China Menentang Penarikan Mundur AS dari Perjanjian INF

JakartaGreater.com – China menentang penarikan munrut Amerika Serikat (A.S.) dari Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) dengan Rusia yang berjalan selama beberapa dekade, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri seperti dilansir dari laman China Military pada hari Minggu.

“China menentang penarikan mundur Amerika Serikat dan mendesak baik Rusia serta AS untuk menyelesaikan perbedaan mereka dengan baik melalui dialog konstruktif”, kata juru bicara Geng Shuang pada hari Sabtu.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada hari Jumat mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menangguhkan kepatuhannya terhadap Perjanjian INF mulai hari Sabtu, 2 Februari 2019, yang akan memicu periode penghitungan mundur enam bulan yang mengarah ke penghentian permanen dari perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1987 antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo © Gage Skidmore via Wikimedia Commons

“Sebagai sebuah perjanjian bilateral penting dalam pengendalian, perlucutan senjata, perjanjian itu sangat penting untuk memperlancar hubungan antara negara-negara besar, mempromosikan perdamaian internasional dan regional, serta untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas strategis global”, menurut Geng sambil menyatakan rasa penyesalan atas penarikan itu.

Penarikan unilateral Amerika Serikat ini, kemungkinan akan memicu serangkaian hasil negatif, dan China akan terus mengikuti perkembangan terbaru, katanya.

Menanggapi pertanyaan tentang sikap China kepada negosiasi perjanjian multilateral baru tentang kontrol senjata, Geng mengatakan bahwa China juga akan menentang multilateralisasi perjanjian itu.

Multilateralisasi perjanjian melibatkan serangkaian masalah politik, militer dan hukum yang rumit dan ada banyak negara yang merasa sangat khawatir, kata Geng.

“Prioritas utama kami adalah melindungi, serta mengimplementasikan perjanjian yang ada [antara A.S. dan Rusia] dengan baik, daripada menyusun sesuatu yang benar-benar baru untuk menggantikan yang lama”, katanya.

Tinggalkan komentar