Sep 062018
 

Jet tempur J-10C Angkatan Udara China sedang berlatih pada 12 April 2018 © Xinhua News

JakartaGreater.com – Latih tanding antara jet tempur yang diproduksi China dengan jet tempur yang dibeli dari Rusia akan membantu angkatan bersenjata secara akurat menentukan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing produk.

Seperti diberitakan Bao Dat Viet, Saat ini, selain jet tempur J-11B/D, jet tempur J-16 dan jet siluman J-20, industri kedirgantaraan China terus mempromosikan produksi dari jet tempur ringan J-10 dalam jumlah besar. Pesawat tempur ini terus diproduksi dalam varian J-10C dan menghasilkan sekitar 30 unit per tahun.

J-10C adalah peningkatan terbaik dari J-10B, yang telah dikirim dalam jumlah yang sangat kecil kepada Angkatan Udara PLA dalam periode 2014-2015, yankni sekitar 52 unit. Meski tampilan luarnya tidak berbeda jauh dengan J-10B, J-10C sebenarnya adalah jet tempur yang jauh lebih kuat dan terbaik di dunia saat ini.

Fitur luar biasa dari pejuang J-10C adalah radar AESA mutakhir, serta dilengkapi dengan avionik canggih, yang memungkinkan penggunaan senjata tercanggih yang ada dalam arsenal China.

Detail penting lainnya adalah China sedang menguji integrasi mesin thrust vector 3D pada jet tempur J-10C, yang juga diperkirakan dipakai pada jet siluman J-20, yang membuat mesin ini menjadi sangat bermanuver.

Jet tempur multirole Sukhoi Su-35. © Kemhan Rusia via Wikimedia Commons

Menurut China, J-10C juga memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan dan menembakkan rudal udara-ke-udara jarak pendek PL-10 dan rudal udara-ke-udara jarak jauh PL-15 yang juga disebut sebagai “AEW&C Killer“. Televisi militer China melaporkan bahwa selama pertarungan langsung dengan Su-35SK, pesawat tempur J-10C memperoleh kemenangan luar biasa.

Secara teori, apa yang disesumbarkan oleh China bahwa jet tempur J-10C unggul atas Su-35SK dapat dimengerti sebab jet tempur Rusia masih menggunakan radar PESA Irbis-E  dan wilayah reflektor radar dari jet tempur kelas berat sangatah besar, membuatnya jauh lebih terlihat.

Selain itu, jet tempur ringan J-10C menggunakan mesin TVC 3D yang bisa menawarkan tingkat kinerja yang sama seperti jet tempur Su-35SK, belum lagi rudal jarak dekat China yang dikatakan memiliki kemampuan manuver. Itu mampu mengunci target setelah peluncuran sama majunya dengan produk Barat.

Meski begitu, harus diingat bahwa selama pelatihan yang disiarkan oleh saluran televisi CCTV1, jet tempur J-10A telah kalah dari Su-27SK padahal jet tempur tersebut sedang dalam pengaruh sistem peperangan elektronika, yang seharusnya pertarungan bisa dimenangkan dengan mudah oleh J-10A China.

Jadi jika diklaim bahwa jet tempur J-10C benar-benar lebih unggul dari Su-35SK, maka perlu juga diketahui lebih lanjut tentang “skenario” pertempuran untuk dapat membuat kesimpulan yang lebih akurat.

  24 Responses to “China Sesumbar J-10C Unggul dari Su-35SK”

  1.  

    Sales LM dan Gripen diundang memanaskan suasana 😛 wkwkwk :lolL

    •  

      ngapain ngundang sales LM sama gripeng…..
      yg diundang sales sukro, irkut sama knalpot….lawannya ya cinak aviation….

      sono gih fansboy cinak lawan fansboy rusakiye,,,,
      kite mah fansboy barat nonton aja dari jauh sambil ketawa geli, sambil guling2 dilantai….
      xixixii……wkwkkkkkkkkkkk

  2.  

    Chipeng cuma nggedabrus spt si Ntung Phd…xixixixi

  3.  

    Hhhhhhhhhh, Su-35 kalah dari F-16 KW ??? Itu China loh yg komen, bukan Ane. Hhhhhhhhhh

  4.  

    Sama Su 27 aja kalah, kayaknya china mau jualan pesawat neh?

    😎

  5.  

    Sayangnya gak ada Depazito disini.

  6.  

    SUKHOI Su-35S FLANKER Dinasti Flanker Yang Paling Mematikan

    http://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/07/sukhoi-su-35s-flanker-dinasti-flanker.html

  7.  

    tuh kan betul sukro telung puluh likur eh limo, itu cuma produk gagal….

    ah produk gagal kok kita beli yach…
    udah balikin aja tuch…
    buat apa buang2 duit en waktu…

    yg udah make aja tahu cuma kenceng di promonya doang ….. hahahaha

    katanya sih bisa melarikan diri dari serangan rudal, cukup pake afterburner diketinggian yg tinggi, eh ternyata cuma kenceng promosinya doang……wkwkkkkk

  8.  

