Sep 202016
 

Pada hari Sabtu, 17 September 2016, Angkatan Laut China dan Rusia melakukan latihan bersama pertahanan udara dan anti-kapal selam di Laut China Selatan dekat Provinsi Guangdong sebagai bagian dari 8 (delapan) hari permainan perang Angkatan Laut, Joint Sea-2016, latihan Angkatan Laut terbesar yang pernah dilakukan antara kedua negara.

Latihan menampilkan sejumlah kapal perang termasuk kapal perusak rudal, kapal anti-kapal selam dan kapal selam konvensional yang tergabung dengan helikopter terbang di atasnya.

Seorang perwira senior mengatakan kepada kantor berita Xinhua bahwa latihan dilakukan dengan “latar belakang pertempuran yang sebenarnya”. Pejabat itu melanjutkan dengan mengatakan bahwa tujuan dari pelatihan Angkatan Laut tersebut berhasil dicapai.

rusia-tweet-roman-kosarev

Latihan perang Angkatan Laut secara besar-besaran datang pada saat ketegangan antara China dan Barat mengenai Laut China Selatan yang disengketakan menyusul putusan oleh Mahkamah Arbitrase Internasional terhadap klaim bersejarah Beijing terhadap wilayah perairan tersebut.

China dengan cepat mengecam aturan yang tidak sah mengutip fakta bahwa Filipina mengajukan sidang arbitrase secara sepihak atas perintah dari Amerika Serikat.

Program latihan Angkatan Laut ini telah direncanakan beberapa bulan sebelumnya, bertepatan dengan latihan gabungan “Kebebasan Navigasi” antara Angkatan Laut Jepang dan Amerika Serikat di Laut China Selatan.

Hal ini telah menjadi titik pertikaian bagi China yang memperingatkan Jepang bahwa partisipasi dalam latihan militer maritim di perairan yang disengketakan dengan Amerika Serikat adalah garis merah di mana Jepang mungkin akan menderita konsekuensi dari keikutsertaannya itu.

 

Sumber: Sputnik News

Bagikan: