JakartaGreater.com - Forum Militer
Mar 032014
 
Rudal C-705 China

Rudal C-705 Kerjasama China- RI

Beijing 03/03/2014- Beijing menginginkan uang tambahan dari Indonesia, setelah menemukan negara yang secara aktif mencoba meng-eksport versi sendiri (tiruan) dari rudal anti kapal permukaan C 705 China, ke pasar internasional. Pernyataan ini dilaporakan koran berbahasa China Want Daily.

Selama pertemuan antara Senior militer China dan Indonesia yang dilakukan oleh Kepala Staf PLA, Jenderal Fang Fenghui dan Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Beijing, kedua negara membahas sejumlah isu termasuk penguatan kerjasama maritim, Latihan Anti-Teror, Pengadaan alat-alat pertahanan dan kerjasama industri, seperti yang disampaikan oleh Janes Defense Weekly

Indonesia membeli sekitar 40 rudal C-705 rudal anti-kapal permukaan dari China, ujar Silmy Karim dari Komite Kebijakan Industri Pertahanan Indonesia. Angkatan Laut Indonesia berencana melengkapi kapal patroli cepat KCR-40 dengan rudal yang dirancang dan diproduksi oleh Beijing berbasis China Aerospace Science and Industry Corporation. Di samping itu, Indonesia juga berharap untuk memproduksi versi sendiri dari rudal C-705 untuk pasar luar negeri, ujar Karim.

Rudal C 705 China

Rudal C 705 China

Cina telah menolak untuk menyerahkan sepenuhnya teknologi rudal C-705 ke Indonesia, karena masih banyak negara lain yang ingin membeli senjata canggih dari China, ujar Karim dari KKIP. Beijing malah meminta biaya tambahan dari Jakarta untuk mengamankan hak intelektual atas produksi rudal tersebut.

Indonesia sudah mendapatkan izin dari China untuk memproduksi rudal anti-kapal C-805, untuk kapal patroli PB-57 . Juga diperbolehkan untuk mengekspor rudal C-805 ke negara-negara asing.

Jepang Ajak Kerjasama
Menteri luar negeri Jepang dan Indonesia sepakati untuk mengadakan pembicaraan ‘2 +2’ Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan sesegera mungkin, untuk memperkuat kemitraan strategis yang komprehensif dari kedua negara. Langkah ini tampaknya muncul sebagai gerakan untuk meng-counter kemajuan China ke Pasifik.

Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida dengan rekannya dari Indonesia Marty Natalegawa, bertemu di sela-sela Kerjasama antara negara-negara Asia Timur untuk Pembangunan Palestina (CEAPAD), yang diadakan pada tanggal 1 Maret 2014 di Jakarta.

Kishida mengungkapkan rencana Jepang untuk berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas regional berdasarkan “proactive pacifism”, seperti pernyataan yang dilansir Kementerian Luar Negeri Jepang (MoFA).(wantchinatimes.com / janes.com).

Berbagi

  150 Responses to “China Minta Uang Tambahan untuk ToT Rudal C 705”

  1.  

    perlu dipertimbangkan. untuk rudal perlu pengembangan dari propelan dan sistim navigasi. knp tidak ditenderkan? baiknya kita kerjasama dg rusia.

  2.  

    RI mesti tolak permintaan tambahan dana tot rudal c7o5. TNI waspadai kelicikan China.

    •  

      Saya kira wajar cina meminta royalti kpd indonesia krn indonesia berniat menjual C705 tsb ke negara lain yg seharusnya belinya ke cina. Cina akan rugi krn penjualannya akan turun kalau indonesia jg menjual rudal yg sama ke negara lain. Banyak perusahaan multinasional yg mendirikan pabrik di indonesia meminta royalti di anak prshnya tsb utk setiap unit yg dijual dan ini sesuatu yg umum.

    •  

      Drama begini kan artinya mau mendapat teknologi diatas C-705….ya wajar lah minta tambahan pelicin…
      gpp bayarin z.

    •  

      sangat wajar kalau china meminta fee atas teknologi yang mereka hasilkan, sangat wajar dalam dunia bisnis, negara kita pun juga akan melakukan hal yang sama meminta fee jika berhasil menciptakan teknologi kemudian ada yang berminat.

  3.  

    maksudnya indonesia sudah bisa bikin terus mau dieksport atau beli kebanyakan mau dieksport sebagian?

    •  

      begini.. maksudnya itu untuk memakai hak cipta kita bayar royalty di penjualanya klw produksi masal di indonesia. krna china tahu apa yg diproduksi diindonesia meski laris dipasaran. dan juga kemampuan upgrade kita tidak bisa dipandang remeh. lihat sejarah akuisisi snjta SS1. awalnya kita produk sesuai desain, trus kita bisa kembangkan design sendiri hingga ada SS2 yg lain. akhirnya kita sdah ngak perlu byr lgi, krna itu design sndiri dgn kemampuan yg jauh mengungguli varian pertamanya. contoh dlm lomba internasional TNI yg notabenya memakai SS produksi sndiri selalu unggul. bisa juga hal ini terjadi pada TOT rudal ini, kita kembangkan kemampuan yg lebih dan memperbanyak variannya. (klw perkiraan saya bgini):)

  4.  

    Emg ada benernya sh China mlakukan hak ciptanya untuk mndapatkan uang tmbhan dri Indonesia..yang di beli itu Ilmu nya yg mahal..bukan hanya rudalnya…

    Jadi ane kira wajar klo China menerapkan itu..intinya dsana intelektual sgt dihargai..

    Mohon di luruskan jika salah.. ๐Ÿ™‚

  5.  

    nyimak

  6.  

    maaf sesepuh,, ini rudal yg dapat ijin dari China untuk memproduksi rudal anti-kapal C-805 atau C 705
    perasaan adanya C 802, bukan C 805

    “Indonesia sudah mendapatkan izin dari China untuk memproduksi rudal anti-kapal C-805, untuk kapal patroli PB-57 . Juga diperbolehkan untuk mengekspor rudal C-805 ke negara-negara asing.”

    •  

      apa C 805 pengembangan dari C-802?
      maaf klo prediksi saya salah

    •  

      salah ketik itu orang seharusnya c 705 bukan c 805

    •  

      C805 Jangkauannya 500km
      C803 Jangkauannya 350+ km
      CM 802AKG 280km
      C802 A 180km
      C802 120km

      sedangkan C705 Range maksimalnya 140 km…

      rudal C805 menjadi saingan Exocet, Sea Eagle, RBS-15, SS-N-25, Harpoon dan Noor (Iran)

      http://en.wikipedia.org/wiki/C-802

      •  

        bung @li oncom , apa iya kapal patroli PB 57, yg dimensi nya lebih kecil dari kapal fregate/ korvet. sanggup membawa rudal dgn jangkauan 500km?

        •  

          setahu saya FPB57 yang dipersenjatai rudal C80X adalah FPB-57 NAV V ( Generasi Terakhir) seperti KRI HIU, KRI Todak,KRI Layang.

          dengan kemajuan teknologi sekarang kapal kecil pun bisa membawa rudal anti kapal …

          pada tahun 60an indonesia sudah mempunyai Fast missile boat yang ukurannya lebih kecil dari FPB57 yaitu Komar class (Panjangnya 25M ) yg mampu menggotong rudal P 15 Termit(SS-N-2 “Styx”) … rudal yg sangat ditakuti oleh blok barat.. karena mampu menenggelamkan kapal sekelas freegat

          http://en.wikipedia.org/wiki/Komar-class_missile_boat

    •  

      Pengertiannya begini bila tidak salah tulis
      Pihak China mempersilahkan Indonesia merakit dan memproduksi rudal C family sampai ke type C 805..karena pertimbangannya efisiensi membikin pabrik tidak mungkin hanya memproduksi satu jenis rudal saja,
      China pun akan diuntungkan bila mendapatkan royality fee dari berbagai rudal C family yang diproduksi oleh Indonesia,karena C 802 kita juga butuh dan bisa saja KCR 60 dipersenjatai C 805.
      Dan bisa juga Indonesia mengimport KCR 40 dengan paket rudal C 705,Mengeksport KCR 60 dengan rudal C 802 atau C 805..atau malah mengeksport PKR 10514 dengan paket rudal C 805. kepada negara negara yang china mainded,

      Kan bisa saja Timor leste membeli KCR kekita dengan paket rudalnya,atau malaysia dan brunai yang lautnya tidak begitu luas,,atau kamboja yang militernya Indonesia minded banget,,belum potensi pasar negara negara afrika dan kepulauan melanisia..

  7.  

