China Sukses Uji Coba Laser Pembunuh Drone

HELIOS, senjata laser buatan Lockheed Martin © Youtube

JakartaGreater.com – Sebuah perusahaan China, yakni Poly Technologies belum lama ini menampilkan sistem senjata laser anti-pesawat tak berawak pada pameran peralatan militer di Kazakhstan untuk merebut bagian dari pasar yang berkembang dalam sistem pertahanan anti-drone, seperti dilansir dari laman Sputnik.

Laser Pembunuh diam-diam ini berhasil mencegat sebuah kendaraan udara tanpa awak (UAV) dari jarak 300 meter saat dilakukan pengujian, menurut laporan Asia Times, 30 Mei. Sistem ini dirancang untuk mengeliminasi target yang terbang rendah, kecepatan rendah dan berukuran kecil.

Laser yang disebut Silent Killer juga mengandalkan kemampuan elektronik seperti anti-jamming untuk menahan serangan elektronik yang masuk yang dapat membuat sistem tidak bisa beroperasi.

Meskipun tidak jelas apakah pengujian Silent Killer tersebut beroperasi dari platform mobile atau lokasi tetap, perwakilan Poly Technologies mengatakan bahwa pembunuh drone dapat dipasang pada kapal perang juga.

Selain aplikasi militer, sistem anti-UAV mungkin lebih populer di kalangan penggemar privasi atau selebritis yang khawatir drone memotret mereka di dalam rumah. Poly Technologies menawarkan versi sipil dari laser Silent Killer untuk mengganggu sistem komunikasi drone”, menurut Asia Times.

Tidak jelas seberapa kuat daya sinar laser pada versi sipil ataupun versi militer si Silent Killer tersebut. Namun, ada alasan kuat untuk berpikir bahwa laser China sama kuatnya untuk pertahanan, menurut perwakilan mereka dan bahkan mungkin lebih.

Sebuah laporan dari Wall Street Journal (WSJ) pada awal Mei menuduh personil China menembakkan laser ke pilot militer AS di dekat pangkalan militer China yang berada di Djibouti.

“Ada dua orang mengalami luka ringan”, menurut juru bicara Pentagon Dana White pada tanggal 3 Mei, menambahkan bahwa “itu merupakan insiden yang sangat serius”.

Pejabat penerbangan AS langsung mengirim pemberitahuan kepada para penerbang, atau NOTAM, pada akhir April yang ada peristiwa yang melibatkan laser bertenaga tinggi untuk membutakan di sekitar pangkalan militer PLA.

Menurut IHS Jane koordinat tempat pilot perlu melakukan “kewaspadaan ekstrim” ini adalah sekitar 750 meter dari pangkalan militer PLA. Menurut Asia Times, Silent Killer memiliki jangkauan maksimum sekitar 800 meter.

Tinggalkan komentar