China Laksanakan Uji Perdana SLBM JL-3

35
Ilustrasi: uji peluncuran SLBM JL-1 buatan China © China Defense

JakartaGreater.com – Pada tanggal 24 November, Angkatan Laut PLA telah melaksanakan uji peluncuran perdana rudal balistik yang diluncurkan dengan kapal selam (SLBM), JL-3 menurut sumber pemerintah AS seperti dilansir dari laman Washington Free Beacon.

Menurut Free Beacon, pengujian berlangsung di Laut Bohai dari kapal selam konvensional yang dimodifikasi. Kapal selam rudal balistik (SSBN) Tipe 096 saat ini masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan akan memulai uji coba laut dalam 3-4 tahun lagi.

Otoritas China belum secara terbuka mengkonfirmasi kabar tentang pengujian tersebut.

Pada pengujian tanggal 24 November tersebut tidak terlihat JL-3 terbang dalam jangkauan sepenuhnya. Tes penerbangan pertama kemungkinan hanya untuk memverifikasi pelepasan dingin dari tabung peluncuran berbasis kapal selam. Menurut data intelijen AS, menyebut bahwa jangkauan rudal itu diperkirakan antara 12.000 – 14.000 km.

SLBM JL-3 bersama dengan SSBN Type 096, akan menandai modernisasi penangkal nuklir berbasis laut buatan China yang baru beroperasi baru-baru ini. Saat ini, Beijing diketahui mengoperasikan setidaknya 4 – 6 unit SSBN Type 094 yang dipersenjatai dengan SLBM JL-2, sebuah SLBM yang dikembangkan berdasarkan pada rudal balistik antar-benua berbahan bakar padat, DF-31 yang disebut NATO CSS-10.

Kapal selam peluncur rudal balistik Jin-Class (Type 094) Angkatan Laut PLA © USNI via Wikimedia Commons modified by JakartaGreater.com

JL-3 diharapkan menawarkan perluasan jangkauan yang cukup besar atas JL-2, yang telah diperkirakan oleh intelijen militer AS memiliki jangkauan lebih dari 7.000 km. Itu berarti SSBN yang membawa rudal ini akan berada di luar jangkauan target yang ada di AS.

Jangkauan JL-3, akan memungkinkan kapal selam China untuk menyerang sasaran di benua Amerika, meningkatkan daya tahan mereka dengan mengurangi kebutuhan untuk navigasi ke perairan yang diperebutkan dalam konflik, misalnya di Pasifik Barat.

Empat SSBN Jin-Class Tiongkok mewakili penangkal nuklir pertama yang kredibel di Hong Kong, menurut laporan Pentagon pada tahun 2018 tentang kekuatan militer China. SSBN Type 096 generasi mendatang ini dilaporkan akan dipersenjatai dengan SLBM JL-3 lanjutan, kemungkinan akan memulai pembangunan pada awal tahun 2020-an.

Mengingat rentang hidup dari operasional Type 094 dan Type 096 masa depan, Angkatan Laut PLA kemungkinan akan mengoperasikan kedua jenis SSBN secara bersamaan. Semua SSBN Type 094 China berbasis di pangkalan kapal selam dekat Yulin di Pulau Hainan, Laut China Selatan.

Hingga saat ini, jumlah total armada SSBN Tiongkok yang direncanakan masih belum pasti, tetapi kemungkinan bahwa Beijing akan mengalihkan usahanya dari Type 094 bersenjata SLBM JL-2 menjadi Type 096 bersenjata SLBM JL-3 di tahun-tahun mendatang.