    Kerjasama 2+2 Melu dan Menhan itu sangat strategis. Jika China jual mahal pada kita sekarang, mereka akan kehilangan lebih besar di masa depan. IMHO Jepang akan sangat sukacita menyambut halangan dalam hubungan Indonesia-China dan akan berusaha mengambil kesempatan. Sudah lama Jepang melobby negara2 ASEAN agar bersatu menahan China

    •  

      bung nowyoudont, kira2 menurut anda kerjasama apa yg mungkin akan dilakukan?
      joint produk seperti rudal SM-3 Block-II/IIA (Jepang-AS) atau masih type ASM-2 Type 93
      dgn spesifikasi
      Contractor Mitsubishi Heavy Industries
      Entered Service 1995
      Total length 4.0 m
      Diameter 0.35 m
      Wingspan 1.2 m
      Weight 530 kg
      Warhead Weight
      Propulsion Turbojet
      Maximum Speed ?
      Maximum effective range 100 km
      Guidance mode Inertial + infrared imaging

    •  

      Bung @andri cahyadi, setau saya kendala Jepang adalah konstitusi mereka yang melarang penjualan senjata offensive. Mengenai teknologi saya kira jepang sama sekali tidak punya kendala besar. Mereka menguasai teknologi rocket yang bisa mengirim satelite, mereka menguasai teknologi nuklir dan mereka juga menguasai teknologi yang berkaitan dengan elektronik. Jika mau, Jepang bisa saja ikutan perlombaan senjata ๐Ÿ™‚

      PM Jepang saat ini sedang berusaha merubah konstitusi yang berkaitan dengan anggaran dan penjalan senjata juga. Melihat sikon menguatnya China dan melemahnya US saya kira US juga welcome dengan kebangkian militer Jepang dan industrinya. Jika hal ini terjadi maka Indonesia bisa mendapat rekan strategis dalam pengembangan dan ToT alutsista. Penyeimbang bagi kebangkitan China dan keutungan bagi Indonesia dan negara2 ASEAN secara umumnya

  8.  

    Setelah rusia, cina, lalu kemarin amerika skg jepang akan menjalin mitra strategis dgn indonesia. Pemerintah perlu segera meng-address keunggulan2 jepang yg bisa dimanfaatin dan diambil teknologi militernya, tentu yg lainnya jg jgn lupa utk ditingkatkan kerjasama teknologi militer dgn cina, rusia dan amerika.

  9.  

    ngambang2 JANGAN TERLALU BERHARAP DENGAN CHINA,PLAN B NYA YA RUSIA == SAYA YAKIN HAKUL YAKIN RUSIA MAU BANTU KITA MEMPRODUKSI RUDAL WALAUPUN DENGAN BERBAGAI SYARAT KLW CHINA ALASANNYA PASTI TAKUT NANTI SUATU SAAT JADI SENJATA MAKAN TUAN KETIKA TERJADI KONFLIK LCS DENGAN KITA,,,, KOMUNIS CHINA JILID 2

  10.  

    hayyy yaaa walu tau we culang…..xixixi

  11.  

    jika tulisan ini benar,berarti negara kita telah mampu membuat rudal sendiri?yg artinya kita sudah menguasai teknologi guidance rudal.jika memang betul,maka program roket nasional juga bs menjadi program rudal nasional.sebenarnya apa perbedaan roket dan rudal?

  12.  

    Ibarat Kuliah, nampak nya indonesia sudah siap di wisuda oleh Cina dalam jurusan tekhnik rudal,dimana mana kan kalo mau wisuda bayar, maka cina minta uang “wisuda” kepada Indonesia. Ilmu itu mahal ..ga ada yang Gratisan,,saat ini hanya cina yang mau berbagi ilmu rudal/roket kendali kepada Indonesia., ua sudah bayar aja,,demi Ilmu yang harus di kuasai…mungkin besok besok di ajarin cara bikin DF 21 atau ICBM ( Inter Continental Valistik Missile)

  13.  

    Plan A minta tambahan buat TOT C-705-Plan B belum keluar di media…Plan setelahnya B…2+2 ( dari si samurai ) ambil plan A walaupun tambah bayaran…bungkus pak pur pesanan jendral moel…Plan yg lainya nyusul sambil menimang-nimang rudal R-han dan prinsipnya sebagai langkah awal untuk mengembangkan roket. Dengan pengembangan ini tentu Indonesia ke depan bisa muncul dan diperhitungkan di kancah internasional.>>

  14.  

    Analisa saya
    Sebagai negara fotocopy terbesar didunia china tidak ingin dikadali oleh Indonesia yang baru belajar menjadi negara fotocopy.
    china meminta tambahan uang untuk penghargaan hak kekayaan intelektual teknologi rudal c705
    berita itu sudah adi beberapa bulan yang lalu
    dan masih terjadi tawar menawar berapa jumlah nominal yang akan disepakati untuk alih teknologi c 705 dengan melalui proses 4 tahapan yg diminta oleh china tetapi kita ingin langsung dua tahapan saja untuk mempercepat proses alih teknologinya

    Yang tidak tercantum diartikel diatas adalah china meminta tambahan FEE untuk setiap rudal yang dieksport oleh indonesia…ini bukan berarti indonesia sekarang sudah bisa bikin rudal itu..
    Salah satu syarat china dalam proses alih teknologi itu Indonesia harus membeli Rudal C 705 dalam jumlah ratusan,,sedangkan kebutuhan akan rudal ini untuk KCR belum mencapai ratusan unit

    Indonesia ingin mempunyai opsy untuk mengekspor rudal c705 yang dihasilkan oleh pabrik c 705 yang ada di Indonesia bila nanti sudah bisa produksi
    Tujuannya yiatu bila rudal ini sudah bisa banyak diproduksi tidak mungkin terserap sepenuhnya oleh TNIA AL (pasar dalam negeri) maka dari itu perlu pasar ekspor untuk surplus rudall c 705
    Atau bisa saja Indonesia meg eksport KCR 40 plus persenjataannya C 705 dalam satu paket
    Untuk rudal C 705 yang dieksport oleh Indonesia itulah china meminta FEE
    Rudal C 705 adalah rudal anti kapal jenis ringan,dan masih ada C 802 yang lebih berat dipakai oleh kapal patroli FPB 57 kita

    Sedangkan tentang rudal C 805 bisa saja salah tulis ,,tetapi type rudal C 805 itu memang ada yaitu pengembangan dari rudal C 802 yang berdaya jangkau 500 km ..

    Melihat pengalaman membeli lisensi senapan serbu FNC kita mempersiapkan nya tidak main main dan dana yang lumayan besar dan tenggat waktu yang lama,
    Salah satu sayarat untuk mendapatkan FNC adalah membeli 10 ribu pucuk ,baru boleh pengembangan dengan seri SS1 yang diperpendek popornya untuk menyesuaikan postur tubuh orang Indonesia ,,dan baru puluhan tahun bisa membikin sendiri dengan bekerja sama pengembangan dengan ITB menghasilkan SS 2 yang asli produk Indonesia ,
    Sekarang surplus SS 1 kita digudang sangat BANYAK,,belum M 16 yang sudah mulai karatan digudang gudang penyimpanan,.para siswa, taruna di lembaga pendidikan TNI semua sudah memakai SS 1,

    soo C 705 perlu keseriusan yang Mendalam ,,dana yang khusus dan waktu yang cukup lama.untuk Indonesia bisa menguasai teknologinya,mengembangkannya dan mengeksportnya nanti
    imho

    •  

      C 805 itu ada bung….biar anak2 kampung itu googling sendiri bung satrio. Biar ga asal njeplak mereka….belajar dl baru tanya apalagi komen. ASU tenan

      •  

        Yang sabar bung
        namanya juga di dunia maya ..
        hehehehe

      •  

        Sabaarr bung, mereka itu memang aslinya ndak ngerti sama sekali kok.
        yo wis biarin ajah mereka berpendapat aneh kayak gitu ๐Ÿ˜€

        •  

          anggap saja ini brainstroming untuk memanjukan indonesia. jadi tidak ada pendapat yg salah. diambil yg baik yg skiranya sesuai..:D. just fr fun

        •  

          bagusnya ada bagusnya jkrg menerbitkan tulisan yang membantu menjelaskan hal-hal yang tidak disinggung dalam artikel. Misalnya contoh-contoh tot yang pernahdi lakukan bangsa asing. Prosesnya, ceritanya, telenovelanya, Kasus per kasus.

          Tulisan berbhasa indonesia yang bisa menguprgade pengetahuan dasar anak-anak baru.

          Adat di internet membuat newbie bisa berpendapat. Akhirnya yah bising-bising.

          Secara pribadi ada banyak tulisan begitu disini, yang berisi sejarah tot bangsa lain agar diskusi bisa diberi konteks.

          Kalausekarang sih saran aja, dibikinin page berisi kumpulan tulisan-tulisan lama jkrg bagi newbie. lebih-lebih lagi dilengkapi rujukan ke artikel luar. Semacam kurikulum sederhana memahami dunia hankam. Sy pribadi akan sangat berterima kasih

    •  

      makasih bung satrio atas penjelasan nya, kyk nya memang benar salah tulis, cos patroli boad PB 57, ga akan mungkin menggotong rudal yg lebih berat dari C 802, cos yakhunt aja cuma 300 km di bawa ma frigate , apalagi C805 yg jangkauan nya 500km termasuk senjata yg strategis masa di bawa nya sama kapal patroli?
      sekali lagi makasih bung..

