May 132017
 

© Defence Update

China pada hari Rabu, 10 Mei 2017, mengatakan kepada Taiwan bahwa tidak ada cara lain untuk “mengakhiri kebuntuan” di antara mereka selain menerima kebijakan Satu-China, seperti dilansir dari Defence Update.

Otoritas Taiwan harus menerima Konsensus 1992 yang telah menyetujui untuk mewujudkan prinsip Satu-China guna memecahkan kebuntuan komunikasi lintas-selat saat ini, kata juru bicara pemerintah China untuk urusan Taiwan, An Fengshan.

“Dengan menolak untuk menyetujui Konsensus 1992, Partai Progresif Demokratik (DPP), yang dipimpin oleh Presiden Taiwan Tsai-Ing-wen telah merusak fondasi politik bersama dalam pembangunan lintas-selat yang damai”, kata An Fenghsan.

“Kunci untuk mengakhiri kebuntuan adalah agar Taiwan kembali kepada dasar fundamental politik bersama. Tidak ada jalan lain”, katanya seperti dikutip oleh kantor berita Xinhua.

“Dengan mengambil jalan yang berbeda berarti menempuh prospek pembangunan yang beda. Jika pemerintah Taiwan memilih jalan lama dengan mengutamakan konflik dan konfrontasi, maka hal tersebut berarti bentrok dengan kehendak orang-orang di seberang selat (China)”, tambah An menegaskan.

Pemimpin Taiwan sekarang, Tsai Ing-wen secara tegas menolak untuk mengakui Konsensus 1992 sejak menjabat sebagai presiden pada bulan Mei 2016 lalu, sehingga kebijakannya telah menyebabkan penghentian mekanisme komunikasi lintas-selat.

China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari China daratan. Kebijakan Satu-China tersebut menyatakan bahwa hanya ada satu pemerintahan yaitu pemerintah China dan bahwa pulau Taiwan adalah provinsi yang memisahkan diri dari China pada tahun 1949.

Bagikan Artikel :

  25 Responses to “China: “Taiwan Tak Punya Pilihan Selain Menerima Kebijakan Satu-China””

  1.  

    KW satu

  2.  

    Ohhhhh…..knp yaaaaa…kok nyantol lagi….

  3.  

    Ngenes sekali nih taiwan kek buah simalakama , dimakan mati dak dimakan toh matijuga!!!

  4.  

    Ini sinyal bagi negara lain termasuk Indonesia bahwa rezim China cepat atau lambat akan menguasai seluruh wilayah yang diakui sebagai miliknya, militer Indonesia harus disiapkan untuk menghadapi ancaman inI, jangan sampai seperti militer belanda pada perang dunia kedua di eropa yang dilumat nazi jerman hanya dalam 7 hari

  5.  

    Taiwan sudah berbeda dg China daratan..

    Kemerdekaan utuh menjadi impian yg sulit terwujud kecuali ada perubahan sistem politik di Beijing atau menanti bubarnya PKC

  6.  

    Naahh itu dulu dong urusin. Taiwan. Jangan bilang satu china di Indonesia…

  7.  

    mantap nih Cina,semakin jauh dia menjulurkan lidah lidah api nya dan semakin kuat cakar cakarnya untuk menggenggam kwasan yang beliau klaimdengan tentara hebat Cina pasti berhasil. indonesia harus siap nih.joosss

  8.  

    TOLAK SATU CHINA

    ASEAN hanya akan menjadi negara2 vasal dgn penguasaan ekonomi terlebih dahulu dilanjutkan dgn penguasaan penentuan kebijakan politik sma seperti eropa timur

  9.  

    Sudah jadi presiden…masak diturunkan jadi gubernur….sakitt booo…

  10.  

    …”..bahwa pulau Taiwan adalah provinsi yang memisahkan diri dari China pada tahun 1949″.bagus CINA ingat ya malaysia juga bisa berkata Singapura harus balikin juga.

  11.  

    Bahwa malysia provinsi dari indonesia yg memisahkan diri ingin menjadi negara terkorupsi di dunia karna dia sudah menerawang kelak akan hadirnya kpk…… Hahahah

  12.  

    kalo semuanya kembali asyik juga nih, taiwan kembali ke china,,singapur ke malaysia, malaysia kembali ke indonesia, timor leste kembali ke indonesia. dan juga aborigin/papuan kembali ke australia jadi penduduk aussie imigran kulit putih sekarang kembali keeropa haha bisa ga ?

  13.  

    negara api

  14.  

    Mungkin kalau milih …Taiwan lebih pilih gabung ke RI kali…

  15.  

    Klu kembali keChina sepertiHongkong sih masih masuk akal, tapi ini jg harus merubah ideologi menjadi komunis pasti rakyat Taiwan menolak! Hongkong mendapat otonomi khusus tapi belakangan ini China semakin menjepit sistem pemerintahan otonom Hongkong ya lambat laun juga harus menjadi komunis juga!

 Leave a Reply