Agu 222016
 

Langkah India yang menyebarkan rudal jelajah BrahMos di Arunachal mendapat tanggapan tajam militer China. Sebelumnya Pemerintah India telah memberikan lampu hijau untuk Angkatan Darat yang akan menyebarkan rudal Brahmos versi terbaru yang memiliki kemampuan serangan gunung di timur laut awal bulan Agustus.

Menurut China, manuver India ini bisa membawa pengaruh negatif bagi stabilitas di daerah perbatasan India-China.

India menyebarkan resimen rudal yang terdiri dari sekitar 100 rudal Brahmos, dengan lima truk peluncur dan pos komando mobile. Sebelumnya India juga meningkatkan kekuatan di perbatasanya seperti menyebarkan pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI dan drone.

Namun langkah India ini masih kalah dari China yang menyiapkan infrastruktur besar-besaran di Tibet dan Xinjiang, termasuk membangun bandara, jalan, dan jaringan kereta api yang dapat mencapai perbatasan secara cepat.

Pengamat militer dari China menyatakan, Rudal supersonik BrahMos adalah rudal jelajah yang memiliki kemampuan ‘serangan kedalaman’ yang sangat baik dan cocok ditempatkan di perbatasan India-China yang sebagian besar berkontur pegunungan. Apalagi dengan versi lanjutan dari BrahMos yang memiliki kemampuan “Steep Dive” yang sangat cocok untuk peperangan di gunung. Kemampuan serang ‘steep-dive’ memungkinkan rudal Brahmos bisa menyasar target musuh yang tersembunyi dibalik pegunungan.

Menurut pengamat tersebut, penyebaran rudal Brahmos dapat meningkatkan kemampuan dan efektifitas serangan cepat, dan memberikan pukulan menghancurkan pada target-target penting seperti peluncur rudal dan pusat komando musuh. Penyebaran rudal juga dapat meningkatkan daya saing India terhadap China di perbatasan namun dapat memberikan pengaruh negatif terhadap stabilitas di kawasan tersebut.

Namun rudal Brahmos masih memiliki beberapa kelemahan, seperti jangkauan yang relatif pendek yang tidak dapat mengancam wilayah China yang lebih jauh serta bobot berat yang bahkan pesawat tempur Sukhoi Su-30MKI hanya mampu membawa satu rudal.

Rudal BrahMos India dapat diluncurkan dari berbagai platform seperti dari kapal selam, kapal perang, pesawat tempur, dan Mobile Autonomous Launchers (MAL). Brahmos memiliki kecepatan 2,8 mach dengan hulu ledak konvensional hingga 300 kg.

Bagikan
 Posted by on Agustus 22, 2016