Agu 102016
 

MOSKOW – China telah berinvestasi dalam kemampuan pertahanan untuk menanggapi meningkatnya ketidakstabilan di Asia Timur, Alexei Maslow dari Sekolah Tinggi Ekonomi yang berbasis di Moskow mengatakan pada Sputnik, mengomentari kegiatan terbaru Beijing di Laut China Selatan dan China Timur Laut.

Penjaga Pantai China Patroli Dekat Kepulauan Sengketa di Laut China Timur

Penjaga Pantai China Patroli Dekat Kepulauan Sengketa di Laut China Timur

Pekan lalu, China kapal Coast Guard dan perahu nelayan berlayar dekat kepulauan yang disengketakan di Laut China Timur, yang dikenal sebagai Senkaku (Jepang) dan Diaoyu (China), membuat Tokyo tidak senang. Beijing juga diketahui mengerahkan beberapa pembom H-6K dan jet tempur Su-30 dalam misi patroli ke Kepulauan Spratly dan Scarborough Shoal, daerah yang disengketakan di Laut China Selatan.

Selain itu, Menteri Pertahanan China Chang Wanquan baru-baru ini mengatakan bahwa negara harus mempersiapkan rakyatnya untuk “perang di laut” demi mempertahankan keamanan nasional dan integritas wilayah dari ancaman maritim.

Namun, menurut Maslow bahwa Beijing tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangganya terlepas dari apa yang mereka klaim. “Saya tidak berpikir bahwa China akan melakukan hal itu (menyerang negara lain). Beijing tidak pernah melakukan hal seperti itu dalam militer dan sejarah politik”, kata analis.

“Benar, China telah meningkatkan anggaran militernya. Angkatan bersenjata negara itu memiliki total lebih dari 5 juta orang, termasuk cadangan. Tapi Anda harus memahami bahwa China berkaitan dengan destabilisasi yang terjadi di Asia Timur,” jelasnya.

Chang Wanquan: “Perlunya Kesiapan Perang Di Laut”

Maslov menyebutkan bahwa hubungan dengan Jepang, Vietnam dan tetangga China lainnya telah menjadi lebih rumit dalam lima tahun terakhir. Korea Utara juga telah menjadi sumber keprihatinan utama bagi Beijing dan negara-negara lainnya.

Analis lebih lanjut mengatakan bahwa Beijing telah meningkatkan kemampuan militernya untuk meningkatkan status globalnya. “Militer adalah penting bagi China sebagai simbol dari kekuatan besar”, katanya.

Dalam konteks ini, analis menambahkan, investasi China di bidang pertahanan harus dilihat dari segi hubungannya dengan Amerika Serikat.

“Jika Amerika Serikat memutuskan untuk campur tangan (dalam kebuntuan lokal), maka konflik regional akan meletus. Ini adalah skenario yang sangat buruk. Jika disisi lain Amerika Serikat tidak mengerahkan armada dan hanya mengancam Beijing dengan sanksi, maka hal itu akan menjadi konflik yang berkepanjangan tanpa komponen militer”, katanya lagi.

Sumber: Sputniknews

(Vegassus/JakartaGreater)

jakartagreater.com

  15 Responses to “China Regangkan Otot Militer Respon Ketidakstabilan di Asia Timur”

  1.  

    Pemanasan dulu,sebelum berperang…

  2.  

    memang beda jauh y komen2 disini dengan situs2 sebelah, disini komen kebanyakan caci dan Memaki. tp y nikmatin ajalah

    •  

      boss….di sebelah itu ..adalah pengamat 2 culun..yang hanya bisa…siap pak,.siap dan,86 ,…stroongg…,dll
      tetapi kalau disini adalah CALON 2 PEMIMPIN BANGSA YANG CERDAS.. dan sudah kebal terhadap caci maki………ho ho ho

      •  

        @devi

        Hhahaahaha…ente nyindir siapa dev?