    •  

      Saya senang dg Bung Satrio krn pengetahuan military hardware cukup mumpuni, ingin sebenarnya lihat wajahnya, heheheh. sedikit komen dr pemula, Kasus FNC agak kurang akurat dijadikan contoh krn senapan bkn peralatan milter canggih. Belgia mau berbagi bkn krn mereka baik tp semata2 adl keyakinan umum bhw Indonesia bs mendapatkan teknologi itu dg cara lain. India, China, Korut diberi tot pada era perang dingin krn mereka dianggap kawan oleh Russia utk menentang dominasi USA dan Nato. Iran pun dibantu negara2 tsb krn penentangannya thd USA. Posisi Indonesia unik krn bukan teman siapa2 sekaligus bkn musuh siapa2. Sebagai permulaan cukuplah pendapat dr saya. imho

      •  

        wajah saya ganteng kok bung openmind ,gak kalah ama bung now ,bung danu dan bung melekteck yang masih muda muda :mrgreen:

        Membandingkan dengan TOT senapan serbu SS 1 karena itu yang sudah berhasil sepenuhnya dan ada pengembangannya berupa SS2 selama puluhan tahun.
        dan MENGINGATKAN kepada para fansboy bahwa alih teknologi itu tidak gampang dan memerlukan BIAYA dan WAKTU.. petinggi kita pasti lebih cerdik.

        .jadi sabar ya

    •  

      Saya setuju dg analisa Anda bung Satrio. Malah saya pikir permintaan China sebenarnya hal yg wajar kalau dari segi bisnis. Hanya masalah pemberitaannya saja yg munculnya belakangan dan mgkn kurang lengkap, jadi org awam ngeliatnya susah.
      Bahkan kalau untuk NBO 105, C-212, CN 295 NAS 330/2 IPTN/ PT DI harus bayar royalti/ fee juga saya gak kaget. Hanya saja kan gak pernah/ jarang dibicarakan/ isyu yg sdh ketuaan.
      Yang lebih menarik sebenarnya berita tambahan yg di bawah itu, yg soal tawaran kerjasama dari Jepang. Jadi penasaran apa saja dg yg ditawarkan jepang. Moga2 ada yg segera bisa ngasih ‘pencerahan’ soal hal ini. Ha3…
      Sabar bung Java, gak perlu ngomel2 nanti cepet tua, ha3… santai aja, namanya juga dunia gaib…. eh, maya

    •  

      setahu ane masalah terberat pada SS1 karena material loopnya yg bukan military graade, jadi buat nembak beberapa kali bengkok itu lop, lalu pada versi berikutnya pakai bahan loop dari cina jadi bukan karena dibantu sama iTB, mudah-mudahan ane yang salah

  15.  

    Kalo memang ga mau bayar mahal tot ya sudah…..emang beli tempe murah. Baca korea gimana hrs tot utk T50 meski anggota “nato asia” ….coba india tot rafale hrs beli brp ratus biji rafale dan prancis pun masih blom rela hingga detik ini utk kasih sampai deadlock hingga detik ini. Apalagi TOT dr us susahnya minta ampun….eropa sj susah utk tot teknology us misal f22 bahkan f35 paling dpt ilmu maintenance n join production spare part macam pt. DI dg eurofighter padahal itu anggota nato. Ngomong jangan asal bunyi….Tolong para tetua warjag dan admin yg komen disaring jangan asal bacot asal dukung tanpa ilmu disini. Kalo bisa yg komen atau anakisa dilihat cv nya….kecuali bertanya yg cerdas bebas….yg pertanyaan bloon ga usah di posting. Bikin eneg aja ngomong ma org sok pinter tp bodo minta ampun….bikin malu bangsa

    •  

      Apa cina mau kasih tot meski kita bayar mahal? Kalo merujuk bukunya Samuel Huntington – The Clash of Civilization agak sulit Cina mau tot. Menurutku yg mungkin tot teknologi militer sensitif dg kita adl Pakistan.

      •  

        Untuk saat ini yg paling mungkin tot adalah china bukan pakistan, alasan: 1. China butuh sekutu kuat sbg penyeimbang di lcs, 2. China jauh lebih matang secara ekonomi n teknologi dr kita pantas kasih tot utk teknologi bukan “state de art” bagi mereka termasuk rudal c 705…pakistan dg kita gap tdk terlalu jauh jd blom pantas kasih tot ke kita ato negara lain kecuali kita import dan perasaan pakistan blom mampu export senjata strategis jd yg mau di tot kan apa?? yg paling mungkin joint production semacam negara EU krn kemampuan hampir sama.

        •  

          Saya memahami pendapat anda dan setuju beberapa point, Kita dan China bukan sekutu meskipun jg bukan musuh. Kita harus jujur bhw kita dan cina tidak saling percaya. Alasannya jelas yaitu bahwa sangat mungkin kepentingan kedua negara dikemudian hari “berseberangan”. Pakistan memang kurang diperhitungkan tp teknologi rudal jarak jauh mereka lumayan. Baiklah, masing2 argumentasi secara singkat sdh diungkapkan. Tentu saja sy sangat berharap pendapat anda yg benar bhw cina mau memberikan tot agar kita tidak mengambil posisi berseberangan dengan mereka, minimal netral dlm konflik LCS.

          •  

            Salam kenal bung…..itu pendapat pribadi IMHO. Saya kmrn Maafk asar krn: 1. Terlalu banyak org baru yg ga ngerti atau asal ngerti yg komen tanpa ilmu dan info yg valid cuma asal tampil….shg menurunkan mutu dr blog ini yg sejak awal sy mengikuti “silent reader” krn kagum dg para kontributor sesepuh yg dipilih admin dan admin bung diego yg bagus pengetahuan dan wawasan militernya. Jd di blog lain baik dalam maupun luar negeri yg bagus pasti ada penyaringan komen. Atau tau diri seperti di kaskus dg sesepuhnya bung jenyot. Atau di timawa ada bung gombal jaya dll info beliau2 A1 atau dg ulasan yg memang real tahu kondisi dan info real. 2. Disemua blog militer baik luar negeri seperti misal max defense philipina kalo ada komen yg main2 atau berbahaya dan berseberangan dg kepentingan nasional atau merendahkan bangsa misal ilmuwan atau kebijakan negara yg asal merendahkan bukan kritik cerdas dan berbobot pasti di bully. Silahkan cek… jd kalo komen tdk ada yg asal tanpa ilmu dan info yg valid dan asal kritik merendahkan tanpa ilmu. IMHO

        •  

          @java

          anda sangat sombong dan maaf kata anda keliwat kePEDE an dan WAJIB belajar lagi
          pakistan belum mampu export senjata..?? hmmmm ia..ia..ia ,,up to you
          hubungan pakistan dengan dunia arab dan indonesia melebihi perjanjian di atas kertas antar negara…,mudah2 an anda paham..apa yang saya maksudkan

          http://www.youtube.com/watch?v=EcADC667C_Q

          •  

            9 Negara Pemilik Senjata Nuklir Terbesar
            ———————————————————————————————
            http://www.beritaunik.net/techno/9-negara-pemilik-senjata-nuklir-terbesar.html

          •  

            Mungkin sy salah bisa diinfokan senjata strategis dlm hal ini rudal pakistan yg sudah dieksport atau mendapat kepercayaan luar negeri utk dibeli? ToT dan join production menurut sy beda konsep dan tujuan…kalo join productuon mungkin pemerintah mau semacam dg korsel kfx meski masih blom terbukti hrs dr awal atau dg fnss turki dg pindad utk medium tank meski turki masih konsep atau prototype. IMHO

          •  

            anda cari sendiri di om geogle…..saya no coment…
            (black market)

            semua negara di dunia pasti akan bilang tidak pernah menjual ke negara lain..! atw no coment
            untuk senjata strategis..
            tiba2 ada saja..!..contohnya korut dengan scud missilenya .
            atau ambil contoh saja…arab saudi dan iran MISILE nya di bantu siapa yah..? he he he
            kalau KFX…itu hanya mimpi indah..mudah2 an tercapai..
            dan kalau turki …yess…itu baik.

