Apr 012014
 
merah_putih_v16 copy

Alutsista kebanggaan buatan dalam negeri

Alutsista kebanggaan buatan dalam negeri

Percepatan Minimum Essential Force (MEF) yang dibangun Kemenhan tidak hanya fokus impor dari luar negeri, tapi juga dengan produsen-produsen dalam negeri. Keseriusan Kemenhan bisa dilihat dnegan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah industri alutsista dalam negeri yang dilakukan pada Maret 2012 silam.

“Jumlah kontraknya mencapai Rp 1,3 triliun,” ujar Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro saat itu.

Perusahaan yang dilakukan MoU adalah PT Dirgantara Indonesia, PT Palindo Marine, PT Pindad, PT Infra RCS Indonesia dan PT Sari Bahari. Selama ini kita telah mengetahui pengembangan BUMN Industri strategis seperti PT DI melalui kerjasama pembuatan alat militer bersama pihak produsen luar negeri seperti pesawat CN-295, CN-235, Helikopter Bell 412, Cougar EC-725, Fennec AS-555, dll.

Lalu ada PT Pindad dengan berbagai macam senjata ringan hingga ke kendaraan lapis baja roda biasa seperti Anoa, Komodo, Rantis 4×4 maupun roda rantai seperti rencana membuat MBT dan tank kelas ringan/sedang yang mampu menjadi andalan dalam kondisi geografis kita. Dalam MoU itu juga ada beberapa alutsista strategis seperti pembuatan Rocket FFAR, Radar/ECDIS, serta pembuatan peluru kendali.

Pembuatan FFAR atau Fin Folding Aerial Rocket ini buatan PT DI hasil Transfer of Technology (ToT) dari produsen asal Eropa, Lesca dengan bersandar lisensi dari Belgia. Ada dua tipe yang dikembangan PT DI yaitu RD 701 berbasis FFAR MK 4 dan RD 7010 berbasis MK 40. Saat ini untuk pengembangan sudah hampir 100%. Sedangkan hulu ledaknya sudah 100 persen buatan lokal dibantu Lapan dengan sistem Doublebase atau basis ganda, sehingga FFAR buatan dalam negeri bisa setara dengan produk-produk luar.

Rocket FFAR buatan dalam negeri - Hulu ledak 100% komponen lokal

Rocket FFAR buatan dalam negeri – Hulu ledak 100% komponen lokal

Spesifikasi

Diameter : 70 mm (2.75 inchi)
Panjang : 120 cm
Berat : 8.4 Kg
Jarak efektif : 3,400 m
Berat Warhead : 2.7 Kg

Untuk radar/ECDIS (Electronic Chart Display and Information System) atau sistem informasi navigasi laut sesuai dengan Organisasi Maritim Internasional (IMO) juga sudah dibuat oleh PT Infra RCS Indonesia. Untuk ECDIS ini murni hasil anggaran pengembangan dari PT Infra. Selain itu PT Infra juga telah mengembangkan Electronic Support Measures (ESM) dan rencana pengembangan bersama WECDIS dengan TNI AL.

INFRA

INFRA

Selain Infra, ada juga dari BUMNIS yaitu PT. LEN Industri seperti Radar Processing dan Display Console untuk teknologi Modern radar dan Legacy radar. Selain Radar/ECDIS PT LEN juga mengembangkan atau memproduksi Combat Management System (CMS), Transoder TPO TLM-01 (untuk kapal selam), Len Cryptosys (Modem Enkripsi asli buatan dalam negeri), peralatan komunikasi radio portable (Manpack)/Base Station/Vehicle, dll.

Surveillance & Reconnaissance

Surveillance & Reconnaissance Device

image002

peralatan komunikasi radio portable (Manpack), Base Station, Vehicle

Sedangkan Peluru kendali, berdasarkan Rencana Strategis 2010-2014 Konsorsium Roket untuk TNI AD memerlukan RX-100 yang Alhamdulillah telah behasil yaitu R-Han 122 (a) tinggal uji tabel tembak, TNI AL RX-122 sama yaitu R-Han 122b dengan jarak dibawah 40 km-tinggal uji Tabel dan RX-320 pengembangan bersama litbang TNI AL dengan jarak 70 Km atau lebih.

sotong42

sotong 42

Sotong 42-tail

Sotong. Image: ryanmesin.wp

Ranjau Laut

Ranjau Laut

Smart Bomb - Dislitbang

Smart Bomb – Dislitbang

RX-320 - sejenis Exocet dengan jarak 180 km

RX-320 – sejenis Exocet dengan jarak 180 km

Untuk RX-320 ini direncanakan untuk mengganti Exocet dan telah dilengkapi Infrared Seeker Head. Dan terakhir untuk TNI AU ada RX-70 dengan jangkauan 7.9 km dan ini juga sudah dikembangkan untuk dicantel di pesawat tempur kita.

