China Siap Jual Rudal CM-302, Rudal yang Jauh Lebih Baik dari Brahmos dan Yakhont

71

cm-302_su_1478517385
China memamerkan rudal jelajah supersonik yang diklaim lebih baik dari rudal Brahmos India dan rudal Yakhont Rusia. Bahkan Lyu Xiaoge, juru bicara China Aerospace Science and Industry Corp (CASIC) menyebut rudal CM-302 sebagai rudal jelajah anti kapal terbaik di dunia, dan “itu tidak berlebihan”, kata Lyu di pameran Zhuhai Airshow 2016.

Menurutnya, rudal CM-30 dapat terbang dengan kecepatan supersonik selama seluruh penerbangannya yang berjangkauan 290 kilometer. Rudal CM-302 juga dapat dipasang pada kapal perang, pesawat tempur atau kendaraan darat. Selain kemampuan menghancurkan kapal permukaan, CM-30 juga dapat digunakan untuk menghancurkan sasaran di darat.

Sedangkan rudal anti kapal lain hanya terbang pada kecepatan supersonik saat mendekati target atau tidak dengan kecepatan supersonik diseluruh lintasan penerbangannya.

BrahMos dan Yakhont memiliki kecepatan Mach 2,8 – 3, sedangkan rudal CM-302 memiliki kecepatan sekitar Mach 2,5. Namun, BrahMos dan Yakhont saat ini hanya dapat ditembakkan dari platform darat dan kapal perang.

Rudal CM-302 menggunakan mesin compact ramjet berbahan bakar padat. Saat dalam mode penerbangan tinggi, jangkauan maksimum bisa mencapai 290 km, namun jika dalam mode penerbangan rendah sea skimming, jarak jangkauan C 302 sedikit berkurang.

Rudal CM-302 juga dapat membawa hulu ledak yang lebih besar, hingga 250 kg, dibandingkan rudal BrahMos dengan muatan hulu ledak 200 kg.

56 KOMENTAR

  1. Dagang kecap memang selalu nomor 1 selalu bilang terbaik padahal belum teruji di medan perang sesungguhnya..klaim dari China bahwa semua rudalnya dapat beroperasi semua cuaca..lah dalam uji coba rudal C 705 kemarin aja delay 5 menit dan jauh dari sasaran..

  2. kalau hebat nilai rudal2 kenapa tidak dipamerkan di Indonesia defence kmrn ya, apa mungkin malu kali ya dari pada ditanyai macem2 sama pengunjung akibat kegagalan. C-705 yang melempem dan C-802 yang gagal tengelemin kapal aluminium bongsor

  3. Namun, BrahMos dan Yakhont saat ini hanya dapat ditembakkan dari platform darat dan kapal perang…….NGACOOOO,,,Rudal Brahmos kan awalnya di launch dari Air to ground, alias dr pesawat utk mengahancurkan target darat/permukaan termasuk Kapal perang..bakul jamu, bakul kecap

  4. entah knp kurang sreg aja sama semua buatan sono, apa lg klu menyangkut senjata pertahanan, harusnya yg bner2 terbukti demi keamanan NKRI.. drpd beli 10 tp kaga mujarab mending beli 2 aja yg ces pl3ng past berpikir 5 x klu mau ganggu kenyamanan dan keamanan NKRI pak..

  5. rudal canggih,gua banget,
    wajib dibeli
    uda murah,supersonik,canggih lagi
    wahai pemerintah belilah biar nkri hebat
    kalau sayang nkri beli rudal ini bebas embargo,terserah mau buat ngebom siapa gak ada larangan,kan enak.
    beli banyak dan minta tot,pasti dikasi

    • @tauk : Jika ingin komentar coba di ingat-ingat kejadian kebelakang baru-baru ini…

      Indonesia untuk mendapatkan ToT dari China harus membeli -+ 1000 unit rudal C-705 dengan harga per unitnya -+ Rp 20 milyar.

      Akan tetapi apa hasilnya?

      Jika kita berbicara fakta, setidaknya rudal made in China telah mengecewakan Indonesia, bahkan pihak TNI akan mengkaji ulang mengenai rencana pembelian alutista dari China.

      Btw “embargo” bukan alasan untuk tidak dapat move on…!

      Anda pastinya sedkit banyak mengetahui negara-negara yang sering di embargo, contohnya Korea Utara, Iran, Pakistan dan negara lainnya.
      Meskipun di embargo tidak menurunkan riset alutista mereka untuk berbicara di kancah militer dunia.

      Intinya, sumber ilmu bukan hanya via ToT…!

  6. IMHO…

    Dapat berita dari lapak sebelah…

    Kedatangan pesawat Hercules A-1335 dari hibah Royal Australian Air Force (RAAF) Australia di Skadron Udara 32 Wing 2 Lanud Abd Saleh Senin kemarin (7/11/2016)

    Btw jika tidak salah JKGR pernah mengangkat berita yang isinya penolakan Pak RR untuk tawaran hibah pesawat Herky dari Ausie…

    Akan tetapi pada kenyataannya…???

    hhmmm…

    Salah penulisan artikel atau apa ya…???

  7. Mendingan bikin sendiri aje alutsista yg versi dummy pake digital printing gak perlu 3d printer , cukup rangka kayu atau bambu dibungkus kertas flexy yg sudah diprint gambar alutsista kayak rudal s500 rudal patriot, su35, su34, f22raptor, anak2 yg hobi ngerakit model2 pesawat dan kapal kan banyak disini, mereka pasti maulah dikerahkan. Sukur2 bisa dipajang di halaman rumah masing2

  8. Kehebatan sebuah rudal itu kan bukan cuma dilihat dari segi larinya saja yg bisa top speed sejak awal, kl kyk gitu saja sih roket rhan juga bisa melakukannya, tetapi juga hal2 lainnya ikut diperhitungkan.

    Dari segi larinya saat berada di daerah musuh saja rudal Cina ini sudah kalah dari brahmost dan yakhont, belum lagi akurasinya dll.

    Maka bgmn bisa mau disebut lbh hebat dari keduanya?
    Dasar sableng! Hik hik hik!

  9. Saya kira RI harus beli, kita pelajari berapa lama delay_nya…? apakah dapat mengenai sasaran? meleset berapa kilometer….?
    kita bikin alat yg bisa mengkoreksi ini jadi bisa memencet tombol 5 menit lebih awal, bisa menggeser sasaran beberapa kilometer dari yang ditentukan agar tepat di sasaran…
    dengan begini kita bisa simbiosis mutualisma…..
    Hhe…he..heh…ehH…