Nov 102018
 

JakartaGreater.com – Sistem pertahanan udara jarak pendek CNPMIEC FM-90 membuat debut publik yang langka di ajang China AirShow 2018. Sebuah salinan reverse engineer dari sistem pertahanan udara Crotale Prancis, yang disebut sebagai FM-90 ini beroperasi dengan Angkatan Bersenjata PLA dan juga Pakistan, seperti dilansir dari laman media Army Recognition.

FM-90 (varian ekspor), disebut sebagai HQ-7B untuk pasar China, adalah sistem senjata rudal pertahanan udara jarak pendek canggih yang diproduksi oleh CNPMIEC. FM-90 ini adalah sistem rudal permukaan-ke-udara yang digunakan pada lokasi-lokasi penting dan medan pertempuran pertahanan udara terhadap target udara yang terbang di ketinggian rendah atau sangat rendah.

Sistem pertahanan udara jarak pendek Crotale buatan Prancis © Wikimedia Commons

Sistem FM-90 menggunakan radar canggih dan sensor opto-elektronik dikombinasikan dengan teknologi untuk deteksi dan bimbingan, memiliki kinerja intersepsi diketinggian rendah yang sangat baik dan kemampuan anti-jamming yang kuat.

FM-90 alias HQ-7B adalah varian upgrade dari sistem HQ-7 atau FM-80 dilengkapi misil yang lebih cepat dan jangkauan yang lebih panjang. Rudal terbarunya juga menampilkan kamera pelacak IR. Ini memiliki jangkauan efektif antara 0,7 hingga 15 km,  tergantung pada target.

Sistem ini tidak hanya dapat secara efektif menghancurkan senjata berpemandu presisi seperti rudal jelajah, rudal udara-ke-darat taktis, beserta rudal anti-radiasi, tetapi juga mencegat pesawat pembom-tempur, pesawat penyerang, UAV dan helikopter bersenjata.

  5 Responses to “China Promosikan Sistem Pertahanan Udara FM-90”

  1.  

    Nda usah yg ini dibeli. Kurang mumpuni.

  2.  

    Wah selain jago copy bs jg menjual lbh murah dr lisencinya.

  3.  

    Kalau yg ini perlu di check keakuratan, kecepatan nya lagi, kalau lebih lambat dari kecepatan 2 match ya percuma bisa hadang pespur dan rudal

    😎

 Leave a Reply