Diharapkan Alutsista ringan maupun kelas berat ini bisa mengisi tiga matra TNI agar terciptanya MEF pertama bisa diwujudkan. Untuk MEF kedua ada rencana pengembangan dalam negeri juga seperti Tank Medium, APC Amphibious, RX-320 sejenis Exocet dengan jarak 180 km, PSU kelas sedang, Kapal Selam bersama DSME, Kapal Perang PKR/Frigate bersama DSNS Belanda, dll.

Cintailah produk-produk dalam negeri…
Salam (Jalo).

Photos: Jalo and friends

  159 Responses to “Cintailah Industri Strategis Indonesia”

  1. thanks bung @Jalo, berita2 seperti ini efektif membangun kebanggaan bernegara 🙂

    • Sama2 bung, sudah lama gak ada artikel pengembangan anak bangsa lagiii…
      Itu yang foto RX-320 – sejenis Exocet dengan jarak 180 km —–> ini masih pengembangan ke 70km, yang 180 km nunggu teknologi Turbojet berhasil…

      • Sekalian permintaan bung Gue… 😀

        • Saya byk mengucapkan terima kasih sekali bung jalo, kiriman bung jalo ttg artikel “Cintailah Industri Strategis Indonesia” sesuai dgn topik “kemandirian bangsa” saya anjungin jempol, sekali lagi terima kasih. Sesuai dgn janji bung Jalo, Thanks a lot.

          Yang sudah mengirim artikel dgn topik diatas sudah ada bung satrio dan bung jalo…..
          Dulu bung satrio menampilkan “Menerawang Road Map Kapal Selam Produksi PT PAL”

          Hayo teman2 warjag, silahkan menulis artikel , tuangkan kreatifitas , pikiran, keahlian anda kirimkan ke kesini ttg artikel proyeksi InHan dalam negeri 10 th kedepan semacam road maap dari semua inhan dlm negeri kita dlm mendukung pemenuhan kebutuhan alutsista TNI.
          Saya lihat banyak teman2 ahli, pintar, dan punya pengalaman di warjag bisa menuangkan sedikit waktu membuat artikel di warjag

          Semoga dgn kiriman artikel teman2 itu salah satu sumbangsih kita thd bangsa dan negara yg kita cintai. Selamat Berkarya, majulah bangsaku….

      • maaf bung jalo judul nya bikin ingat iklan maspion,

      • nah ini.. bagus ga sah ribut2 alutsista import yg canggih2. ini kita punya aja produk dalam negeri bagus2 cuma jarang diexpose secara detail, tp progressnya bagus saya lihat dr tahun ke tahun. smoga target pertahun tidak meleset. mudah-mudahan ganti pemerintah dukungan dana sarana dan prasarana di perlancar lagi.. trus ada kabar UAV kita gmna bung, klo bisa dishare..

        • Untuk UAV dan UCAV nanti ya bang… 🙂
          Mudah2an pemerintah kedepan melihat potensi industri strategis dalam negeri termasuk merealisasikan pabrik propelan di PT. Dahana. Teknologi kita sudah mengarah ke klub K, tapi sayang ada yang mencegat di luar negeri (MTCR) dan dalam negeri, (Antek2 busuk)…

          • Ok siap2, propelan PT Dahana iya tuh gmna pak dahlan, tp inalum moga2 bs dupport material buat alutsista juga, klo denger2 PT anak krakatau yg kerjasama ama korea itu jd lanjut fokus buat material baja khusus ga ya? ya klo alasan mtcr kan itu cuma buat bungkam kita biar ga bs maju2 soal teknologi beginian, intinya ya jangan sampai kita pintarlah soal missile, soal nuklir dan hi tech yg lain , tp harapannya beda pemerintahan gpp semoga bisa berkesinambungan program2 kemandirian kita. komitmen negarawanan yang membikin negara ini bisa menjadi negara kuat dan hebat. klo pemerintah mendatang ga ada komitmen membangun kemandirian saya siap dech diajak.. bikin action untuk mengingatkan pemerintah, apalagi hubungannya dengan pertahanan negara (Militer Kuat Ekonomi Kuat).

