May 122018
 

ilustrasi: SU-35. (photo: Alex Beltyukov via commons.wikimedia.org)

Taipei, Jakartagreater.com – China mengirim jet tempur dan pesawat militer lainnya dekat Taiwan Jumat, 11-5-2018 dalam serangkaian latihan terbaru yang Beijing katakan ditujukan pada “pasukan kemerdekaan” pulau itu.

Kementerian pertahanan Taiwan mengatakan beberapa pembom H-6K, pesawat pengintai dan pesawat angkut terbang melintasi Selat Bashi, Selatan Taiwan, dan di atas Selat Miyako, dekat Okinawa, selama latihan Jumat pagi, dirilis situs Japantimes.co.jp. Ini adalah pertama kalinya para Jet Tempur Tiongkok Su-35 dikirim ke Selat Bashi, kata kementerian itu, sementara Jet Tempur J-11 dan pesawat peringatan dini juga ikut ambil bagian.

Kementerian itu meyakinkan publik dalam sebuah pernyataan bahwa mereka dapat memantau sepenuhnya latihan angkatan laut dan udara China dan “mengambil langkah-langkah responsif yang efektif untuk menjamin keamanan pertahanan.”

China melihat pemerintahan Taiwan secara demokratis – yang tidak pernah secara resmi menyatakan kemerdekaan dari daratan – sebagai bagian dari wilayahnya yang membelot untuk dibawa kembali ke dalam keruntuhan, dan tidak mengesampingkan reunifikasi dengan kekuatan.

Kementerian pertahanan China menegaskan dalam sebuah pernyataan Jumat bahwa itu adalah pertama kalinya Su-35 terbang di atas Bashi Channel, menyebutnya sebagai “terobosan baru, menyoroti peningkatan baru pada kemampuan tempur Angkatan Udara.”

Beijing telah meningkatkan patroli militer di sekitar Taiwan dan menggunakan tekanan diplomatik untuk mengisolasi secara internasional sejak Presiden Tsai Ing-wen, dari Partai Progresif Demokratis yang pro-kemerdekaan, menjabat pada tahun 2016.

Bulan lalu, angkatan udara China mengatakan rangkaian operasi itu dimaksudkan untuk “memperkuat kapasitasnya untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorial.” Juru bicara kementerian pertahanan Wu Qian mengatakan pada konferensi pers bulanan bahwa mereka “diarahkan melawan pasukan dan kegiatan kemerdekaan Taiwan di pulau.”

Taiwan telah menuduh Beijing melakukan “saber-rattling” dan mencoba untuk mencekik ketegangan regional dengan derasnya latihan baru-baru ini. Taipei telah mengumumkan bahwa mereka akan berlatih menggagalkan “invasi” China dalam latihan pemadaman api tahunan pada bulan Juni dengan mensimulasikan serangan kejutan pantai. (Japantimes.co.jp).

Bagikan :

  33 Responses to “China Kirim Jet Tempur Su-35 Dekat Taiwan”

  1.  

    Su 35 unjuk kekuatan

  2.  

    Kirim aja F-22 kesana. Atau kalau ga, Taiwan dibolehin beli Su-35 juga. Rusia pasti gak keberatan produknya dibeli Taiwan. Hhhhhhhhhh

    •  

      Ga mungkin to ,peerjanjian beli gas dan minyak rusia-sino senilai 400 milyar $ mw diprtaruhkan demi uang receh ratusan juta $, lagi itu psy war supaya jgn memerdekan diri taiwan,jika sampai perang kita yg sangat repot 250 ribu tki ,blm mahasiswa kita di taiwan mw berapa ratus balik diangkut pulang? Blm berapa bnyk inves taiwan didaratan? Paling nanti 2 th lagi tsai ing wen kalah trus yg berkuasa lagi KMT

      •  

        Gak ada perjanjian kayak gitu. Kalo ada, berarti Rusia itu lemah ya. Ama China aja nurut. Hhhhhhhhhh

        •  

          Ga ada gimana 20 th kontrak minyak dan gas rusia -sino ditandatangani putin-xi ,blm inves kereta cepat kazan-moskwa 6 m$ ,bukan takut keles u aj jika kerjasama yg lebih menguntungkan masa pilih yg recehan hhhhhh