    China mau jualan… ga laku2…

  9.  

    coba aku tengok ya….

    di artikel diatas… dikatakan J10C sudah pake mesin TVC3D sekelas yang dipake SU35. sedang diameter AL41F yang dipakai SU35 lebih besar daripada mesin AL31FN yang dipakai J10 family (A n B), berarti apakah wujud J10C sedikit lebih besar daripada seri A n B?

    Rudal PL15 jarak tempuh nya (300km) masih dibawah R77 (400km)… yang mana menurutku hampir selevel kemampuan deteksi radar yang diusung masing2 pesawat. Radar iribis E (PESA) punyanya SU35 mempunyai kemampuan deteksi objek deg RCS 3m sejauh 450 km. Sedangkan radar J10C masih rahasia … tarok kata sekitar 300 Km (setara dengan rudal PL15).

    Maka daya endus radar J10C kalah dan daya tembak missil jarak jauh kalah dibanding SU35 dengan radar dan missile nya.

    lagipula, J10C bukanlah pesawat stealth. sehingga kemungkinan akan mampu ditembak pada jarak jauh. Dalam hal ini J10 C kalah…

    Berapakah ketinggian terbang J10C? apakah mempunyai kemampuan super cruise tanpa afterburning? semuanya masih tanda tanya.

    •  

      sebagai masukan, selain TVC, J-10C sudah diintegrasikan dgn bbrp teknologi stealth, seperti coating dan mesin baru dengan bagian tepi bergerigi yang membuatnya samar di radar.

      Sedikit koreksi juga, bahwa diameter AL-31 dan AL-41 adalah sama, yaitu 1280 mm, kecuali inlet, memang AL-41 lebih besar yaitu 932 mm, sedang AL-31 inletnya 905 mm.

      Utk panjangnya malah mesin AL-31 lebih panjang yakni 4990 mm, sementara AL-41 hanya 4942 mm.

      Demikian bung, salam.

    •  

      WHm, dimensi J10 walopun lebih besar dari J10 AnB, tapi masih lebih kecil dari Su-35. Dengan coating, maka RCSnya bisa 0,5 m² sedangkan RCS Su-35 hanya 1,5 m². Radar PESA Irbis E mungkin baru bisa mendeteksi obyek dg RCS 0,5 m² dari jarak sekitar 150 km sedangkan radar AESA punya J-10 bisa mendeteksi Su-35 dari jarak 180-200 km. Karena keduanya punya kemampuan 3D TVC maka keduanya punya kemampuan dogfight yg seimbang. Tinggal berapa banyak rudal yg dibawa dan seberapa besar kemampuan dan pengalaman pilot masing2 pespur. Kalo Ane lebih jagoin J-10 C sih. Hhhhhhhhhh

      •  

        kali ini saya sependapat 😀

        •  

          Tumben Ente gak belain Su-35 bung Lingkar. Wah sayang gak ada si Jimmy atau Depazito disini. Bisa rame tuh. Hhhhhhhhhh :p

          •  

            yah, lagian yg maen kan sama-sama org china, cuma beda pesawat aja 😆 klo td TNI AU (Su-35 + F-16) lawan China (Su-35 + J-10C) ya baru seru 😀 hihihi…

            ya nih, dah lama mereka gak nongol… mungkin lg sibuk semua… saya juga kmrn kan smpet lama juga off, jd SR doang, gak smpet komen 🙂

          •  

            Ane juga kangen sama hitungannya Bung TN, PhD, yah walopun akhir2 ini hitungannya kayak ngawur gitu. Apalagi dulu waktu bilang Indonesia sebaiknya banyakin Fregat gede buat patroli laut dan udara seluruh wilayah Indonesia. Padahal masih ada pesawat MPA, AEW&E dan AWACS. Patroli kan bisa diserahkan ke Bakamla. USA dan Jepang punya sedikit kapal Coast Guard aman2 aja tuh. Masak Indonesia kalah manajemennya. Kan mau jadi Poros Maritim Dunia.

          •  

            belum terbukti itu j10c bisa mengungguli su 35, tapi tiongkok sudah membuktikan kemajuan militernya itu saja

    •  

      Katanya tiongkok masih bermasalah pada tvc 3D yg belum bisa mereka cetak

  10.  

    Tapi gak mungkin juga j10 tiongkok mengunguli su35 pesawatnya sendiri, paling ama f16, f15, f35, f18, f22 gripik, rafale, typhon, mungkin bisa mengungguli,
    pesa & aesa ini harus dibedakan sistem kerjanya, walau fungsinya sama, tapi jgn pula aesa dibilang tdk bisa terdeteksi & rcs nya kecil, karna yg namanya radar sudah pasti memancarkan gelombang elektromagnetik utk menandai objek, tapi cara kerja pesa & aesa itu berbeda

    Hahhaahaaaa

 Leave a Reply