          • OOhh iya, Pt Krakatau Posco di Cilegon ya Bang…
            Iya ini untuk khusus, termasuk untuk kebutuhan industri pertahanan… Nih perusahaan baru, tapi rencana meningkatkan ke 6 juta ton mudah2an tercapai. Tinggal dikurangin impor dari luar aja,sayang porsi nilai saham Pohang Steel and Iron Coorporation (Posco) lebih tinggi yaitu 70% sisa kita. Tapi pelan2 nilai saham naik. sayangnya di keuntungan aja bung ed. 🙂

            Soal propelan, kalau sudah ada pabrik PT Dahana dan Lapan untuk propelan besar dan nilai komponen sudah 100% saya yakin kita sudah tidak takut lagi dengan sangsi embargo MTCR.

            Aksi apaan bung, hehehehe… Saat ini saya melihat pemerintah sudah mulai konsen untuk pengembangan dalam negeri, tapi masih belum berani All Out (takut gambling).. Setidaknya anggaran dan SDM bisa dibanyakin Insyallah kemandirian bisa terwujud. Kasus sama terjadi pada PT Krakatau Steel tim risetnya sebenarnya mau mengembangkan kebutuhan negara kita yaitu baja khusus itu tapi pemerintah gak berani takut gagal. Selain itu, anehnya kita negara pemilik tambang gas alam yang banyak tapi PT Krakatau mengaku kekurangan gas dan listrik Gas ini salah satu bahan baku untuk industri baja.

            Karena itu mereka sudah memberi masukan agar Kemenperin, KemenESDM dan Kemendag agar bahan baku itu dapat diolah dalam negeri dan melarang ekspor. Mosok kita punya tambang gas banyak, tapi harus impor.

            Industri baja merupakan industri dengan kategori high intensive energy consumtion yaitu industri dengan konsumsi energi di atas 6000 TOE (setara ton minyak). Sebagai ilustrasi, sebuah pabrik baja terpadu setiap tahunnya dapat mengkonsumsi energi sekitar 2 juta MWH listrik dan 650 juta Nm3 gas alam setiap tahunnya.

            Pada pabrik baja menggunakan EAF, listrik menempati urutan pertama dalam segmentasi biaya energi, disusul gas alam dan BBM.

            Tapi Alhamdulillah, mereka sudah melakukan pengembangan agar bisa efisien dengan Combined Cycle Power Plant (CCPP), Revitalisasi Zero, Reformer Rotary Kiln dan Project Blast Furnace.

      • bung jalo, RX-320 ne jawaban dari pertanyaan saya beberapa waktu lalu kah, kalo roket yang udah di kembangkan dengan autopilot…

        modelnya keren tapi sayang gak ada spesifikasi yang detailnya..
        trus ne “tusuk gigi” udah pernah di luncururin belom?

      • untuk RX320 perkembangannya bagaimana, apakah selama ini tidak ada masalah atau malah masih memenuhi kendala, bung Jalo.

  2. exocet kw1?

    • iya KW-1..ciyus?
      masalah?

      saya sering heran sama para pengamat (military fanboy) tentang pengembangan suatu alat perang hasil pengembangan, selalu mendapat cap yg konotatif berupa KW-1.. KW-2 dan seterusnya
      padalah untuk ukuran alat perang, militer punya standar yg jauh berbeda dengan sipil.

      imho, bisa jadi lho, alat perang hasil pengembangan yg dijuluki KW itu spesifikasinya melebihi yg original.

      maaf komen ngawur

      • woles bro….kw non kw cuma benchmark ama barang asli yg mau di jiplak. negatif??gak jg…ane juga banyak pake barang kw…kwalitas gak kalah ama ori.

        so…woles aja lagi bro

  3. thanks bung jalo..gambar RX 320 nya lengkap…yang menjadi pertanyaan,itu SOTONG sejenis apaan ya??
    “cintailah ploduk ploduk indonesia” 🙂

    • Sotong ada sejenis kendaraan selam tanpa Awak pengembangan BPPT yang difoto itu Prototipenya.

