Feb 072019
 

JakartaGreater.com – China menentang penarikan munrut Amerika Serikat (A.S.) dari Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) dengan Rusia yang berjalan selama beberapa dekade, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri seperti dilansir dari laman China Military pada hari Minggu.

“China menentang penarikan mundur Amerika Serikat dan mendesak baik Rusia serta AS untuk menyelesaikan perbedaan mereka dengan baik melalui dialog konstruktif”, kata juru bicara Geng Shuang pada hari Sabtu.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada hari Jumat mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menangguhkan kepatuhannya terhadap Perjanjian INF mulai hari Sabtu, 2 Februari 2019, yang akan memicu periode penghitungan mundur enam bulan yang mengarah ke penghentian permanen dari perjanjian yang ditandatangani pada tahun 1987 antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo © Gage Skidmore via Wikimedia Commons

“Sebagai sebuah perjanjian bilateral penting dalam pengendalian, perlucutan senjata, perjanjian itu sangat penting untuk memperlancar hubungan antara negara-negara besar, mempromosikan perdamaian internasional dan regional, serta untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas strategis global”, menurut Geng sambil menyatakan rasa penyesalan atas penarikan itu.

Penarikan unilateral Amerika Serikat ini, kemungkinan akan memicu serangkaian hasil negatif, dan China akan terus mengikuti perkembangan terbaru, katanya.

Menanggapi pertanyaan tentang sikap China kepada negosiasi perjanjian multilateral baru tentang kontrol senjata, Geng mengatakan bahwa China juga akan menentang multilateralisasi perjanjian itu.

Multilateralisasi perjanjian melibatkan serangkaian masalah politik, militer dan hukum yang rumit dan ada banyak negara yang merasa sangat khawatir, kata Geng.

“Prioritas utama kami adalah melindungi, serta mengimplementasikan perjanjian yang ada [antara A.S. dan Rusia] dengan baik, daripada menyusun sesuatu yang benar-benar baru untuk menggantikan yang lama”, katanya.

  9 Responses to “China Menentang Penarikan Mundur AS dari Perjanjian INF”

  1.  

    Aah pangung sandiwara,banyak banyolanya….mereka pemilik tehnologi tinggi hanya mau memonopoly tehnologi dan penelitian dan pengembanganya…sedang negara lain harus beli itu pun dengan segala macam prasarat…siapa yang mematuhi perjanjian tersebut setelah ditandatangani…sedang pengembangan rudal terus dilakukan oleh negara negara tersebut…baik secara terang terangan maupun secara diam diam…tapi tetap menekan dan mengancan negara lainya yang akan melakukan pengembangan dan uji coba…mungkin mereka pikir negara dunia ketiga otaknya hanya lendir semua hanya tau korupsi dan memperkaya diri sendiri saja…xaxaxaxaxa…mungkin juga seh…!!!

  2.  

    Wow…daku mulai nyiyir lagi neh….xaxaxaxaxa…

  3.  

    Hhhhhhhhhhh, liat China jiper kalo diikutkan dalam INF. China seharusnya tidak punya urusan dg keluarnya USA dari INF. Justru China lah yg harus ikut serta dalam perjanjian tersebut. INF seharusnya bukan hanya untuk menjaga perdamaian Eropa tetapi juga dunia dengan melibatkan seluruh pemilik senjata nuklir.

    •  

      Cina akan masuk perjanjian tersebut tapi masih nunggu indonesia bisa buat dulu…!!!
      Itu juga kalo engak kita kena bomnya dulu baru mau buat…Wxaxaxaxaxa…biasanya kena hujan dulu baru berpikir beli payung…itu biasanya seh…!!!

  4.  

    Nuklir itu haram dek,,,yang engak haram itu kalo kita yang dibom duluan….sama kayak makan bab1 kalo bab1 makan kita kan engak haram…!!!

  5.  

    Tapi gue janji nanti kalo gue dah besar nanti gue buat tuh mercon…!!!