        •  

          1,05 juta barel minyak tiap hari di export rusia ke china. X 70 $/barel dah 70 jt dolar/hari blm gasnya sekita 1 triliun lebih/hari rusia dpt dari sino hsl jual minyaknya ,coba kalo dipindahkan ke arab saudi,iran,irak ditengah embargo amerika apa rusia masih bisa punya power to? Saling ketergantungan didunia global ga bisa dielakan itu realita

    •  

      Russia jelas tidak keberatan… tapi bakalan kena sangsi apa ngga tuh Taiwan berani beli pespur ke Russia???

      •  

        Rusia dekat dng beijing jd gak mungkin bro klo Rusia mau jual ke Taiwan. Sama halnya Rusia mau jual SU-35 ke Pakistan yg ditentang India. Jng terpengaruh komen ghendeng si gatol bro…..hehehe

        •  

          Paham bang Ruskye… saya hanya mengikuti maunya bung Agato saja… kan USA juga pernah ditawari S-400…

          Pakistan itu unik bung… sekarang USA rela melepas kemitraan dengan Pakistan karena mengincar pasar India… mereka paham sekali kalau India berpaling ke Russia gara2 Pakistan yang dekat dengan mereka (USA), dengan melepas Pakistan maka mereka memiliki peluang lebih besar untuk mendekati India karena India juga rada panas dengan China, dimana China juga dekat dengan Russia… Pakistan galau karena ditinggal USA dan akirnya merapat kepada China… jelas saja Russia tahu persis kalau Pakistan itu seteru utama India disamping ada China juga…

          •  

            Ya bung yuli pakistan habis2an dibantu china infrastrukturnya 65 m$ dari kereta api,bandara,pelabuan,jalan raya,bendungan dll blm tekno militer dikasih TOT special buat pakistan sampai yg paling canggih pelacak rudal dikasih ke pakistan,bom nuklir juga ada bantuan china bung sampai pakistan mampu buat

    •  

      Komen ora mutu, uteke neng dengkul, sdh tau rusia termasuk yg mengakui hanya mengakui china.dan tidak mengakui Taiwan. Pinter dikir napa…gatol…gatol….wkkkkk

  3.  

    min, dengar2 berita pengiriman s-300 rusia ke suryah batal,,,…padahal israel cuma melotot doang….tpi rusky segan kirim s-300 ke suryah….

  4.  

    Semakin unjuk gigi tetapi apa sanggup China berseteru dgn negara2 kuat lainya!

  5.  

    Politik ideologi kental terasa bakal banyak yg akan ikut campur tangan dsn!

    •  

      Btul apa kata panglima TNI pak Hadi utk segera mengisi alutsista dng tidak lagi memakai model konvensional alias sesuai pagu anggaran yang bertahap dan bertele-tele..
      Hanya saja pihak Kemenham inginnya bertindak lebih hati2 agar anggotanya tidak terciduk KPK.
      Disatu sisi percepatan pemenuhan alutsista wajib segera utk penguatan natuna dan papua dng model penggunaan Anggaran yg bersifal like Specialist yg sebenarnya sdh tertuang dalam keppres pengadaan barang dan jasa pemerintah, krn pembelian alutsista gak bisa bayar skrng barangnya datang besok. Melainkan ada proses inden yg cukup lama. Itu sebabnya perlu percepatan

      Sementara disisi lain Kemenhan berkeras pada proses prosedural. Karena sorotan masyarakat serta LSM di DepHan terkait penggunaan dana yg tdk transparan pd pembelian alutsista. Masa sih pembelian yg bersifat rahasia terutamanya mengenai spek hrs dibabar ke khalayak umum.? Dimana efek deterennya jika itu terjadi.

      Sementara di pihak pemerintah sendiri msh kesulitan dana terkait kondisi ekonomi saat ini. Pinjaman sdh terlalu membebani anggaran krn defisit anggaran yg makin melebar.

      Apapun yg terjadi selamatkan “Natuna” dan “Papua”

 Leave a Reply