      Spesifikasi :
      Dimensi : 4,454 m x 0,952 m
      Berat : 300 kg
      Diameter : 737 mm
      Kedalaman Operasi : 100 m
      Kecepatan Jelajah : 4 knots
      Sumber Daya : Baterai 150 Volt DC.15AH

      • Maksudnya Sotong itu sejenis….

      • klw diudara ada ucav drone, niih dilaut ada sotong rasa drone kedepannya. klw saya banyangkan kedepannya nya.. klw kapal midget dibuat semacam ucav dengan membawa terpedo dikendalikan jarak jauh. buat patroli bawah dan permukaan air, pasti lebih sip lagi..hehe.: D

        • Ini bukan UCAV ini nama eee Autonomous Underwater Vehicle (AUV).. Kalau UCAV bawa pencil lagi dibuat, Insyallah dalam waktu dekat tuh barang meluncur sambil bawa pencil buat corat-coret orang jahil… 🙂

          • Mudah2an nantinya bertransformasi menjadi AUCoV (Autonomous Underwater Combat Vehicle)
            Bisa ga yah? Insyaallah kalo mau pasti bisa, toh di indo banyak orang jeniusnya.. amiin..

  4. pertamax…?

  5. mantabbb…a.c.i

  6. Sedikit tambahan untuk roket FFAR, 100% itu maksudnya komponen lokal…

  7. @Bung Jalo apakah RX-320 – sejenis Exocet dengan jarak 180 km itu sudah di uji coba ??
    Atau rudal tersebut hanya sekedar mokeup atau pajangan aja bung??

    • Pengembangannya baru untuk sejenis Exocet MK40 Block II, menggunakan solid propelant (sama seperti Exocet), sistemnya Double Stage. Yang 180 KM itu menggunakan motor roket Turbojet, sekarang fokus untuk jarak maksimal 70 km dulu. Nanti kedepan bisa menggunakan sistem multi stage atau turbojet. 🙂

  8. bung jalo, project sea ghost kok gak ada ya diartikel diatas?

    • Yang secret nanti aja bung, itu timnya sedang fokus membuat sea ghost dengan model terbaru…
      🙂

      • bung jalo : klo boleh tau…project sea ghost itu sejenis pengembangan apa? mhn sedikit pencerahan. maklum org awam. tq

        • Maaf bung, saya kasih link youtube aja ya…

          • tq bung

          • gila lu ndroooooooo ne animasi keren juga…
            yang saya tanyakan berapa neh kecepatan laju hantu laut.. kemudian tiap hantu laut bawa berapa torpedo kemudian tuh separoh nyelem ato bisa nyelem semua…

          • satu lagi…………
            kalo saya liat dari animasi di atas, artinya tuh hantu butuh satelit buat ngoperasionalkannya… trus mau numpang satelit apaan?

          • Satelit sendiri. Bisa beli bisa bikin sendiri. Tapi pasti ke arah bikin sendiri

          • Satelit sudah jadi dari 2012, cuman nunggu India… Maklum masih ikut nebeng, roket buatan sendiri belum jadi… Baru 2021 kita bisa terbangin sendiri, tapi kalau nano satelit dalam waktu dekat sudah bisa terbang.

          • Satelit sudah jadi dari 2012, cuman nunggu India selesai rakit satelitnya dulu… Maklum masih ikut nebeng, roket buatan sendiri belum jadi… Baru 2021 kita bisa terbangin sendiri, tapi kalau nano satelit dalam waktu dekat sudah bisa terbang.

          • kalau untuk ini sepertinya harus punya satelit militer sendiri dan radar supaya tidak bisa diditeksi oleh musuh

        • makanya kita ngebet satelit militer, klw target rx 550 selesai tahun ini, bisa dipastikan tahun 2015 bakal ada uji coba nano satelit. harapan saya sndiri siih..:D

  9. maaf bung jalo. judul nya bikin saya ingat kata2 iklan produk maspion grup

    • Hehehehehe, karena ini di forum militer jadi produknya pasti mengaraha ke militer…
      ya udah “Cintailah Industri Strategis Indonesia” –> Kalau boleh koreksi bung Nowy 🙂

      • Maaf merepotkan bung Nowy…
        Takut digugat maspion saya, hehehehehe, bercanda…

      • done,
        ga usah takut ketuker produk panci koq 😆

        • Siap salah…
          Mosok Industri Strategis disamapin ama panci, hihihihih

          • Hahahahaaaaa… Sumpah ngakak. Nah yg gini neh sekali2 perlu juga. Bikin ngakak. Biar ga tegang tok baca koment2 para ahli “nujum”, oups ahli terawang (militer, Alutsista, mksdnya). Klo JKGR punya divisi/bagian iklan/marketing, sudah seharusnya Maspion pasang iklan di sini khususnya di Artikel ini neh.
            Teng teng teng… Yuuuuk pukul lagi pancinya….

  10. Cintailah ploduk ploduk Indonesia….

    Mantaf…

    RX320 berarti tanpa C705 pun kita bisa produksi rudal sendiri….

    mohon pencerahannya, makasih

  11. sedikit mengulas sotong 42
    Untuk memenuhi kebutuhan pedukung Alutsista TNI dalam perairan dibutuhkan Kendaraan Selam Tanpa Awak. BPPT menciptakan prototipe Kendaraan Selam Tanpa Awak, di beri nama sebagai Sotong, seperti nama hewan laut.

    Prototipe Sotong yang diujicoba sejak 2006 ini hasil kerjasama bersama dengan ITB, Bandung dalam mewujudkan teknologi yang mandiri sebagai alat pendukung militer yang digunakan untuk kegiatan pengintaian. Alat ini dikembangkan dalam beberapa tahap oleh direktorat penelitian dan pengembangan hankam dibawah bidang prasarana pertahanan air. Kedepan pengguna kendaraan selam tanpa awak ini selain TNI AL, adalah Basarnas dan Industri swasta.(?)

    Spesifikasi :
    ? Dimensi : 4,454 m x 0,952 m
    ? Diameter : 737 mm
    ? Berat : 300 kg
    ? Kedalaman Operasi : 100 m
    ? Kecepatan Jelajah : 4 knots
    ? Sumber Daya : Baterai 150 Volt DC.15AH

    sedang dikembangkan sampe kedalaman 200m

  12. Maaf teman-teman karena keterbatas, masih banyak produk lainnya hasil pengembangan atau industri strategis negara kita tercinta ini… Kalau punya info lain selain diatas, silahkan ditambah, biar diskusi makin enak ghitu.. 🙂

    • Saya cma petani cabe ijin nyimak aja bung biar tmbah bngga jd orang indonesia…he..he

    • yang cat penahan peluru yang dikembangkan LIPI, dapat infonya gak bung Jalo? teman peneliti disana cerita mereka sedang mengembangkan composite coating yang ketika diaplikasikan ke mild steel (baja biasa) dan dilakukan uji tembak hasilnya hanya tergores. dari gambaran teman saya itu, mild steel+composite coating jauh lebih than peluru dibandingkan baja anoa pindad

  13. @Bung Jalo and friends…

    Bung, berarti RX 320 itu berarti sudah termasuk rudal ya…karena sudah ada seekernya. Apakah bisa mengejar target bergerak juga kah bung?
    …..
    Wahah aku makin bangga dengan NKRI ….luar biasa dengan dana yang SUPER terbatas , mereka masih bisa berbicara banyak menciptakan berbagai macam alutsista yang hampir bisa dibilang “WOW GITU”…

    Jaya terus NKRI dan thanks buat Bung Satrio, Jalo, Nowy, dan lainnya yang telah memberikan pencerahan yang sangat berarti di stasiun WARJAG ini…

    • Bisa dikatakan demikian, alias peluru kendali..
      Tunggu aja tahun ini info resminya akan disampaikan…
      Iya bener, Infrarednya membantu mengejar dan dikendalikan sistem autopilot yang dikembangkan Lapan. Salam

      • Dengan demikian, menurut hemat sya…kalau memang sudah bisa membuat kendalinya…apakah ini bisa dikatakan cikal bakal S-300 rasa Indonesia? Mengingat gencarnya TOT dan tawaran kerja sama dari China pada C-705 dan juga dari Ukraina.. Harapan saya semoga dengan cikal bakal Rudal RX 320 ini LAPAN dan lembaga terkait bisa mengembangkan menjadi Sekelas S-300 rasa Indonesia.