          •  

            (Komen terakhir):
            TOT istilah kasarnya sama dengan beli lisensi…utk menyederhanakan walau banyak tingkat untuk TOT. Beli lisensi sudah jamak harus barang yang teruji dipasaran atau user yakin dg kualitas barang sesuai spec utk digunakan seperti c705 yg tni sudah yakin dg kualitasnya dan teruji dipasaran Baru pantas dibeli lisensinya dan pasti “relatif mahal” krn sudah dipakai banyak user atau established. Kalau ada Barang teknologi walau sama tp belum teruji apalagi blom laku atau establiahed di pasaran dg banyaknya peminat berbahaya kalau mau di beli lisensinya krn tidak yakin sbg user bisa diandalkan tidak sesuai spec apalagi rudal utk nilai deterrence bisa2 musuh malah ngejek ga takut kwmungkinan besar bisa joint production utk nambah ilmu dan kemampuan penguasan teknologi diluar kepentingan kapabilitas atau keampuhan rudal dibanding yg ada dipasaran yg penting penguasaan dan kemandirian…..tp tergantung user yakin tdk misal dg pakistan atau pakistan mau tdk berbagi ilmu stratwgis kan pasti ada itung2nya…sy pribadi percaya dg kecerdasan tni kita dan pemerintah saat ini. Komen terakhir dr sy…balik sebagai silent reader n balik kerja. Semoga suksea semuanya. SALAM

  16.  

    maaf bung kalo ToT militer memang susah , hanya bisa kalo negara tadi minimal sdh punya basic material tehnolgy yang cukup (tergantung apa yg mau di ToT), tapi kalo kasus Proton punya malasya beda, di benar-benar ToT dalam arti kata sesungguhnya, dan hasilnya seperti yang sudah dipahami semua , akhirnya gagal lalu mencoba lotus , bingung lagi akhirnya dijual
    Kalau kita level ToT nya banyak di assembly dan design, memang harus kerja keras di bidang teknologi material

  17.  

    Sabarrr bung java indonesia

  18.  

    gan kalo menaikkan BBM 2x itu bukan masalah ya tp solusi
    kalo gk di naikkan subsidi bakal besar banget
    mubazir subsidi ratusan T cuma di jadiin asap tok
    kalo bisa subsidi BBM di ilangin dan di alihkan ke pertanian
    masa pertanian setaun cuma 6T subsidinya

    •  

      Yang jadi masalah si Megamati itu terlalu sering mengkritik pemerintahan SBY masalah kenaikan BBM………padahal dia sendiri juga menaikkan BBM………Orang macam apa itu ???

      Jadi ketua PKK aja nggak pantes, apalagi mau jadi Presiden ???

      •  

        setujuuu, zaman megawati jadi presiden kita kehilangan pulau sipadan ligitan, zaman Habibie kita kehilangan Timor timur, kelebihannya cuma gede bacot doang,

    •  

      kan yg ane bahas masalah kebijakan kenaikan BBM gan
      kalo yg lainnya mah itu pemikiran jangka pendek presiden kita
      jujur aja sih rada jijik aja ama tuh orang
      mreka sok2an membela bahkan skrng yg lagi rame ngebahas outsorsingnya BUMN ama si oneng bajaj bajuri padahal ibunya oneng yg menciotakan itu

      dan lucunya bu mega membandingkan harga BBM zaman dia dngan zaman pak beye padahal zaman dia 1 barel 20 dolar skrng 100 dolar
      membanggakan ekonomi zaman beliau paling baik nyatanya ekonomi skrng jauh lebih baik
      ane rasakan itu bersama temen2 smp ane yg dulu motor gk punya Alhamdulillah dah pada punya mobil semua

  19.  

    gk ada salahnya bayar
    bayangkan 10-20tahun ke depan jika berhasil di kuasai
    pasti INA akan menguasai ASEAN gan

    baru bikin RX yg terbang sesuka hati aja dah bikin takut tetangga apalagi bisa terbang dengan arah yg presisi
    pasti pada nyembah2

  20.  

    Bahasa menunjukan kecerdasan EQ. Santai aja

  21.  

    TNI AD dan LAPAN akan mengembangkan rudal jarak jauh…
    Saya sangat percaya mereka bisa mewujudkannya walaupun walaupun dengan dana R&D yang sanagat minim…

    kalo udah kepepet…. biasanya keluar dah tuh tenaga dalemnya… (kebiasaan orang indonesia sejak dulu kala)

    tapi indonesia udah dapat ijin dari Cina untuk memproduksi rudal c805 yg jangkauannya 500km…
    tentunya sudah dapat teknologinya untuk diaplikasikan pd roket rx nya LAPAN…

    saya berharap sih hasilnya seperti ini….

    •  

      # sangat getar membahana, jika benar ini terealisasi bukan tidak mungkin freeport dapat segera di nasionalisasi ..
      # jadi semangan bayar pajak klo emang dana nya di alokasikan ke Pidad,hehehehehehe
      # impian para newbie

    •  

      masalah utama kita bukan pada dana minim, coba bayangkan PPN bisa menyediaakan 500M untuk pengembangan pesawat N212, hal yg aneh karena jelas ini bukan core PPAN, masalah utama adalah pada sdm kita yg ada di lembaga peneliti strategis, kalo di BUMNIS karena bukan PNS, sdm nya lebih menggigit hasilnya juga lebih keliatan, tapi kalo yang di lembaga peneliti, ane hanya bisa berdoa saja

    •  

      Manusia harus bermimpi, hanya untuk mewujudkannya kita perlu kerja keras mari satukan jiwa, rasa dan karsa kita untuk mewujudkannya

    •  

      Bakat bung @li oncom itu gambar sendiri ya???
      Klo gambar sendiri bakat bung @li oncom kayak bung naufal (fb) ya, pake Sketchup ya?? atau yg lain
      Mantaf gambarnya.

  22.  

    kok mesti TOT ya,ap orang kita ngk bisa pa bikin mesin baru yg lebih canggih lagi daripada punya mereka. sebagaimana mereka pertamakali menciptakan mesin canggih dulu,ap mereka dapat TOT juga?
    maaf beribu kali maaf kalw komen saya bikin kotor Warjag.

  23.  

    sudah kepalang basah projek C 705 baiknya di lanjutkan walaupun dg biyaya tambahan,saya yakin ilmuan2 kita sdh berhasil menyerap ilmunya,mungkin tingkat keakuratannya yg blm benar2 dikuasai…

    mengenai kerjasama dg jepang memang pilihan yg tepat,tapi saya khawatir ini hanya pengalihan fokus …..

  24.  

    ini baru pendapat cerdas,

    pemerintah boleh kasih subsidi, tapi pemilik tangan diatas yang cerdas boleh dong bilang ‘OK aku beri subsidi, tapi dijatah ya, gak diumbar boleh beli sekuatnya, pakai melebihi jatah silakan beli yang non-subsidi’
    pemilik tangan menadah mau gak mau nurut…
    cara menjatah adalah dengan RFID, yang in-progress dengan kecepatan siput…

    •  

      subssidi hanya dinikmati kalangan menengah ke atas, misalkan setiap 1 kampung yg memiliki motor dalam 1 rumah ada 3 |2 motor nah bagaimana dengan yg hidup di pedalaman atau g tak punya motor..sedangoan ada bantuan berupa BLT Saja masya yg menengah keatas masih banyak yg minta jatah,, .
      Belum lagi bantuan seperti bulog, yg digadang2 untuk warga miskin tapi nyatanya golongan menengah keatas juga menerimanya . dan alhasil banyak tumpang tindih dalam pemerataanya. .
      Maaf awam bung danu

  25.  

    Katanya forum diskusi, tapi ko yang beda pendapat di bully ya, forum yang aneh!! Kabur ah……

  26.  

    1/ Beijing menginginkan uang tambahan dari Indonesia, setelah menemukan negara yang secara aktif mencoba meng-eksport versi sendiri (tiruan) dari rudal anti kapal permukaan C 705 China, ke pasar internasional.

    2/ Di samping itu, Indonesia juga berharap untuk memproduksi versi sendiri dari rudal C-705 untuk pasar luar negeri, ujar Karim.

    ada hubungan sebab-akibat antara 1/ dan 2/
    jadi skema ToT yang ada telah memungkinkan kita meniru (=memproduksi versi sendiri), biaya tambahan mungkin semacam royalti karena akan diekspor ke negara ketiga.

    padahal kemampuan rekayasa kita tidak 0, bahkan lumayan. jika ilmu dari ToT C-705 diracik dulu dengan kemampuan rancang bangun yang ada (telah mampu membuat pesawat penumpang dan roket) menjadi rudal baru kemudian ditawarkan ke negara lain, mungkin biaya tambahan tidak akan ditagih..?

    •  

      setuju bung.. dalan rekayasa enginer indonesia sangat mumpuni. contoh kecil saja di skelilng saya. perush.an beli mesin berkualitas dari jepan, tapi krna spare part yg cukup mahal, kita memodif dari taiwan. hasilnya sama bagusnya dan lebih murah cost maintenannya..:D.

