May 262017
 

Kapal induk Liaoning Tiongkok dan armada tempurnya. (Reuters)

Beijing – China mengatakan, 24/5/2017 siapa pun tidak berhak menimbulkan kekacauan di Semenanjung Korea.

Peringatan ini dikeluarkan satu hari setelah China mendorong agar sanksi-sanksi Perserikatan Bangsa-bangsa diterapkan secara penuh terhadap negara tetangganya, Korea Utara, yang melakukan uji coba peluru kendali dan nuklir.

China, yang merupakan sekutu utama Korea Utara, juga mengimbau agar dialog dilakukan.

Amerika Serikat telah berupaya membujuk China agar melakukan upaya lebih untuk mengendalikan Pyongyang.

Pyongyang telah puluhan kali meluncurkan peluru kendali serta menguji coba dua bom buklir sejak awal tahun lalu, yang merupakan pelanggaran terhadap resolusi-resolusi Dewan Keamanan PBB.

Korut dengan bangga telah mempublikasikan rencananya mengembangkan peluru kendali yang mampu menghantam Amerika Serikat. Negara itu juga mengabaikan seruan, bahkan dari China, untuk menghentikan program persenjataannya.

Pyongyang berdalih bahwa program itu perlu dijalankan untuk menghadapi serangan Amerika Serikat. Uji coba rudal terbaru dilakukan Korut pada Minggu.

“Pihak mana pun, siapa pun, tidak berhak menciptakan perang dan kekacauan di semenanjung (Korea, red),” kata Menteri Luar Negeri Wang Yi kepada para wartawan setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel.

Ia mengatakan siapa pun yang melakukan kekacauan harus menanggung “kewajiban bersejarah”.

Presiden AS Donald Trump telah mengatakan bahwa “konflik besar” dengan Korea Utara bisa diselesaikan dan ia mengatakan dirinya ingin menyelesaikan krisis itu melalui jalan diplomatik.

China dibuat marah dengan penempatan sistem pertahanan antirudal balistik AS di Korea Selatan. Menurut China, penempatan itu merupakan ancaman bagi keamanan negaranya serta tidak akan berguna dalam menurunkan ketegangan dengan Korea Utara.

Amerika Serikat dan Korea Selatan, negara yang dijadikan tempat keberadaan 28.500 tentara AS, mengatakan pemasangan sistem itu murni semata-mata ditujukan untuk mempertahankan diri dari ancaman Korea Utara.

China secara penuh menerapkan sanksi Dewan Keamanan PBB terkait Korut dan akan terus memainkan peranan membangun dalam perundingan, ujar Wang.

Hampir satu bulan lalu, Washington mulai membahas dengan China upaya untuk memperkuat sanksi-sanksi PBB. Namun sepekan lalu, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan Beijing tidak bersuara.

Menurut kebiasaan, AS dan China terlebih dahulu merundingkan sanksi-sanksi baru sebelum melibatkan 13 negara anggota Dewan Keamanan PBB lainnya.

Antara / Reuters

  10 Responses to “China : Siapapun Tidak Boleh Kacaukan Semenanjung Korea”

  1. Kecuali saya

  2. xaxaxa

    enak ya punya buffer state
    tetangga utara juga bisa dikatakan buffer state konflik lcs di suatu masa yg akn dtang syang kita juga buffer statenya tetangga selatan

  3. Enaknya klu negara kuat ekonomi dan militer klu ngonggong begidik jg bulu roma yg mendengarnya!

  4. Raksasa mulai angkat bicara hahaha

  5. Emang sapa lu bertindak seakan yg memiliki semenanjung korea…situ oke cinn?? Komunis aja belagu!!,

  6. ada baeknya chinten bersuara bgt untuk meredam agresifitas korut & mami rika…. paling tdk bisa mengurangi lah

  7. They mouth just full of sh*t !

  8. Ohh cina merasa terancam dgn sistem thaad korsel dan usa. Trus apakh china tampa sadar sering menimbulkan kegelisahan di lcs dgn membangun pangkalan perang disana.. Baru kuat mau seenaknya dan mau ngatur dunia.. Belum tentu china menang nelawan usa. Ingt usa dan nato adalah negara dr jaman dulu sudah berteknolgi tinggi jepang german. France. British israel. Cuma barat kdang malas saja menanggapi china.

  9. Kali ini setuju ama China,
    “Penempatan THAAD tidak akan berguna dalam ketegangan dengan Korea Utara.”
    Gedebaaarrrr Gedebuuukk hilanglah kau boyband K-Pop..

  10. 🙂

 Leave a Reply