Okt 022018
 

Radar anti siluman YLC-8B buatan CETC, China © mil.huanqiu.com

JakartaGreater.com – Stasiun China Central Television (CCTV) menampilkan radar baru yang dikembangkan Institut Riset No.14 dari China Electronics Technology Corporation (CETC), sebagai tempat lahirnya Industri radar China.

Menurut China Military, melalui pertunjukan dan informasi publik baru-baru ini, dapat ditemukan bahwa radar yang dikembangkan oleh lembaga itu mencakup platform darat, laut, udara dan luar angkasa.

Sejumlah peralatan besar yang sudah dikenal dan banyak model baru seperti kapal induk domestik China, kapal perusak baru dan radar anti-siluman terkait erat dengan lembaga CETC ini. Beberapa model yang diekspor juga terbukti dalam pertempuran nyata di luar negeri.

Radar anti siluman UHF YLC-8B terpasang di Pulau Pintan © Google Maps

Melalui citra satelit yang diperoleh dari Google Maps, China mungkin telah menyebarkan radar anti satelit UHF YLC-8B di Pulau Pintan yang terletak di Selat Taiwan.

Radar Canggih Untuk Jet Tempur FC-1 Xiaolong / JF-17 Thunder

CCTV melaporkan radar AESA ringan yang digunakan untuk meningkatkan jet tempur FC-1 Xiaolong atau JF-17 Thunder. Radar tersebut bisa melacak beberapa batch manuver target dari jarak 100+ kilometer.

Meskipun tak menyebut model radar, menurut informasi yang diungkapkan sebelumnya di Zhuhai Air Show, jenis radar udara tersebut semestinya adalah radar kendali tembak (FCR) X band KLJ-7A dengan jangkauan deteksi sekitar 170 kilometer.

Seorang pakar militer anonim mengatakan bahwa dengan teknologi array aktif, jangkauan deteksi FC-1 Xiaolong tersebut telah mencapai atau bahkan melampaui jet tempur J-11B yang menggunakan radar pulse doppler.

Kinerja anti-jamming dan anti-pengintaian radar KLJ-7A jauh lebih baik dibandingkan dengan radar pemindai mekanis pada jet tempur generasi ketiga. Radar baru ini memiliki kinerja serupa dengan radar jet tempur F-35.

Jet tempur FC-1 Xiaolong dengan radar baru mungkin memiliki keunggulan tertentu saat konfrontasi di jarak menengah melawan jet tempur F-16C/D (tidak dilengkapi AESA) dan bahkan jet tempur F-15C/D.

Model terbaru jet tempur China seperti J-20, J-16, J-10 dan seri J-11 telah menggunakan radar AESA.

Radar Serbaguna

Selain radar udara, radar anti-siluman juga merupakan perkembangan terpenting dalam industri radar China saat ini. Institut Riset No.14 memamerkan serangkaian radar anti-siluman di Zhuhai Air Show, Paris Air Show dan kesempatan lainnya.

Pada bulan November 2017, IHS Jane melaporkan bahwa radar multitask canggih SLC-7 dari Nanjing Institute of Electronic Technology (NRIET), merupakan anak perusahaan CETC tersebut lebih unggul dari radar serbaguna EL/M-2080S “Green Pine” Israel.

Radar anti siluman YLC-8B mampu menjangkau seluruh wilayah Taiwan © Google Maps

Menurut laporan tersebut, radar SLC-7 memiliki jangkauan pelacakan lebih dari 300 km untuk sasaran balistik dengan area refleksi radar seluas 0,01 meter persegi.

SLC-7 juga memiliki jangkauan deteksi lebih dari 450 km untuk target 0,05 meter persegi dan ketinggian pelacakan maksimum lebih dari 30 km. Selain itu, radar ini sangat mobile dan dapat pindah ke pangkalan baru dalam waktu 15 menit, tulis laporan itu.

Institut Riset No.14 telah meluncurkan radar pengintai jarak menengah-jauh 3 dimensi YLC-8B dalam beberapa tahun terakhir. Radar ini dapat bermanuver melalui jalan darat, laut dan kereta api dengan enam kru. Radar dapat mendeteksi dan melacak jet tempur tradisional pada jarak hingga 550 km dan jet tempur siluman pada jarak 350 km.

Radar tersebut telah melengkapi sistem rudal anti-pesawat jarak jauh HQ-9 yang disebut juga sebagai S-300 versi China.

Bagikan:

  One Response to “China Pasang Radar Anti Siluman YLC-8B di Selat Taiwan”

  1.  

    Woooowww. Jf-17 kini menjadi semakin menarik. Tentunya juga semakin memusingkan buat tetangganya.

 Leave a Reply