Sep 262018
 

Latihan Militer Rusia dan China, Vostok 2018. (Kremlin.ru)

Beijing, Jakartagreater.com – Beijing dan Moskow mampu mengatasi semua kesulitan, khususnya, efek negatif dari sanksi AS, karena saling melengkapi ekonomi mereka, ujar Perwakilan Perdagangan Internasional dan Wakil Menteri Perdagangan China, Fu Ziying dirilis Sputniknews.com, Selasa 25-9-2018.

“Ekonomi Rusia dan Cina memiliki tingkat saling melengkapi yang sangat tinggi. Saya pikir kita pasti akan mampu mengatasi berbagai rintangan dan kesulitan,” kata Fu Ziying dalam sebuah penjelasan, saat ditanya apakah China akan berhasil mengimbangi pembatasan perdagangan AS melalui kerjasama dengan Shanghai Cooperation Organization (SCO) dan BRICS.

Hubungan AS-Cina telah tegang sejak Maret 2018 ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif tinggi pada baja impor dan aluminium. Sejak itu, kedua pihak telah memberlakukan beberapa putaran bea impor satu sama lain.

Rusia juga merupakan salah satu negara yang mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas tarif logam AS. Moskow juga telah mengalami beberapa sanksi yang diberlakukan oleh Washington atas perbedaan pada banyak masalah kebijakan luar negeri.

Pekan lalu, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Equipment Development Department (EDD) of China’s Central Military Commission (CMC) dan Direkturnya Li Shangfu karena membeli sistem pertahanan udara S-400 dan pesawat udara Rusia yang melanggar Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Tindakan itu melarang kerjasama dengan sektor pertahanan Rusia, mengancam mereka yang melanggar tindakan dengan sanksi sekunder.