Jan 122019
 

PLA mengerahkan sistem rudal anti-kapal dalam latihan bulan Oktober 2018 © Kemenhan China

JakartaGreater.com – Rudal balistik anti-kapal jarak jauh Tiongkok, DF-26 kini dimobilisasi ke dataran tinggi dan daerah gurun China di Barat Laut, menurut laporan stasiun penyiaran nasional China, Xinhua pada hari Selasa setelah kapal perang AS memasuki tanpa izin ke perairan teritorial China di lepas pantai Kepulauan Xisha, menurut Global Times.

DF-26 adalah generasi baru dari rudal balistik jarak jauh China yang mampu menargetkan kapal berukuran medium hingga besar di laut. Ini bisa membawa hulu ledak konvensional dan nuklir.

Brigade DF-26 dioperasikan di bawah Pasukan Roket PLA yang beroperasi di dataran tinggi dan daerah gurun Barat Laut, China, menurut laporan stasiun televisi CCTV. Laporan juga mengatakan bahwa rudal sekarang mampu beroperasi secara mobile di seluruh negeri. Tak dijelaskan dalam laporan CCTV ketika rudal ini dimobilisasi.

Rudal balistik jarak menengah DongFeng-2 (DF-26) buatan China. © IceUnshattered via Wikimedia Commons

Peluncuran rudal mobile dari pedalaman negara itu lebih sulit untuk dicegat, kata seorang pakar militer yang berbasis di Beijing yang meminta tidak disebutkan namanya. Selama fase awal peluncuran rudal balistik, rudal itu bergerak relatif lambat dan mudah untuk dideteksi, menjadikannya target yang mudah bagi instalasi anti-rudal musuh, catat para ahli.

Setelah rudal memasuki tahap selanjutnya, kecepatan sangat tinggi sehingga peluang untuk intersepsi secara signifikan lebih rendah, tambah pakar itu. Ini juga merupakan pertama kalinya rudal tersebut tampil dimuka umum dari dekat sejak mulai beroperasi dengan PLA, menurut laporan CCTV.com.

Berita tersebut memicu diskusi antara para pengamat militer China secara online, ketika itu terjadi setelah USS McCambell sebuah kapal perusak rudal AS, masuk ke perairan teritorial China di lepas Kepulauan Xisha pada hari Senin tanpa izin dari pemerintah China.

China mengirimkan pesawat terbang dan kapal perang untuk memperingatkan kapal AS dan telah mengajukan protes serius kepada perwakilan AS, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang saat briefing harian pada hari Senin.

Parade Angkatan Bersenjata China (PLA). © William Ide Wikimedia Commons

Laporan tersebut adalah pengingat bahwa China mampu menjaga wilayahnya, kata pakar anonim itu. “Bahkan ketika diluncurkan dari daerah pedalaman yang lebih jauh di China, rudal DF-26 memiliki jangkauan yang cukup luas hingga Laut China Selatan”.

DF-26 memiliki jangkauan sejauh 4.500 kilometer, membuatnya mampu menyerang target termasuk pangkalan angkatan laut AS di Guam, Pasifik barat. Pada bulan April 2018 lalu, Kementerian Pertahanan China mengumumkan bahwa rudal itu secara resmi bergabung dengan Pasukan Roket PLA.

jakartagreater.com

  2 Responses to “China Mobilisasi Rudal Guam-Killer ke Wilayah Barat Laut”

  1.  

    nama rudalnya keren
    guam killer.

  2.  

    buset, masih aja ada negara yg punya prinsip happy trigger…..