    •  

      saya turut sependapat bung…
      mungkin ada yang harus dibahas juga selain permintaan tambahan uang dari cina ini, yaitu seandainya plan A ini mentok, apakah indonesia sudah mempersiapkan plan B untuk TOT teknologi rudal dari negara lain??dari russia atau pakisatan misalnya…

      soal ada yang pro dan kontra mengenai permintaan tambahan uang dari cina ini sah2 saja, namanya juga forum diskusi..

      *sante waeee dab* ๐Ÿ˜€

  27.  

    sesama orang yg cinta indonesia kq saling ribut?setiap org punya cara tersendiri mengekspresikan kecintaannya terhadap indonesia.ayo kita saling dukung,hilangkan kata2 bacot atau yg kurang enak di baca.tunjukkan kita bangsa yg terhormat.masalah rudal C705 pemerintah pasti lebih tau dr kita.jd kita cukup mengikuti perkembangannya dengan mendukung pemerintah.salam.

    •  

      setuju bung juang.

      •  

        trima kasih bung sikorsa.saya akan senang sekali jika kawan2 kita sebangsa setanah air yg sangat cinta negara ini dapat membuat forum ini lebih terhormat dengan saling berbagi pendapat tanpa adanya kata2 yg kasar.forum ini lebih lengkap informasinya dan para penghuninya saya yakin bukan org yg sembarangan dalam menganalisis suatu berita

  28.  

    Simbah Bowok mana neh, kok ga mecungul barang tuh? Kangen mbaaaaah bowooook

  29.  

    Ada yg tahu berapa jumlahnya yg diminta? Ini kesempatan emas menurut saya bayar saja dan wajar saja dalam kaitan dengan intelectual property rights. Kalau terasa mahal kan bisa ditawar.

  30.  

    Dulu kedekatan kita dengan Barat menghasilkan apa? Kebohongan yang akhirnya ditanggung oleh generasi selanjutnya, Tidak ada ruang gerak sebagai negara Merdeka.

    Hidup memang enak kalau di makanin orang lain bung. Masalah yang ada sekarang ada seiring perkembangan teknologi yang tidak lagi ditutup – tutupi.

    Dengan nilai tawar sebagai netral justru menguntungkan karena Indonesia bisa caplok mana yang dibutuhkan dari semua pihak.

    •  

      @ sasha

      **Dulu kedekatan kita dengan Barat menghasilkan apa? Kebohongan yang akhirnya ditanggung oleh generasi selanjutnya, Tidak ada ruang gerak sebagai negara Merdeka**

      MENGHASILKAN KAMU SASHA……!!!! DAN MENGHASILKAN OTAK DAN TINGKAH LAKUMU SASHA
      DAN JANGAN MUNAFIK ……XIXIXI

  31.  

    hehehe mbaah mbah.. kamu itu menampakkan mendukung kedekatan kita dengan US .. tapi sepetinya kamu punya motif membuat opini terbalik pada forum ini. betul ga mbah?

    •  

      hanya dengan perlindungan USA, kita akan selamat dari Terkaman NAGA pada 2020 nanti. MUtlak kita butuhkan adalah payung Udara, dan USA siap memberikan itul.

    •  

      perlindungan ? ๐Ÿ˜€

      jadi juru propaganda harus pinter;

      Pada saat 9/11 (2001) hanya ada 200 orang anggota al Qaeda,

      al Qaeda has always been a small, elite organization. There were only 200 sworn members of al-Qaeda at the time of the 9/11 attacks.
      reuters.com/afghanistan/2010/09/16/how-many-al-qaeda-can-you-live-with/

      Juni 2010, direktur CIA mengatakan jumlah anggota al Qaeda ‘pusat’ (=di Afghanistan) tinggal 50-100 orang…

      1. The threat from al-Qaeda Central
      In June of this year, CIA Director Leon Panetta told ABC News that al-Qaedaโ€™s presence in Afghanistan was now โ€œrelatively small โ€ฆ I think at most, weโ€™re looking at maybe 50 to 100.โ€
      ASSESSING THE TERRORIST THREAT, NATIONAL SECURITY PREPAREDNESS GROUP

      Anggap anggota al Qaeda KIA 125 orang
      Hingga 2010, tentara AS KIA di Afghanistan 1,358 orang

      Perbandingan tewas 1 : 10,68 untuk kemenangan al Qaeda,

      yang gini mau ngasih perlindungan ?

    •  

      hehehe mbah ini ada-ada aja..katanya sedih+jangan jadi pembantu dirumah sendiri,,,?terus apa bedanya dengan kata2 mbah:

      “Mbah menyarankan ikuti saja Amerika, NURUT SAJA, masalah ekonomi serahkan ke mereka, biar negara kita di Bidani Amerika serikat”

      sami mawon mbah.cuma di perhalus kata2nya saja.lebih enak makan singkong hasil keringat sendiri mbah.daripada makan ayam goreng hasil keringat oranglain dan belum tentu juga makanan itu halal

      •  

        kalau mementingkan diri sendiri egois mbah namanya atau memang itu ya sifat/gambaran negara yg mbah banggakan.?dan singkong kalau di olah bs menjadi makanan yang enak dan bisa bersaing dengan roti loh mbah.hehehe
        kalaupun saya susah dan tidak ada yg menolong,saya masih punya Tuhan mbah.walaupun alasan yg klise tp itu yg saya yakini

        SEKIAN DAN TERIMA KASIH.bukannya tidak mau berargument.tapi kayaknya percuma deh.kan mbah lagi menjalankan misi (apapun itu)..hihihihi

      •  

        mbah.. mbah amerika sekarang lagi BANGKRUT… anggaran pertahanannya saja banyak yang disunat… mau ngurusin negara lain… malu dong…

  32.  

    @java indonesia…komen ente juga azal bacot.muter” aja..bisanya mengkambing hitamkan zeseorang dgn zebutan asal bacot..padahal ente zendiri azal bacot juga..arogan lu

  33.  

    ha ha ha ha ha ha ha ha

  34.  

    Asal harganya wajar dan masih menguntungkan, bayar saja.

    Kita juga harus berhitung, bahwa ToT rudal itu susah dan rawan tidak semua negara yang menguasai teknologi rudal mau berbagi.

    Mungkin yang diminta itu adalah fee ketika kita menjual ke negara lain, kalau dipakai untuk kebutuhan dalam negeri, seharusnya kita tidak harus membayar.

    Pemimpin indonesia itu harus licin dan ulet, jangan ngomong kerjasama ToT rudal untuk dijual tetapi dipakai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. KUASAI DULU SECARA TOTAL teknologi rudal 140km, 180km, 280km, 350, sampai 500km.

    kerjasama dulu saja agar rudal-rudal itu bisa ditembakan secara presisi 100% disegala kondisi cuaca dan medan, usahakan dulu agar rudal bisa ditembakkan dari banyak alat perang kita, kapal laut, pesawat tempur, Truck/sasis tank medium, atau silo statis di pinggir selat ALKI dll.

    Diam dulu saja,

    Jika sudah mampu 100% coba dekati Rusia untuk berbagi teknologi Yakhot, India bisa mempunyai Bramos seharusnya Indonesia juga bisa.

    Dengan dasar teknologi rudal China yang sudah dimiliki tentunya akan lebih cepat untuk menyerap teknologi rudal Rusia.

    Setelah menguasai teknologi rudal dari 2 sumber negara berbeda dan kebutuhan dalam negeri tercukupi, mungkin sudah waktunya bagi indonesia membuat rudal sendiri yang bisa untuk dijual ke negara lain. China tidak bisa mengklaim bahwa kita menjual rudal hasil ToT dengan mereka demikian juga dengan Rusia.

    •  

      sepakat 100% Mbah,

      >Pemimpin indonesia itu harus licin dan ulet, jangan ngomong kerjasama ToT rudal untuk dijual tetapi dipakai untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

      >Diam dulu saja,

      saya juga persis berpikir seperti anda, cuma klo ditulis, biasanya terus refleks nulis ‘culxx’, gak enak keseringan ๐Ÿ™

    •  

      Jadi ingat cerita Bung Yayan saat menyelam bersama rekannya dari Korea Selatan. Menurut mereka, apapun situasi dan kondisinya di kawasan Asia, Indonesia akan mengambil keuntungan. Apakah itu, kita tunggu saja bersama. Pemimpin kita memang harus licin dan ulet… hehehehe…

    •  

      Agree bung, kuasai dulu teknologinya. Perbanyak penguasaan teknologi dari negara2 lain shg kita bisa mengetahui kelemahan dan keunggulan masing-masing teknologi tsb. Dgn posisi tawar indonesia, saya harap bangsa indonesia bukan mjd bangsa inferior tapi harus merasa sbg bangsa yg lagi mau maju mengejar ketinggalannya.

  35.  

