Apr 122017
 

Korvet Type 056 CNS Liupanshui. © PLA Navy

Kapal perang CNS Liupanshui (514), korvet Type 056A dari kelas Jiangdao terbaru dari armada permukaan Angkatan Laut China (PLA Navy), telah bergabung dengan Armada Laut Selatan dan akan melakukan perang anti kapal selam (ASW) terhadap kapal selam Angkatan Laut AS di Laut China Selatan, seperti dilansir dari situs China Topix

Korvet Liupanshui dilengkapi dengan sonar derek dengan variabel kedalaman untuk operasi pertempuran anti kapal selam (ASW). Tanpa helikopter ASW, kapal perang Liupanshui dan kapal lainnya dari type 056, tentunya cukup serius mendegradasi kemampuan ASW-nya.

Korvet Liupanshui ditugaskan bersama PLA Navy pada tanggal 31 Maret 2017 di pangkalan angkatan laut Yulin di kota pelabuhan Sanya di pulau Hainan. Korvet Type 056 yang memiliki kemampuan ASW adalah Type 056A. Korvet Liupanshui dilengkapi dengan senjata 4 rudal anti-kapal YJ-83 yakni dengan dua peluncur yang masing-masing memiliki dua rudal, meriam utama 76 mm dan dua peluncur tiga torpedo 324 mm.

Sebanyak 6 unit korvet Type 056 bergabung PLA Navy tahun 2016. PLA Navy saat ini sedang membangun 1 unit korvet setiap 2 bulan dalam upaya untuk memperkuat armada kapal perang permukaannya.

Tiga unit korvet Type 056 diluncurkan pada bulan September dan Oktober 2016, dengan total 39 unit korvet dimiliki oleh PLA Navy saat ini, dan membuat kelas ini sebagai kapal perang permukaan paling banyak yang dimiliki Angkatan Laut China.

Dari jumlah tersebut, 27 unit dalam pelayanan aktif berpatroli di perairan dan pesisir pantai atau dekat dari daratan China. PLA Navy berencana untuk memiliki setidaknya 60 unit kapal perang kecil ini tapi dengan dilengkapi persenjataan berat dengan sebagian besar dilengkapi kemampuan perang permukaan (Type 056) dan sisanya untuk perang anti kapal selam (Tipe 056A).

Media China melaporkan bahwa 12 unit korvet saat ini sedang disiapkan atau menjalani uji coba sebelum ditugaskan. Proses ujicoba ini membutuhkan waktu sekitar 12 bulan untuk diselesaikan.

Kapal perang baru tersebut akan didistribusikan antara lain untuk Armada Laut China Selatan, Armada Laut Timur dan Armada Laut Utara. Sejumlah korvet Type 056s juga sedang dibangun untuk China Coast Guard.

Type 056 adalah kapal permukaan terkecil yang dimiliki PLA Navy. Mereka mengganti sejumlah besar kapal rudal, kapal pemburu kapal selam dan kapal patroli perairan dan pesisir China yang luas. Kapal-kapal tersebut memiliki jangkauan jelajah 3.500 mil laut dan berbobot 1.500 ton. Mereka memiliki fitur desain lambung siluman dengan permukaan miring.

Bagikan Artikel:

  16 Responses to “China Memproduksi 6 Unit Korvet Type 056 Per Tahun”

  1. patut di contoh

  2. Cina sudah menguasai manufaktur modular, makanya bisa cepat. . . Ssst . . Indonesia juga sudah bisa lho. . Hanya masalah duitnya lancar apa nggak.

  3. Sedangkan kita, bikin 1-2 unit KCR yg beratnya gk sampe 1.000 ton, membutuhkan waktu hingga 1 tahun.

    • kenapa gak dilanjutkan saja pembuatan SIGMA 10514.. maksimalkan yg sudah ada.. walaupun masih dalam status beli dari DSNS tetapi sudah bisa dibuat di galangan Indonesia. Saya rasa untuk perencanaan tetap saja dijalankan sebagai pemenuhan 22 korvet..

      Sigma PKR 13018
      jika ingin memperbesar kapasitas sigma,, Sigma PKR 13018 bisa menjadi pilihan.. tentunya perlu belajar tambahan dan pembelian lagi langsung ke DSNS. Memang akan menambah beban keuangan, tapi bisa meningkatkan daya tagih terhadap TOT sigma.

      entahlah,, kita tidak tau kenapa proyek ini tidak dilanjutkan.. sampai kapal PKR IGNR sudah uji laut dan pelatihan awak sudah dimulai, belum ada kontrak pembuatan baru jenis ini. Apakah dinilai ada masalah?!! entahlah.

  4. Klo mau kuta ba maksimalkan semua galangan yg ada. Tp apa ada kemauan dr pemerintah? Gitu aja lo.

  5. Dan Indonesia memproduksi 5 KAL 28m pertahun serta 2 unit kcr 40 pertahun hehehe…

  6. Kaprang Indonesia kok lambat perkembangannya, heavy frigat setara destro aja blm apalagi destro penjelajahnya!

  7. PKR 3 dibelanda mas brow

 Leave a Reply