China Luncurkan Varian Terbaru Siluman J-20B

Jakartagreater.com – Sejumlah media Cina dan Hong Kong melaporkan bahwa varian baru jet tempur siluman Chengdu J-20 China telah memasuki produksi massal. Mengutip sumber militer, dilaporkan bahwa pesawat tempur baru, yang dikenal sebagai J-20B, secara resmi diluncurkan pada 8 Juli pada upacara yang dihadiri oleh para pemimpin militer senior termasuk Wakil Ketua Komisi Militer Jenderal Zhang Youxia, yang bertanggung jawab atas pengembangan senjata, lansir Militay Watch Magazine.

Pesawat tempur J-20 basic mulai beroperasi di Angkatan Udara People’s Liberation Army (PLA) China pada Maret 2017, dan hingga hari ini tercatat sebagai satu-satunya pesawat tempur generasi kelima yang sudah aktif, di luar Amerika Serikat. Pesawat tempur berat bermesin ganda yang berspesialisasi dalam pertempuran udara ke udara, menjadikannya mirip dengan F-22 Raptor AS dan jauh lebih berat daripada F-35 yang lebih baru.

J-20 memiliki berbagai kemampuan canggih, yang banyak di antaranya tidak ditemukan pada siluman pesaing dari Amerika Serikat, termasuk helmet mounted display, rudal dengan radar AESA, dan sistem bukaan terdistribusi yang semuanya berfungsi untuk memberikan keunggulan dibandingkan F-22. Pesawat tempur generasi kelima lainnya, termasuk Su-57 Rusia mengandalkan rudal udara-ke-rudal dengan radar yang dipindai secara pasif dan jarak yang jauh lebih pendek daripada rudal PL-15 yang digunakan oleh J-20, dengan sensor yang lebih modern, rudal China mampu mengunci target tersembunyi dan jauh lebih sulit di jammed.

Masih belum pasti kemampuan baru apa yang dimiliki varian J-20B, atau apakah J-20 basic sudah berhenti di produksi massal, dan kapan J-20 varian baru akan memasuki layanan garis depan. Satu-satunya kemampuan baru yang dilaporkan adalah penambahan mesin vectoring dorong untuk kemampuan manuver tambahan, menjadikannya pesawat tempur Cina kedua yang mengintegrasikan teknologi tersebut setelah jet J-10C yang mulai beroperasi pada tahun 2018.

Vectoring dorong memberikan kemampuan manuver yang ditingkatkan kepada pesawat tempur terutama pada kecepatan rendah, dan J-10C dan F-22 sebelumnya adalah satu-satunya pesawat tempur non-Rusia yang mengintegrasikannya. Berbeda dengan F-22 yang mengandalkan mesin vektor dorong dua dimensi, J-20 kemungkinan menggunakan vektor dorong tiga dimensi untuk kemampuan manuver yang jauh lebih tinggi pada kecepatan rendah – setelah sebelumnya memberikan kemampuan seperti itu ke J-10C. Tiongkok diperkirakan telah memperoleh akses ke teknologi mesin vektoring melalui transfer teknologi dari Rusia yang menyertai pembelian pesawat tempur Su-35 pada tahun 2015.

Spekulasi kemampuan baru lainnya dari J-20B adalah sensor yang lebih kuat dan sistem peperangan elektronik, profil yang lebih tersembunyi, avionik baru, radar menghadap ke samping dan belakang serta kemungkinan rak rudal baru untuk memfasilitasi muatan persenjataan internal yang lebih besar. Masih belum pasti apakah akan ada perbedaan yang terlihat antara varian baru dan pendahulunya, atau apakah J-20 yang lebih tua dapat ditingkatkan ke standar J-20B.

Salah satu kelemahan yang dilaporkan pada varian J-20B adalah memiliki mesin yang belum cukup kuat yang sebanding dengan mesin F119 pada jet F-22 – yang memberikan keunggulan besar pada jet siluman Amerika Serikat. Dan Cina saat ini sedang mengembangkan sejumlah desain mesin generasi terbaru, dengan J-20 dilaporkan akan dilengkapi dengan mesin turbofan afterburning WS-15, yang menurut laporan media China akan siap sebelum akhir tahun 2022.

WS-15 memiliki daya dorong yang dilaporkan sebesar 197kN, membuatnya jauh lebih kuat daripada mesin F119 Amerika Serikat dan sangat mungkin akan memberikan J-20 dengan kinerja penerbangan yang lebih unggul.

3 pemikiran pada “China Luncurkan Varian Terbaru Siluman J-20B”

Tinggalkan komentar

Most Popular

Komentar