JakartaGreater.com - Forum Militer
May 272016
 

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Jepang tahun ini, para pemimpin negara G7 mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas China di Laut Cina Selatan dan Timur. Para pimpinan dari Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat ini menekankan pentingnya menyelesaikan sengketa wilayah secara damai.
Meskipun bukan agenda utama konferensi tingkat tinggi tahunan tersebut, para pejabat negara ini menyerukan kerja sama kawasan dan internasional untuk mempertahankan kebebasan navigasi di laut kawasan dan bekerja sama memanfaatkan lautan secara berkelanjutan.

Menanggapi hal ini, China peringatkan negara-negara G7 agar menjauhi isu sengketa Laut Cina Selatan. Media Xinhua bahkan menyebutkan seharusnya G7 mengurus masalah sendiri dan tidak perlu mencampuri urusan orang lain. Pasalnya, sengketa Laut Cina Selatan berada di luar pengaruh dan kemampuan G7. Media tersebut juga menuduh Jepang berusaha memanfatkan pertemuan puncak G7 untuk menggandeng aliansi dan simpatisan untuk mengucilkan China.

Peringatan ini muncul setelah Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, mendesak G7 agar mengambil sikap tegas dan jelas terhadap klaim teritorial oleh China. Namun, tudingan ini langsung dibantah Perdana Menteri Inggris, David Cameron. David Cameron justru memperingatkan China untuk tunduk pada keputusan pengadilan arbitrase. Pengadilan Arbitrase Internasional kini sedang mempelajari gugatan Filipina terkait Laut Cina Selatan.

Sengketa Laut Cina Selatan ini memang belum kunjung usai. Sudah sejak tahun 1947, enam negara yaitu China, Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei dan Taiwan berebut dua gugusan pulau tak berpenghuni di Laut Cina Selatan. Bagaimana tidak, kawasan Laut Cina Selatan memiliki kandungan minyak bumi dan gas alam potensial, serta peranannya sangat penting sebagai jalur perdagangan dan distribusi minyak dunia. Konflik seputar salah satu jalur perdagangan paling padat di dunia ini justru belakangan semakin memanas.

Kepulauan Spratly pernah dua kali menjadi medan pertempuran antara China dan Vietnam, yakni tahun 1974 dan 1988. Begitupula dengan Malaysia dan Brunei Darussalam, keduanya pernah melakukan klaim wilayah tersebut atas dasar wilayah zona eksklusif ekonomi sesuai dengan UNCLOS 1982.

Bagikan:

  26 Responses to “China Peringatkan G7 Tidak Ikut Campur Sengketa Laut Cina Selatan”

  1.  

    paidjooooo

  2.  

    awas chino ngamuk…mana mbah bowo.??

  3.  

    Bung diego kenapa kl pakek hp android berita di beranda yg muncul tanggal26 trus komennya kadang muncul kadang nggak…..

  4.  

    kalah

  5.  

    bung bank Ruskye terus dapat petromax…nunggu giliran wamil ini bung..semua nampak nampak sudah mulai lapar

  6.  

    gara gara kepulauan spratly, china dan vietnam perang pada thn 1974 dan 1988
    lha ini….. MALON,. negara jaguh cuma klaim doang

    kwak kwaakk kwaaakkkk

  7.  

    belum berkuasa sudah merasa berdaulat, itulah bangsa songong fasis PKC

  8.  

    china tdk mengerti bahasa arbitrase hanya mengerti bahasa perang nuklir

    •  

      Begitulah mas, tidak Amerika tidak china, pokoknya kalau merasa memiliki kekuatan, baik kekuatan politik (melalui hak veto PBB), kekuatan ekonomi apalagi militer (terutama merasa memiliki senjata nubika) maka yg dikenal adalah bahasa “otot”. Jika negara “berotot” memiliki kepentingan atas suatu kawasan atawa sumber daya alam negara lain, maka negara berotot boleh mempergunakan sesuka hati, dg cara apa pun mesti harus didapatkan demi kepentingannya.

      Para pemimpin negara kita mesti hrs cermat mengawasi skenario lcs yg melibatkan negara-negara berotot. Imbas kekacauan di lcs pasti bisa merasuki wilayah negara kita. Suka atau tidak para pemain utama di lcs, tentu bukan pemain figuran model Malaysia, Philipina, Brunei atau Taiwan, pada dasarnya mereka juga ngiler melihat kekayaan alam, sumber daya manusia dan posisi strategis wilayah nusantara yg musti dikuasai atau minimal dibawah pengaruh mereka. Untuk itu, waspadalah, jangan sampai negara kita di skenariokan bagai wilayah balkan, yg digenggam oleh masing-masing negara berotot. Misal, wilayah Papua oleh negara X, wilayah Kalimantan dan sebagian Sumatra oleh negara Y, amit-amit jabang bayik.

      Pemerintah dan rakyat Indonesia musti memasang mata dan telinga lbh peka agar tdk mudah terpancing provokasi oleh pihak luar yg menginginkan gangguan dari dalam negri. Para penjabat, lsm atau pribadi yg ditengarai atau terbukti menjadi kepanjangan / proxy pihak luar bolehlah dihukum “kebiri”, mumpung UU kebiri akan disyahkan.

    •  

      gak lah bung……….china ngerti kok bahasa arbitrase……cuma saja china asal ngawur aja main klaim suatu lautan berdasarkan ” nama lautan di sebuah peta “……sehingga mentang – mentang punya nuklir dan alutsista memadai dia berani main klaim tuh lautan………..andaikan saja tuh lautan nama di dalam peta tertera nama ” Laut Indonesia ” pasti deh tuh lautan milik kita dan kita bisa berani main klaim aja kalau kita punya nuklir dan alutsista memadai……………….xi xi xi

  9.  

    Mbah bowo masih di sekolahkan tho bung @Diego?
    Padahal kalau berita begini mbah bowo yg paling militan. Hhe”
    Lama2 kangen juga sama @mbahbowo.

  10.  

    test dulu..

  11.  

    @ ontakiut

    JAWABNYA ..TIDAK AKAN ADA TEMBAKAN NUKLIR….karena mereka sama 2 masih mau hidup..

    ha ha ha

  12.  

    Kita kepung saja china dari segala arah dan lsg kita bombardir biar hilang dari peta, negara yg tdk cinta damai silahkan jadi penghuni pertama di planet mars alias dideportasi dari bumi. Ngambil laut kok serakah bgt, emang itu laut nenek moyang lo yg buat… china sombong arogan dan negara komunis trbesar. Smoga saja jepang dan as sgra beri china pelajaran. Salam.

  13.  

    Mpok Carin, mpok Carin, orang kok hobinya otak-atik gatuk dari baca koran. Iya deh, ane akui ente memang pakar dalam membaca skenario pihak-pihak yg bersengketa dalam percaturan politik, jempol enam buat ente…

  14.  

    ane pernah baca kalo orang china itu sifat n mukanya ciri cirinya mirip yang disebut sebagai bangsa yajuj makjuj..jangankan manusia..penghuni langit aja di tantang..! naudzubillah..

  15.  

    Harusnya LCS diganti nama…kalo masih bawa nama cina kan jadi gak salah to kalau di claim sama tu cen cen saudaranya mbah bowo…diganti jadi laut utara indonesia…wakakaka…ganti indonesia yg claim…ya kan neng carin…

  16.  

    Bung anoname,
    Indonesia ujung2nya akan terlibat, krn zee natuna bersinggungan dg Peta Klaim China atas seluruh LCS. Terbukti insiden natuna tempo hr. Makanya Pangkalan TNI di Natuna akan diperkuat.

 Leave a Reply