China Semakin Maju, AS Cari Senjata Hipersonik

Rudal hipersonik “Zircon” buatan Rusia. © Youtube/Pravda

JakartaGreater.com – AS kini menghadapi ancaman yang muncul dalam bentuk senjata hipersonik, yang menyebabkan seruan kepada AS untuk mengembangkan kemampuan hipersoniknya yang defensif dan ofensif, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

“Pengembangan senjata hipersonik oleh China telah melampaui jangkauan kita. Kita tertinggal”, kata Laksamana Harry Harris, kepala Komando Pasifik AS, kepada Kongres pada hari Rabu.

Laksamana Harry Harris menggaungkan kembali komentar dari Kepala Angkatan Udara AS, Paul Selva bahwa AS telah “kehilangan keunggulan teknis dalam senjata hipersonik” dari Beijing dan Moskow, yang mana programnya telah melaju pada kecepatan mach.

Militer AS perlu mengatasi disparitas yang terus berkembang “dengan cara yang paling agresif” menurut Harris, guna memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk mempertahankan keduanya melawan senjata hipersonik China dan mengembangkan senjata hipersonik ofensifnya sendiri.

Senjata hipersonik dapat meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi (lebih dari 5 kali kecepatan suara atau hampir 2 kali kecepatan jet tempur) dan dengan demikian mampu menghindari sistem pertahanan rudal.

Baik itu senjata konvensional atau senjata nuklir, secara teori bisa dipasang pada rudal hipersonik, keduanya merupakan prospek yang mengerikan, terlebih lagi energi kinetik mentah dari proyektil yang meluncur dengan kecepatan sangat tinggi itu cukup untuk menimbulkan kehancuran hebat dengan sendirian hanya dengan mencapai sasaran.

Pejabat Angkatan Udara AS mengatakan, bahwa itu tergantung pada sistem pemandu senjata hipersonik, senjata semacam itu bisa menghancurkan kapal perang, bangunan, sistem pertahanan udara, pesawat tak berawak atau pesawat tempur musuh.

Tinggalkan komentar