    Liat world news isinya US this… US that.. US.. hahahaha…capek liatnya

  36.  

    sebenar nya saya kurang setuju indo kerja sama militer dengan negara mana pun..apa lagi kurang nya indo!!!!semua ad…
    hutan tropis kita = senjata paling mematikan didunia..coba aj bakar ..brubah iklim dunia.
    .pesawat siluman=dari dulu nenek moyang kita sudah bisa buat pesawat tampa terdeteksi yaitu siluman layang2..
    Kapal siluman= Kapal tongkang dan prahu dayung juga tidak terdeteksi
    Persenjataan=tidak tanggung2 setiap rumah punya bom mlotop dengan satu bom aj bisa bumi hanguskan satu kampung,,gas elpiji
    Masih banyak lagi..
    Blum lg maling sendal,maling kreta,maling pakaian,maling ayam,babi,kerbau,kambing..dll
    Itu semua bisa buat penjajah jatuh miskin..

  37.  

    Disini juga ada yang menarik bung Alugoro, Jakartagreater ini minimalis dari kondisi real indonesia. ada yang Nasionalis yang ingin indonesia mandiri dan makmur, ada yang Fanatik memebela Amerika secara membabi buta. ada yang fanatik membenci Amerika

    Yang Nasionalis cenderung kurang suka Amerika karena masih sakit hati karena mengembargo indonesia setelah bertahun-tahun indonesia menjadi “kawan” tetapi kemudian dicampakan.

    Sekarang amerika mencoba merangkul lagi karena Amerika butuh kawan untuk menahan kemajuan China.

    Yang Pro Amerika secara membabi buta biasanya adalah xxxxxx. biasanya mereka mendukung perpecahan di Indonesia, mendukung papua pecah bahkan ada yang mendukung Australia dalam sengketa lepasnya timor leste. golongan yang membela Amerika biasanya lebih cerdas mengendalikan emosi, pandai berakting, lebih militan, ada bantuan dana dari luar negeri, lebih terorganisasi di LSM,

    Yang Benci Amerika biasanya adalah xxxxx. Biasanya mereka secara keseluruhan masih cinta indonesia, Biasanya kasar dan kurang pandai mengontrol emosi, ada yang militan ada yang cuma ikut-ikutan, kurang pandai berorganisasi kalaupun ada biasanya cuma ormas.

    •  

      mbah moel, saya setuju sekali dengan pendapat anda yang ditarik dari komentar rekan2 di jkgr. memang yang paling diwaspadai adalah yang dari pro us. sebagian dari mereka secara merata aktif di beberapa forum2 militer dan secara sistematis melakukan brainwash terhadap pemikiran yang bertentangan dengan mereka baik secara halus maupun kasar guna menggoalkan rencana mereka agar bangsa ini terus menerus memiliki sifat “Inferiority Complex” atau istilah disini gen pecundang. yang paling mudah adalah menggunakan “Kata2 Kotor/caci maki” guna menjauhkan pembaca dari informasi yang bermanfaat dan menjatuhkan kredibilitas forum dan masuk ke forum yang telah mereka kuasai. mohon maaf jika kurang berkenan.

  38.  

    Maaf smua, Jangan pakai emosi, smua punya pendapat & pikiran masing2. Analisa: Namanya juga TOT Rudal dari jarak Menengah hingga Benua, Apabila RI sudah menguasai TOT RUDAL China, tentunya wajar apabila hasil TOT Rudal RI CINA di produksi massal oleh TNI. TNI punya 2 opsi untuk RI dan eksport, inilah bentuk Kecerdikan TNI untuk mengatasi Kelicikan CHINA. Kemungkinan RUDAL Berat jenis C805 pastinya di bawa oleh pesawat tempur/pembom. Inilah Kemisteriusan TNI, apakah suatu saat beli pesawat pembom atau sebagai payung pertahanan rudal RI. TNI masih sangat misterius di Dalam maupun di Dunia, Banyak Riset dan Prototipe Alutsista TNI di taruh Kotak Pandora.

  39.  

    Aduh…Naga mau dikadalin…ya susah…Pada intinya Ilmu itu mahal dan butuh proses yang panjang tidak ada yng instan

  40.  

    ga mau ngeributin soal penambahan dana..sebagai orang yg awam menurut ane itu wajar-wajar saja selaku pemilik barang (hak intelektual).bagaimana posisinya klw dibalik..?ada jaminan kita tidak melakukan hal yg sama…?
    yg ane sorot 805.semoga bs jd maenan baru indonesia

  41.  

    MENGULAS LAGI SOAL T O T RUDAL CHINA (yg sudah dibahas dlm artikel jkgr)

    Transfer teknologi peluru kendali C-705 secara bertahap.
    Tahap pertama adalah ?Semi Knock Down, Indonesia merakit sedikit/sebagian dari rudal C-705 dan sisanya dikirim langsung dari China.

    Tahap Kedua: ?Complete Knock Down?.
    China mengirim semua komponen rudal secara terurai untuk dirakit Indonesia sepenuhnya.
    Tahap ketiga adalah ?riset and development?.
    Di tahapan ini Indonesia boleh memodifikasi peluru kendali sesuai dengan kebutuhan TNI.

    Transfer teknologi ini tampaknya ala film-film tiongkok lawas tentang tahapan seorang pemuda yang hendak bergabung menjadi seorang shaolin. Pada tahap awal, pemuda tersebut disuruh memanggul dua tungku air besar dari sungai menuju padepokan, tanpa diajar bela diri sama sekali. Jika ada air yang tumpah, dia harus mengulang dari awal. Tahapan kedua si pemuda diajari ilmu kung fu dasar, jadi masih sering di?bully? oleh seniornya. Tahap ketiga barulah diajari ilmu paripurna dan kalau perlu membuat jurus sendiri.

    Ini artinya, jika Indonesia tidak lulus dan memenuhi syarat tahap pertama, dia tidak akan diberikan ilmu tahap kedua dan seterusnya.

    Berapa lama waktu yang dibutuhkan Indonesia untuk merampungkan alih teknologi rudal C-705 hingga tuntas ?

    China ingin transfer teknologi rudal C-705 ini bisa cepat direalisasikan. Mereka mengharapkan proposal tahapan pertama dari China bisa ditanggapi Indonesia paling lama bulan Agustus 2012. Proposal tahapan kedua, sebulan kemudian. Adapun tahapan ketiga dibicarakan setelah tahap I dan II jelas. Persetujuan kontrak itu diharapkan tercapai paling lama tahun 2013.

    Merakit rudal yang semi knock down dan complete knock down mungkin tidak terlalu susah, karena Indonesia sudah terlibat pembuatan roket selama belasan tahun.

    Namun bagaimana dengan tahapan ketiga yakni riset and development ?.

    Ditahapan ini yang belum jelas. Apakah China akan membuka semua akses pembuatan rudal termasuk hal yang sensitif seperti: tracking dan guidance, propulsi maupun teknologi telematri ?. Biasanya negara produsen peluru kendali mengunci rapat-rapat data tersebut. Transfer teknologi dilakukan dengan cara ?spanyol? alias separuh nyolong. Sebagian data dicuri oleh agen-agen intelijen, untuk diserahkan kepada pakar teknologi mereka yang memang mumpuni.
    Pakar-pakar rudal AS dan Rusia mencuri ilmu dari pakar-pakar Jerman yang kalah perang lalu dipaksa berbicara dan diberi suaka. Begitu pula china mencurinya dari para agen yang bertebaran di perusahaan teknologi militer AS.

    Hal yang sama juga terjadi dengan Pakistan untuk kasus hulu ledak nuklir. Para teknokrat mereka yang bekerja di lembaga nuklir Belanda, mencuri informasi tsedikit demi sedikit selama bertahun-tahun. Setelah ilmu yang dibutuhkan dianggap cukup, mereka di?atur? untuk pulang ke Pakistan dan dikawal sangat ketat setibanya di tanah air. Bahkan rumah mereka dijaga misil anti-udara.

    Jadi, agar Indonesia memperoleh seluruh alih teknologi peluru kendali C-705, bukanlah hal yang mudah. Kecuali jika China sangat berbaik hati. Tampaknya agak mustahil sebaik itu.

    Hal yang membuat optimis adalah, Indonesia sedang mencoba membuat peluru kendali. Semoga pengalaman ini bisa dipadukan dengan bantuan dari China.

    Guide missile Indonesia, pernah diujicoba pada tahun 2010, namun sistem kendali rudal tersebut tidak terkontrol dan menghantam area tambak udang milik PT Windu Kencana di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, Jawa Timur. Rudal RX1210 yang memiliki berat 45 kg, panjang 3 meter dan jangkuan 11 km, melesat melebihi target yang ditetapkan alias oveshoot.

    Apabila Indonesia berhasil menguasai guide missile melalui rudal C-705 ini, maka kerjasama ini akan menjadi sebuah loncatan besar bagi teknologi militer Indonesia. Kerjasama itu akan mengantarkan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan dalam produksi senjata.

    Saat ini Indonesia telah mempersiapkan satu daerah produksi situs rudal yang menghadap laut terbuka untuk percobaan pembuatan rudal C-705 yang memiliki jangkauan 120 kilometer.

    •  

      bung ndak ada negara baek hati kalo udah urusan kayak gini, dulu cina pun dikadali sama ussr saat tot mig 21, gambar yang salah lah, materiaal yng mblusukke, dll
      tapi karenaa cina sudah punya lembaga riset yang kredible, mereka sukses bikin MiG 21 meski beberapa pemblusukkan oleh USSR, jadi sekali lagi level kita mau dimana ?
      kalo sampai 40 % mandiri maka pemerintah mau nggak mau harus melakukan tata ulang dan audit di lembaga riset strategis, tanpa ini no hope

  42.  

    mantap sekali bila semua terwujud.. asli buatan kita.. meski harus tot, ini lah jalan yang terbaik.
    bila china ingin kan itu ya silahkan.. mungkin semua sudah diatur dalam perdagangan, mengapa selama ini china bisa copy paste apa saja..? mungkin satu hal saja.. yaitu kuat nya ekonomi dan persenjataan mereka.. apakah negara pembuat marah? ya tentunya.. china pun bisa marah.. dengan apa bentuk anacaman itu.. china pun punya.. pestol, granat, bom, rudal, apa mau nuklirr..
    sorry brow sedkit bercanda.. he..3x

  43.  

    Disini ada yg bisa menjelaskan secara detail… tentang:

    ” Tahapan dalam pengembangan alutsista dibagi kedalam fase: Pre Feasibility Study โ€“ Feasibility Study โ€“ Basic Design/Engineering โ€“ Detail Design/Engineering โ€“ Production Design/Engineering – Construction โ€“ Testing and Commission dan berujung pada serah terima kepada pengguna ”

    Biar diskusi warjag mjd lebih mengerucut dan gayeng sambil menyeruput kopi……, terima kasih.

    •  

      omg, ilmu…guyur mas. tolong jelasin bagi siapapun yang faham. semoga masuk surga yang ngejelasin

    •  

      bung gue,

      fase yang anda tampilkan adalah proses standard perancangan sarana/fasilitas (facility engineering), beda dengan perancangan senjata, fasilitas seringkali bukan suatu konsep brand new, misal offshore platform, kilang minyak, smelter, bandara, sementara alutsista umumnya merupakan konsep baru seperti pespur ‘generasi 5’ (walaupun ada juga yang bersifat peningkatan dari seri sebelumnya seperti C-130J) sehingga ada istilah Concept Demonstration/Validation di awal proses, sementara pada fasilitas hanya ada Testing and Commissioning di akhir proses.
      fase2 perancangan senjata menggunakan istilah2 yang berbeda, misal versi AS / Congresional Budgetary Office;

      Milestone 0-Program Initiation/Mission Need Decision
      The Defense Resources Board reviews the need for a new major weapons system.
      (major weapons system, ini asalnya istilah alutsista?)
      Concept Exploration Phase
      Follows Milestone 0. Program office explores alternative approaches to fulfilling mission need.
      It draws up initial technical specifications and cost and schedule estimates. It also develops test
      and evaluation plan and identifies critical technical issues.

      Milestone I-Concept Demonstration/Validation Decision
      Defense Acquisition Board reviews and validates conceptual approach proposed by service to
      meet requirement. It establishes planning baseline cost, schedule, and performance thresholds
      to be met at Milestone II. It also reviews and validates test and evaluation and logistics and
      support plans and acquisition strategy.
      Demonstration and Validation Phase
      Follows Milestone I. Program office directs preliminary engineering and design work and
      analyzes cost, performance, and schedule trade-off options. Contractor develops prototypes to
      demonstrate feasibility of system, subsystems, components, and test and support equipment.
      Principal areas of risk and alternative solutions are identified. Initial designs are reviewed and
      development testing conducted.

      Milestone Il–Full-Scale Development
      Defense Acquisition Board reviews results of the Demonstration and Validation Phase and
      recommends that program go ahead when system feasibility has been demonstrated. As
      appropriate, low-rate initial production of selected components or end items may be approved to
      verify production capability and to provide operational test resources. Program cost, schedule,
      and performance thresholds are updated and serve as development baseline for reports to the
      Congress. Test and Evaluation Master Plan, acquisition business strategy, and support and
      logistics plans are reviewed and updated.
      Full-Scale Development Phase
      Follows Milestone II. System is fully developed, engineered, and fabricated. Test items are
      built. Development and operational testing are conducted on the system, subsystems, and
      components. Engineering and design changes occur, and preparations for transition to production
      are made.

      Milestone Illโ€”Production Approval
      Defense Acquisition Board reviews results of full-scale development phase and recommends
      approval to enter production phase. (Decision may be delegated to service secretaries if Milestone
      II baseline thresholds have not been breached.) Milestone may be separated into low- rate
      (Ilia) and full-rate (Illb) production milestones. Operational testing must be certified
      acceptable by the Director, Operational Test and Evaluation, before entering full-rate production.

  44.  

    Sebisa mungkin bayar totnya..tidak apa-apa asalkan totnya memuaskan,mengenai planning yg lainya juga dicoba juga…RI punya pencak silat china punya kungfu…RI harus punya jurus pencak silat yg banyak…jangan jurus cimande saja yg menjadi andalan…

  45.  

    Ha ha bung Admin cekikikan sendiri pastinya…forum tambah rame,tambah greget

  46.  

    @java indonesia

    ngaca dulu ente, emang semua yg posting disini wajib ngerti militer?
    ente bacotnya kayak si gendut danube yg gampang kalap alias labil

    wekekekek

  47.  

    Bung..deal India dengan Rusia itu besarnya tidak kira2. Kalau cuma beli 1 atau dua skadron ya nggak mungkin mereka mau TOT. India itu kalau beli pespur dari Rusia bisa 200-an unit. Ya jelas saja Rusia mau TOT kalau memang dealnya masuk akal.

  48.  

    He..he dilarang esmosi di sini. Saya suka gaya bung Now..kalau menghadapi komen orang2 yang esmosi dan brangasan ๐Ÿ™‚

  49.  

    Mbah..dikasih makan apa sih sama AS. He..he. Piss Mbah kita butuh peran seperti Mbah untuk semakin menggelorakan nasionalisme bagi para pemuda di sini. Ingat nasionalisme kita semakin luntur. Nah kalau ada yang menjalankan peran sebagai ‘evil’ di sini itu akan semakin membangkitkan nasionalisme yang hampir hilang. Terima kasih mbah pelajarannya ๐Ÿ™‚

  50.  

    Ooh tidak bisa..kalau itu tetap harus dipakai. Kan Indonesia punya andil menyumbang SDA yang dikeruk habis oleh AS untuk pembangunan negaranya :p

  51.  

    tot rudal kok kayak tot tempe
    ga mungkin brooo……………………….
    cina lepas teknologinya segampang itu pasti ada imbal baliknya wajar n sah……………
    klo asu jgn deh dri nnek moyang dulu jga tau apa itu asu………….

  52.  

    Tidak semua warjager pengamat,pelaku atau yg terjun lngsung di industri militer. Bahkan tahu dunia militer munkin krna baru bka JKGR seperti saya jd hal yg wajar jika komen mereka beragam tidak seteknis pak satrio,tidak sedetil bung now,tdak sehebat bang java dan tidak segila mbah bowo..intinya mereka ingin berbagi pendapat dgn pengetahuan yg ada. Penggunaan bahasa sarkasme akan semakin memanaskan hati,bagikan ilmu kewarjager jika berkenan kalau sdah sring dibahas msi ditanya cuekin aja..maaf utk para sesepuh..cma tdak ingin tmbah panas. Salam damai.

    •  

      yaa yang sabar ya
      para pendatang baru juga agak sabar yaa bila ada yang berkata dengan agak kasar.
      Tetapi banyak kok yang santun seperti bung danu,bung now,bung melekteck,bung WH,bung aluguro,bung gue,bung yayan ,desperado.,bung wie ,wahhhh masih banyak banget kok,

      kita belajar bersama disini untuk menambah pengetahuan
      bila pendatang baru mau membaca artikel lama yg sejenis akan menambah wawasannya dalam berdiskusi,

      Saya pertama masuk 2 thn yg lalu sebelumnya juga membaca dulu postingan artikel dari awal,
      memang saat itu belum banyak jumlah nya sperti sekarang
      Alhamdulillah saya banyak belajar dari para senior warjager disini.

      •  

        Wah, tersanjung saya… nama saya disebut om satrio… hehehe… Thx om… ๐Ÿ™‚

      •  

        Saya juga minta maaf ya bung2 semua jika ada kesalahan…

        Saya siap menerima kritik maupun saran dari bung2 semua….

        Maaf banget soalnya saya baru pertama kali ikut forum2 Militer kayak gini… Ini forum pertama yg saya ikuti di dunia maya

  53.  

