Mar 312017
 

A satellite photograph of Cuarteron Reef in the South China Sea’s Spratly islands, showing a lighthouse, probable communications and radar towers, a probable bunker, and a possible observation post constructed by China. The photo was taken on January 24, 2016. (CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/DigitalGlobe)

Beijing – Kementerian Pertahanan China pada 30/3/2017 menyatakan tidak ada pulau-pulau buatan di Laut China Selatan yang disengketakan dan menegaskan bahwa setiap kegiatan pembangunan diutamakan untuk tujuan sipil.

China yang mengklaim sebagian besar wilayah kaya akan sumber daya alam itu telah melakukan reklamasi lahan dan konstruksi di beberapa pulau di kepulauan Spratly, bagian yang juga diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam.

Bangunan itu termasuk bandara, pelabuhan, dan fasilitas lainnya yang melibatkan dalam beberapa kasus dilakukan penimbunan menggunakan pasir untuk membuat daratan pada apa terumbu karang yang mungkin hanya terlihat saat air laut surut.

Tapi juru bicara kementerian Wu Qian menyampaikan bahwa kemungkinan ada kesalahpahaman, meski pun ia mengatakan ada pekerjaan konstruksi yang dilakukan sesuai dengan hak-hak China seperti Kepulauan Spratly yang masuk dalam teritorialnya.

“Tidak ada hal yang dituduhkan seperti pulau-pulau buatan manusia,” ujar Wu pada konferensi pers rutin bulanan. “Sebagian besar bangunan adalah untuk tujuan sipil, termasuk fasilitas pertahanan yang diperlukan,” katanya menambahkan.

Laut China Selatan secara umum stabil pada saat ini, tetapi beberapa negara di luar kawasan cemas tentang hal ini dan ingin menjadikannya sebagai sensasi dan menciptakan ketegangan, ujar Wu dengan menggunakan terminologi yang biasanya mengacu pada Amerika Serikat.

Ketika didesak untuk menjelaskan komentarnya bahwa tidak ada pulau buatan, Wu menolak untuk menerangkan lebih lanjut dan mengatakan bahwa China sudah memberikan penjelasan lengkap dari proses pekerjaan konstruksi.

Pada hari Senin, sebuah lembaga pemikiran AS mengatakan China tampaknya telah menyelesaikan sebagian besar konstruksi utama dari infrastruktur militer di pulau-pulau buatan yang dibuat di Laut China Selatan dan mampu menerbangkan pesawat tempur dan peralatan militer lainnya kapan pun dari lokasi tersebut.

China telah berulang kali membantah tuduhan menjadikan Laut China Selatan sebagai zona militer, di mana perdagangan melalui kapal senilai sekitar lima triliun dolar amerika melintas setiap tahunnya di perairan tersebut.

Antara

  17 Responses to “China : Tidak Ada Pulau Buatan di Laut China Selatan”

  1. Ahhh,cuma adu mulut doang,langsung sajalah maen timpuk timpukan pake pinsil sama spidol,biar ramenya ketauan.

  2. ya jelas gak ada buat lagi, lha wong udah jadi..

  3. Pertamax kah,?

  4. cocok diinstall rudal dong feng di dalam bangunan pertahanan utuk sipil
    namun rudal dong feng nya juga harus versi sipil mengingat penimbunan pasirnya untuk tujuan sipil.

  5. Ahhh china suka tipu tipu..su bangun pulau banyak eh dia blg ga da bikin?.. negara macam apa tu….?.. pembual besar!!,

  6. Cukup sulit menekan cina sekarang karena prngaruh ekonominya, amerika harus bekerja keras meyakinkan negara negara yg bersengketa dan sekutu barat untuk mendukungnya ketika pecah konflik. Kecil kemungkinan amerika menang melawan cina jika harus perang sendiri di lcs. Imho
    Indonesia buru buru dah nimbun su-35 & s-400. zZz

    • Tekan China dengan pasokan senjata bagi separatis di barat laut…dan tekan pasukan mao di tibet…buat sibuk mereka…serta sabotase bendungan tujuh ngarai….

  7. Wowww…..luar biasa….

  8. terang saja china bilang tidak ada pulau buatan…..lah pulaunya sdh jadi……

  9. Negara yg punya nyali besar….cina tau betul tdk akn ada negara yg berani nyerang,korut aja masih berdiri kokoh…

  10. Paranoid dan belagu tingkat tinggi. Hanya ekonomi bs menghentikan kerakusan China dan kali ini AS kebingungan mencari cara efektif dan mencari dukungan untuk mengalahkan China. Di AS byk warganya keturunan China pasti ada yg jd mata2 China terbukti banyak bocornya teknologi AS, dikita jg harus hati2 terhadap diaspora China pasti byk jg mata2 mereka. Di Medan teman yg bekerja jd orang kepercayaan cukong keturunan China cerita, mereka menumpuk uang disebuah bunker bawah tanah dikuil dan dijaga ketat para biksu dan dana tersebut digunakan bagi warga mereka untuk menolong sesamanya dalam berusaha semacam mafia. Bagian depan toko dibuat usaha tapi bagian belakang dibuat usaha ilegal bahkan listriknyapun diutak atik KWH meternya oleh oknum PLN dan setiap bulan mendapat jatah. Itu semua untuk menghindari pajak dan menekan biaya usaha, cuma oknum aja yg jd kacungnya. Bund Lingkar pasti tau juga didaerahnya jg bgt.

  11. Makanya negara2 sekitar di beri kemudahan belanja alutsista oleh China….Paling tidak…Dia netral…Jika dia netral…Dan banyak yg yg netral,berarti dia harus fight men to men….memang jalur lintasan yg menggiurkan kayakna…Sehari uang keamanannya berapa ya?..Hahaha..Kayak rebutan ladang parkir..Dan chinapun tidak mau berbagi hasilnya dengan Laennya…xixix

  12. mngkn sebentar lagi malaysia dan indonesia buka lapak jukir di selat malaka. semua kapal yg lewat wajib setor uang keamanan. kalo gakmau setor ya terpaksa calling pihak berwenang, kelompok jack sparow maksudnya. wkwkwkwk

 Leave a Reply