China: “Taiwan Tak Punya Pilihan Selain Menerima Kebijakan Satu-China”

© Defence Update

China pada hari Rabu, 10 Mei 2017, mengatakan kepada Taiwan bahwa tidak ada cara lain untuk “mengakhiri kebuntuan” di antara mereka selain menerima kebijakan Satu-China, seperti dilansir dari Defence Update.

Otoritas Taiwan harus menerima Konsensus 1992 yang telah menyetujui untuk mewujudkan prinsip Satu-China guna memecahkan kebuntuan komunikasi lintas-selat saat ini, kata juru bicara pemerintah China untuk urusan Taiwan, An Fengshan.

“Dengan menolak untuk menyetujui Konsensus 1992, Partai Progresif Demokratik (DPP), yang dipimpin oleh Presiden Taiwan Tsai-Ing-wen telah merusak fondasi politik bersama dalam pembangunan lintas-selat yang damai”, kata An Fenghsan.

“Kunci untuk mengakhiri kebuntuan adalah agar Taiwan kembali kepada dasar fundamental politik bersama. Tidak ada jalan lain”, katanya seperti dikutip oleh kantor berita Xinhua.

“Dengan mengambil jalan yang berbeda berarti menempuh prospek pembangunan yang beda. Jika pemerintah Taiwan memilih jalan lama dengan mengutamakan konflik dan konfrontasi, maka hal tersebut berarti bentrok dengan kehendak orang-orang di seberang selat (China)”, tambah An menegaskan.

Pemimpin Taiwan sekarang, Tsai Ing-wen secara tegas menolak untuk mengakui Konsensus 1992 sejak menjabat sebagai presiden pada bulan Mei 2016 lalu, sehingga kebijakannya telah menyebabkan penghentian mekanisme komunikasi lintas-selat.

China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari China daratan. Kebijakan Satu-China tersebut menyatakan bahwa hanya ada satu pemerintahan yaitu pemerintah China dan bahwa pulau Taiwan adalah provinsi yang memisahkan diri dari China pada tahun 1949.

Tinggalkan komentar