    Mbah ini Guru, dan Guru harus anda hormati, tanpa guru anda tidak bisa ngomong panjang lebar gitu.

    Mbah ini dalam mengajar selalu berkata pada murid mbah, Utamakan diri kalian sejahtera dulu, Makan kenyang itu yang utama, Makan Roti’ itu yang paling hakiki, Uang adalah sumber kebahagiaan. Rumah yang bagus dan kendaraan yang mewah adalah sebuah kebutuhan masarakat modern. Ingat kita hidup bukan di zaman rezolusi yang semua rakyat susah, kita hidup di zaman modern dan tetap susah, trus apa arti kemerdekaan ?

    •  

      @mbah bowo.. pantesan generasi skrg smakin egois dan apatis ma lingkungannya, lha wong yg diajarkn ma gurunya (macam mbh bowo) ky gitu..
      “utamakan diri sendiri” hasilnya y egois, peduli amat ma keadaan ttangganya, apalagi negaranya
      “Makan kenyang yg utama, makan roti yg hakiki” hasilnya : banyak org kaya negeri ini yg bergelimang hidup mewah, sementara ttangganya buat beli krupuk aja g kuat, dan itu pada akhirnya jd paham EGP – isme
      “Uang adalah sumber kebahagiaan, Rumah yg bagus dan kendaraan yg mewah adalah sebuah kebutuhn masyarakat modern” hasilnya : KKN merajalela, mencari uang dg menghalalkan sgala cara mjd trend..
      So, Bginilah cara Barat merusak negara ini.. dg mnyusupkan agen2nya macam mbh bowo, dan mencuci otak generasi masa depan dg paham2 materialisme, hedonisme dan paham2 yg merusak lainnya..
      Kalo memang benar anda pure WNI asli, segeralh bertobat mbah, n apabila anda WNA, segeralh anda enyah dr negeri ini!!!!

    •  

      ada pepatah mbah… guru kencing berdiri… murid kencing berlari…

      gurunya aja kaya gini… apalagi muridnya… bisa rusak generasi muda kita.. ngak punya kepedulian terhadap bangsa …terlalu mementingkan diri sendiri… indonesia bakal terjajah terus …

      ..maaf mbah….guru saya bukan orang seperti mbah….

    •  

      @mbah bowo guru mbah ?

      klo boleh tau guru apa ya? kalo saya ga salah dulu anda pernah bilang guru sejarah, hati2 loh mbah ngajarin sejarah. salah-salah malah bukan sejarah beneran yg diajarkan

      usia 68 tahun? berarti kira2 mbah lahir waktu awal2 kemerdekaan berarti mbah tau dong “pembalikan sejarah” yg terjadi di era 70-80an karena sedikit banyak saya tau sejarah karena itu berhubungan dengan pekerjaan saya. tebakan saya anda bukan guru dan mungkin seperti kata [email protected] “agent wannabe”

  54.  

    Horeeeee….akhirnya simbah bowokan mecungulllllll…..
    Mbah ini mang sakti lho, bisa tahan di bully orang sekampung…. :-))

  55.  

    Abisin duit buat ngurusin rudal gituan, mending buat banyakin rudal R-Han kita aja..

  56.  

    mau ngasih pencerahan smg bermangppat kalao salah sy minta maaf sbb utk alutsista th 2000 ke atas sy kurang mengikuti,,tp klo alutsista 90-an 70-an dikit tahu…sbb saya dpt sumber lgsungya ke pabriknya udah gitu dpt bonus sovenir dll…n ..sy promosikan dlm bentuk tulisan ke majalah dan koran era ORBA spt TSM,Teknologi(punyanya pak habibie),koran Kartika dan Berita Yudha……setahu ane…ToT dan lisensi itu beda/ga sama,ToT ga semua nya ditransferin apalagi teknologi rudal…sbb ga ada tuuh negara didunia yg mau memberikan ToT 100% baik roket maupun rudal…..kecuali dg cara mencuri blueprint dan turunannya.Sedangkan lisensi menyangkut hak paten/royalti dr penjualannya dlm produksinya ke pihak lain.Namun, di dlm Lisensi bisa jadi ada alih teknologi ToT dg persyaratan tertentu shg mendapat hak untuk memproduksi,tetapi belum tentu juga ToT 100%,,,bahkan bisa jadi dapat Blue Printnya tetapi cara pembuatan hardwarenya pabrikan ga mau kasih ,,itu bisa aja terjadi,artinya pabrikan hanya kasih 70% Totnya plus blue print ,sedangkan 30% masih harus didateniin dari pabrik aslinya…Dalam pengembangan pesawat tempur F-35 yg melibatkan banyak negara,diantaranya Turky ikut serta dalam pembiayaan dan pengembangannya(tergantung partispasinya berapa persen) tetapi Turky mendapatkan blue print F-35 shg Turky memiliki kemampuan sendiri mendesain dan mengembangkan pesawat tempurnya gen 4-5 bahkan membuatnya, shg tidak heran Turky pernah menggandeng PT.DI dalam proyek pesawat tempur gen 5 nya. India dan Rusia dalam membuat Brahmoos,ternyata India ga dapat software electronica untuk Bramos meskipun proyeknya joint venture.Maaf bila sy salah tolong diralat Pindad pernah mau mengakuisisi memproduksi lisensi M 16 A2/M4,,tetapi pabrikan COLT memberikan TOT seluruhnya kecuali bagian triggernya Pindad ga dikassih dan harus dr pabrikan Colt,,akhirnya PIndad menolak lisensi tsb.Pembelian Roket ASTOR ,Aviabras hanya mau Tot sistem peluncurnya dan pendukungnya,,tetapi utk roketnya tidak !! Dalam dunia per ToT-an militer,biasanya terjadi ada beberap sbb diantaranya produk cacat produksi,gagal/susah dalam pemasaran,target penjualan sudah melampaui target,teknologinya sudah ga up to date, pabrikan mulai bangkrut dan sejenisnya, faktor politis, ekonomi serta pertahanan.Menurut sy kemungkinan besar China sulit memberikan 100 % ToT sbb belum ada kesepakatan Mou yg jelas ,kecuali sudah ditanda tangani secara pasti dan jelas perincian ToT dalam Mou diantara kedua negara.China mau ToT C 705 mnrt sy ga sembarangan ga sekedaar jual senjata lantas mau ngasih teknolginya enak amat…diperkirakan China mau agar Indonesia bersikap lebih bijak dan netral dalam menghadpi konflik Laut China Selatan khususnya Spratly yg diklaim milik China yg diperkiraakan memiliki cadangan gas salah satu terbesar di dunia.Konflik tsb sebagaian besar melibatkan negara negara ASEAN termasuk Indonesia..Sdgkn masalah tambahan fee mnrt sy sbb belum ada nya kesepakat harga dalam ToT sebab menyangkut masalah hak paten ,pengembangan teknolgi dr pabrikannya langsung, value purna jual bila nanti ada versi expornya dll.Namun setiap pabrikan ada yg susah gampang dlm Tot ada yg mudah dan mulus aja tergntung situasi…contoh china termasuk susah dlm ToT ke Indonesia dibandingkan ke Korut dan Pakistan krn faktor politis. Demikian pula Rusia juga susah krn faktor teknologi dan bisnis.Saab Swedia mau Tot 100 % ke Indonesia dan negara lain,sbb pabrikan mengalami masalah financial dan mengikuti trend pasar hrs adanya ToT. Baik lisensi dan ToT diperoleh,… dipastikan memang harus dipersyartkan membeli produknya dalam jumlah banyak/nilai yg ditentukan pabrikan,,maaf bila salah diralat setahu sy Pindad dapet lisensi SS 1 dari FN Belgia setelah Indonesia mau membeli 100.000 pucuk FNC versi ss1.Namun mnrt sy Inggris dan Jerman diantarnya negara mudah dlm ToT..contohnya India ,industri kedirgantaraanya maju sbb mendpt support dr Inggris.Bahkan PT.DI pernah mendptin tawaran perakitan Typoon bila TNI AU mau membelinya….tetapi yg jelas Pindad mampu membuat ANOA dan membuat tank SBS,sbb dapet ilmu teknologi dari perakitan 3-5 buah tank Scorpion ALVIS Inggris waktu itu TNI AD membeli sekitar 100 tank Scorpion.Bahkan era 90an awal waktu itu bila TNI AU mau membeli Hawk 100/200 dr BAe Inggris sebanyak 2 batch (1 batch 44 pesawat, jadi 2 batch 88 pesawat) mk IPTN mendapatkan hak lisensi dr BAe untuk dibuat sendiri,namun pemerintah saat itu hanya ada anggaran untuk membeli 44 buah pesawat aja.Kira 2 demikian sekelumit gambaran smg memberikn manfaatnya,bila ada salah dlm tulisan sudilah meralatnya.terima kasih.

 Leave a Reply