Mei 262018
 

Jet tempur siluman Chengdu J-20 dalam Zuhai Airshow 2016. © Alert5 via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – China secara komprehensif menguji kemampuan pesawat siluman dan menerapkan teknologi matang untuk desain dan pembuatan kapal Angkatan Laut, menurut ahli militer pada hari Selasa seperti dilansir dari laman Global Times.

Shenyang Aircraft Corporation telah berhasil melakukan uji Radar Cross-Section (RCS) untuk pesawat terbang, sebut akun resmi media sosial dari Ordnance Industry Science Technology, sebuah majalah industri dan teknologi pertahanan asal China.

Ini adalah pertama kalinya China secara terbuka merilis informasi mengkonfirmasikan penggunaan teknologi pengujian RCS pada jet tempur siluman.

Laporan hari Selasa termasuk foto jet tempur seperti Shenyang J-11 serta tim peneliti dari perusahaan yang bermarkas di Provinsi Liaoning, Tiongkok Timur Laut tersebut. Para analis militer mengatakan artikel itu membuktikan bahwa kemampuan siluman China telah meningkat secara drastis, dimana sejumlah lembaga penelitian industri militer China dapat menerapkan teknologi secara matang untuk produksi senjata yang lebih canggih termasuk kapal dan tank.

RCS adalah ukuran seberapa besar suatu objek dapat terdeteksi oleh radar. Indeks RCS yang lebih besar menunjukkan bahwa objek lebih mudah dideteksi oleh radar. Menurut laporan itu, China lama memperoleh teknologi ini dan menerapkannya pada desain dan pembuatan jet tempur siluman generasi kelima paling canggih J-20.

“Jet siluman J-20 dibangun oleh Chengdu Aircraft Industry Group dan Shenyang Aircraft Corporation juga sedang melakukan litbang pesawat tempur siluman FC-31, sehingga teknologinya sangat mendasar dan penting”, kata pakar militer Song Zhongping.

Menambahkan bahwa jika tes RCS dapat digunakan secara matang, berarti jet tempur generasi keempat termasuk J-11 dan J-16 yang menjadi armada utama Angkatan Udara PLA dan diproduksi oleh Shenyang Aircraft Corporation, juga dapat meningkatkan kemampuan siluman mereka.

Indeks RCS sangat bergantung pada ukuran, konfigurasi, dan materi objek. Meskipun jet tempur tua tak dapat mengubah konfigurasi aerodinamis mereka, mereka masih dapat mengurangi indeks RCS dengan lapisan siluman, menurut catatan Song.

“Ini berarti bahwa selain dari Chengdu J-20, beberapa pesawat lain pada Angkatan Udara China juga memiliki kemampuan siluman”, katanya.

Hanya beberapa negara di dunia yang memiliki kemampuan untuk pengujian siluman, AS, Rusia dan beberapa anggota Uni Eropa dapat melakukan tes, menurut laporan itu. Teknologi ini juga dapat digunakan pada kapal angkatan laut dan kendaraan darat lapis baja di darat.

Bagikan: