2 yg positif dr China patut dicontoh oleh RI.

    •  

      Betul bung tanpa sdm yg mumpuni ga bkal bisa ,coba aj kita bongkar rudal sidewinder mw cari spare part dimana,bahan2nya dimana ,dll ga mudah

    •  

      Itulah contoh pola pikir orang miskin. Buat apa punya dana R&D besar dan mumpuni kalo hasilnya adalah plagiat dan kW.

      Ada kualitas ada barang. Tapi buat China kualitas nomor sekian sih, yg penting laku. Itulah jeleknya cara berbisnis orang China. Makanya gak ada yg percaya Ama China, terikat hanya karena udah dikasih utang. Hhhhhhhhhh

      •  

        Kan tdk semuanya plagiat bs jg sudah ada perbaikan2, untuk jiplak jg harus ada SDM yg mumpuni jg bung! Dibanding RI jelas kita masih tertinggal, lagian apa ada negara pemilik teknologi memberikan ilmunya 100% kpd konsumen walau borong banyak sekalipun makanya China mengambil ilmunya dgn segala cara, negatif memang tapi hal positif dr China jg perlu kita contoh. Toh NATO aja sdh sangat khawatir dgn kemajuan pesat China dan Rusia sehingga dgn segala cara jg untuk menghambat itu semua! Dibutuhkan kecerdasan dan kecerdikan para stakeholder NKRI untuk bs mengambil keuntungan dan menghindari kerugian dr perseteruan tsb!just.Imho.he3

      •  

        Ga semua kw buktinya hipersonik rudal n pesawat,railgun,dll sekrg yg terdepan ,dah lumayan negara asia yg teknologi militernya ketinggalan 40 th dpt semakin persempit jarak dgn usa/barat dari pada sekadar jdi pengamat hihi

        •  

          ”hipersonik rudal n pesawat,railgun,dll sekrg yg terdepan”

          terdepan dlm maling hasil riset iya

          •  

            satu lagi bung, jangan lupa satelit laser pertama didunia buatan China :D nah, klo itu apa sepanyol juga alias separoh nyolong? :P hehehehe

          •  

            Maling? Mang railgun n hipersonic dah dipakai di kapal perang amrik? Khan blm masih uji coba ?

          •  

            kwak kwak,,,velajar dulu wan yg namanya patent itu apa, dan siapa pencipta railgun pertama kali,,,xixi

            amrik punya railgun bukan berarti jiplak melainkan meminta lisensi dr pemegang patent eropa….

      •  

        Ga ada yg percaya? Lho saudi menanamkan investasi 80 m$ ,iran,pakistan yg republik islam lebih percaya ke china,palestina ga mw usa sebagai perantara,amrik menaikan tarif buat teknologi tinggi komputer,otomotif,telekomunikasi dll karena kalah bersaing di negaranya dan kalah laku kok disebut kw bung ??????

        •  

          bukan soal percaya koh, tapi rasionalitas investasi dan nilai perdagangan sebagai indikator aliansi sebuah negara adalah logical fallacy

          nilai investasi negara2 tersebut tidak seberapa dgn nilai investasi As klo pake logika anda bukankah as seharusnya sekutu china?
          jika aturan perdagangan bebas sudah disleding tak ada slahnya sleding balik.
          mungkin sebaiknya china mulai riset daripada maling terus agar barang2 elektroniknya bisa dikonsumsi manusia seperti halnya makanan.

          •  

            Ga ush berkoar kayax. Trump daniela stromp huhuhu buat apa ada wto? Buktikan disana forum resmi,hak paten tuntut aj kenapa ga ada yg menuntut resmi ?

          •  

            xixi benar wan,,,,buat apa ada wto, klo kgk ada wto sudah bubar dah perdagangan antar negara yg punya paham yg berbeda.
            cina sudah ga bisa dagang ke amerika, dan negara lainnya,
            sedangkan negara lainnya sudah ga bisa supply teknologi maupun supply barang masuk ke cina..

            benar kgk perlu wto, tapi itu hanya pandangan sekilas saja, benci boleh, tpi jadi orang goblok ya jgn,,,,wong krn wto juga export indonesia bisa tembus ke beberapa negara.

          •  

            Ente ketik aja di Google, Patent Dispute againts China. Ntar ente tau seberapa losernya junjungan ente, Kwan. Hhhhhhhhhh

          •  

            karna ada yg namanya kedaulatan negara koh beserta hukum2 di dlmnya, gak bisa menghukum orang di negeri orang.

            hal yg sama pun juga dirasakan orang china daratan koh ketika mereka “diberi tahu” pembunuhan 3.5 juta etnis china di tahun 1965 dan 400ribu lagi di tahun 1998 oleh pemerintah Indonesia, buat apa ada pbb , kenapa ga ada yg menuntut Indonesia

            Wto organisasi meritokrasi koh masing2 menjaga keuntungan sndri2 termasuk investasi2 di china.

          •  

            Haduh kwan situ debat tidak bisa menyentuh tema substansialnya… jadi engak ada kesimpulanya…. !!!
            Semua tehnologi dasar(awal) punya pencipta tapi perkembangan terus dilalukan hingga tercipta tehnologi baru pendukung atau penyempurna tehnologi awal tersebut…. jadi hak paten disematkan pada suatu hal baru… makanya hak paten punya masa berlakunya… bila sudah habis masa lakunya tersebut maka semua jadi milik publik(umum). Dan siapa saja boleh belajar dan menyempurnakanya… ambil contoh awalan. Pesawat tercipta hingga sampai saat ini generasi ke6…!!!

  10.  

    gini ajaa,secara teknologi china unggul di asia,dan secara kualitas ok lah memang benar ada nya kualitas ploduk cung lik kurang wow kyak ploduk as,,tpii bedanya dalam penggunaan yang terbatas seperti yang di jelaskan pak hadi kmaren,,drone yang di beli israel masih di batasi pemakaiannya oleh produsennya,dan pilihan beli drone china karna pemakaiannya tidak di batasi oleh panda,,

  11.  

    tkut kyak f 16 nnti,mau buat perang mempertahankan tim tim malah di embargo,,knpa awalnya di dukung kalo ahirnya di bargo,indo yang plin plan atau amrik yang licik

 Leave a Reply