Nov 122016
 

radar-china

Produsen radar China, China Electronics Technology Group Corporation (CETC), dalam Airshow China 2016 memamerkan radar pertahanan udara yang diklaim dapat mendeteksi pesawat siluman seperti Lockheed Martin F-22 Raptor dan F-35 Lightning II .

Media China melaporkan bahwa radar ini sedang dipasarkan untuk ekspor ke negara manapun untuk melawan kemampuan siluman dari pesawat. Beberapa komentator Cina mengatakan bahwa Cina telah menjadi pemimpin dunia dalam kemampuan radar mendeteksi pesawat siluman.

Meskipun dipamerkan di depan umum, data tentang karakteristik kinerja radar ini untuk mendukung klaim tersebut, kurang dipublikasi. Radar anti-pesawat siluman biasanya beroperasi pada frekuensi di bawah 1GHz, karena pesawat siluman dirancang untuk meminimalkan radar cross section dalam spektrum radio IEEE S, C, dan band X (luas 2-12 GHz).

Pada frekuensi rendah, refleksi radar meningkat karena panjang gelombang menjadi lebih dekat dengan ukuran fisik dari bagian pesawat dan juga resonansi dapat muncul di bagian badan pesawat dengan pulsa radar, yang meningkatkan kerentanan pesawat untuk deteksi dan pelacakan.

Nanjing Research Institute of Electronic Technology (NRIET)(NRIET) berada di barisan depan program CETC dan menghasilkan dua unit radar yang dipamerkan di pameran udara Zhuhai, yakni radar YLC-8B dan SLC-7.

YLC-8B, merupakan radar surveillance 3-D yang beroperasi pada pita UHF IEEE (300 Mhz-1 GHz), yang sudah pernah dipamerkan di Zhuhai pada tahun 2014. Namun radar SLC-7 memulai debutnya di pameran tahun ini.

SLC-7 beroperasi di IEEE L-band (1-2 GHz). Menurut NRIET, radar secara elektronik melakukan scanning phase array di azimuth dan elevasi, serta melakukan scanning secara mekanis di azimuth.

Sumber : Janes.com

Bagikan:

  21 Responses to “China Tawarkan Radar Anti-Pesawat Siluman”

  1.  

    Yang punya rusia aja asli.. wajib borong….

  2.  

    NKRI wajib beli radar VOSTOK E saja

  3.  

    Haibat haibat produksi china.
    Selalu uptudate

    Bgmn dg indonesia ?

    Indonesia jg berupaya membuat radar mendeteksi kehadiran demo demo besar dan manuver puchareov partai oposisi

    Kah kah kah

  4.  

    F-22 menggunakan radar AN/APG-77 AESA yang dirancang untuk operasi
    superioritas udara dan serangan darat, yang sulit dideteksi pesawat lawan, menggunakan apertur aktif, dan dapat melacak beberapa target sekaligus dalam cuaca apapun. AN/APG-77 mengganti frekuensinya 1.000 kali setiap detik, membuatnya juga sangat sulit dilacak. Radar ini juga dapat memfokuskan emisi terhadap sensor lawan, membuat pesawat lawan mengalami gangguan.
    Informasi pada radar ini diproses oleh dua prosesor Raytheon , yang masing-masing dapat melakukan 10,5 miliar operasi per detik, dan memiliki memori 300 megabyte. Perangkat lunak pada F-22 terdiri dari 1,7 juta baris koding, yang sebagian besar memproses data yang ditangkap radar. Radar ini memiliki jarak jangkau sekitar 125-150
    mil , dan direncanakan untuk dimutakhirkan dengan jarak maksimum sekitar 250 mil.

  5.  

    Dicoba disuriah seharusnya…untuk pembuktian..

  6.  

    YLC-8B upgrade dari radar P-12 rusia buatan tahun 1950-an. hanya cocok untuk mendeteksi jarak jauh. elevasinya hanya 0-18 derajat.
    Azimuth: 360 derajat
    resolusi:
    Menurut jarak: 450 km.
    Dengan azimuth 11 derajat
    Keandalan:
    waktu operasi sampai gagal 800 jam
    Waktu pemulihan: 0,5 jam
    Antena kecepatan rotasi: 6 / min

  7.  

    vostok e sama spt punya vietnam. Sdg tetangga sebelah udah ada pake radar vena e buatan polandia kalo ga salah sama spt tank mbt yg dipakai jg. untuk indonesia cukup radar darto helm…eh keliru DARTO E (radar moto).

  8.  

    belum bung aktifin dulu di gerai fren bayar 12 ribu jadi dah 4ji el te e

 Leave a Reply