      •  

        anggaplah saat ini lemhanas memiliki pola pikir yang “salah”, karena mereka terdiri dari orang-orang “tua” dengan pola pikir yang sesuai dengan masa/era dan kodisi politik dimana mereka dibentuk, saatnya kita sebagai generasi muda bersama-sama berfikir dengan sudut pandang berbeda, bukan menyalahkan mereka tetapi membuka mata batin dan pola pikir mereka, agar bersama kita wujudkan nusantara jaya…

        mencela dan menyalahkan tanpa memberikan solusi dan contoh nyata atas pola pikir kita, hal itu sama aja dengan omong kosong

        salam,
        NKRI harga mati

    •  

      Disini kita bebas berekspresi keluarkan semua yang ada dalam benak kita… hikhikikhik…

  3.  

    Erdogan-Putin Bertemu, Turki Langsung Tantang Amerika dan Eropa

  4.  

    Mbah Bowo dan I Love Indonesia

  5.  

    Gunung kaleee meletus,,,,kapan… …????.. mau perang lama bgt, kebanyakan protas protes, ujung2nya damai jg…as lama2 keder jg ni, ngapain kirim2 kapal induk ke lcs, toh akhirnya china bebas bangun hanggar di spratly…

  6.  

    laut natuna pasti hilang…..lihat aja

  7.  

    Jika dilihat sejarah kemerdekaan indonesia momen 45 dilanjut momen perang irian barat, gayang malasytt..indonesia begitu gagah dan sangat idealis…berangsur angsur dilupakan dan akhirnya momen momen selanjutnya di adem ayemkan…begitu saja…
    Dapat dilihat pola bahwa ketika bangsa indonesia punya musuh..dengan ancaman perang konvensional, bangsa ini bisa berubah menjadi sangat agresif…beda jika indonesia diserang dg perang asimetris..adem ayem saja..

    Menantang perang indonesia secara terbuka sama juga membangunkan raksasa yg tertidur panjang…maka dari itu asu dkk tidak melakukan hal itu tapi dengan cara cara halus..namun sejatinya tetep saja menjajah..

    Ayo malon, china tantang perang aja indonesia secara terbuka..biar kalian membangunkan raksasa tidur..
    Bangun bangun..jangan tidur aja..taboookkk taboookk…

  8.  

    Erdogan-Putin Bertemu, Turki Langsung Tantang Amerika dan Eropa
    .

  9.  

    Jelas China sudah bersiap diri untuk peperangan skala penuh, dan itulah mengapa warjager berteriak teriak untuk memperkuat pertahanan laut dan udara Indonesia segera ….

  10.  

    Alur nya udah kelihatan bung, laut cina pasti akan menjadi Battle field pada saat perang nanti …
    Filipina adalah negara pertama yg akan diincar oleh cina, karna dibelakangnya ada ASU dkk …
    Tapi menaklukan filipina pun bukan hal yg gampang, ketika cina tengah fokus pada filipina, jepang, malaysia, india, korea selatan maupun vietnam pasti akan memperkuat pertahanan atau paling parah menyatakan perang pada cina …
    Jika cina sendirian dalam perang ini, mereka pasti kewalahan atau mungkin kalah (30% untuk cina) …
    Indonesia selama belum diusik maka tidak akan ada masalah, tapi pasti akan ditekan untuk menjadi juru damai dalam konflik itu …
    Jika Rusia bergabung dengan cina maka persentase kemenangan cina akan naik (50%), dan setelah itu kita tidak akan bisa memprediksi front mana yg bakal menang …

    Itu menurut ane, maaf kalau ada yg berbeda persepsi …
    NKRI HARGA MATI !!!

    •  

      Iya rada serem klo terjadi. Rusia tampaknya mencari sekutu setelah hilangnya uni soviet. Mereka sepertinya senang melihat adanya cina yg bisa jd sekutu walau dulu komunis mereka beda aliran. Selain itu di tanah arab mereka pasti tidak mau kehilangan suriah yg akan berimbas juga pada Iran. Rusia tdk mau kehilangan pasokan gas. Jd inget perang korea dan vietnam akibat mempertahankan ideologi komunis/liberal. Ibaratnya klo terjadi bs jilid dua. Mungkin tidak akan terjadi rusia vs usa, tp bisa cina vs negara2 asean yg akan rusia dan usa di balik layar. Tp mudah2an itu skenario terakhir dan tdk akan diambil oleh cina. Walau saya tetap yakin NKRI harga mati dimana siapa hendak serang lawan sampai titik darah terakhir.