        Jayalah terus NKRI….
        Salam buat para sesepuh warjag. Saya pembaca setia JKGR tp jarang memberi komentar…
        But…overall sy sangat senang dg kehadiran JKGR yg setiap harinya senantiasa memberikan dan memupuk nasionalisme kita semua….

        • Nih saya kasih satu foto, pasti bingung “Iku Opo”
          Dibales poto ee: Aku rapopo (hehehehe, bercanda)

          Iku nama eee, sistem tracking video dari ini dibuatlah namanya sistem mekanis dan elektris serta pembuatan softwarenya. Dengan perangkat lunak penjejak video (tracking software) lalu dilakukan uji terbang. Hasilnya keluaran perangkat lunak penjejakan visual dapat mengakses perangkat pergerakan posisi obyek, dan mengikuti pergerakan obyek yang diinginkan.

          Ini pengembangan sudah berhasil di tahun 2012, sekarang? sudah lebih baik lagi yang siap dipasang dan diuji coba di RX lainnya.

          Untuk pertanyaan bung Lamberth sudah saya tulis diatas diperkiraan MEF kedua atau renstra berikutnya yaitu 2015-2019… atau di link ini, http://jakartagreater.com/tni-au-kembangkan-penangkis-serangan-udara-jarak-sedang/

          Salam

  14. Salam kenal buat semua,, artikelnya membanggakan..

  15. Oke sekalian saya tambahin…

    Industri Strategis ini sangat diperlukan dukungan pemerintah baik dari anggaran, SDM maupun pencitraan atau strategi pemasaran yang baik. Industri strategis untuk pertahanan ini sangat memegang peranan penting bagi negara kita. Lemahnya kinerja industri strategis berbasis pertahanan di Indonesia didasarkan pada kesulitan untuk mencapai target penjualan yang umumnya masih di bawah 80%.

    Semoga dilihat pemerintah…

  16. Kereng bung alutsista kita, , , ,
    mudah-mudahan
    semua yang diatas dpt terwujud

  17. saya tambahin lagi soal teknologi Radar, yaitu LIPI dan PT Inti yaitu Indonesia Sea Radar atau Isra. Pengembangan sudah dilakukan sejak tahun 2006, dan dua radar sudah didirikan permanen di pantai Anyer dan Merak. Radar pantai buatan anak bangsa ini lebih kompetitif , dibandingkan radar impor.

    Radar ini menggunakan frekuensi X-Band (9.4 Ghz) dengan dua antena pemancar dan dua penerima yang kerjanya bersamaan. Radar ISRA juga menggunakan system Auto Tracking atau sistem penulusuran target sesuai ARPA yang ditetapkan IMO. Selain itu radar juga dilengkap Doopler untuk mendeteksi kapal-kapal yang melintasi area perbatasan.

    Yang keren, dengan daya pancar yang rendah atau 1 watt Radar ISRA dijamin tidak menggangu radar lain. Sayangnya, nih radar kurang diminati pemeintah. Kita malah lebih banyak membeli radar dari negara lain dengan harga yang mahal, padahal dalam negrei juga ada. T_T

      • Terima kasih sudah ditambahin fotonya bung Gue, nih tulisan biar kita cinta akan produk2 dalam negeri seperti permintaan bung gue…

        • jika ISRA fungsinya sebagai radar pengawas pantai,

          bagaimana kabar pengembangan radar INDRA dan apa fungsinya Bung JALO,apakah sebagai radar udara?

          maaf banyak tanya,

          • Nah itu saya belum dapat bahannya, nanti saya coba cari dulu…
            Ada dua pengembangan radar udara sih, cuman belum dapat bahannya.

          • Selamat malam warjager
            Ijin menambahkan ya bung Jalo
            INDRA (Indonesia Radar) itu yaitu RCS (Radar & Communication System) Solusi 247.
            Radar yang disebut Indera (Indonesian Radar) ini diuji coba, Kamis 21 April 2013 , oleh TNI AL di dua KRI…
            Dibandingkan radar maritim yang umumnya menggunakan teknologi pulsa berdaya hingga 15 kilowatt, Indera menggunakan sistem FMCW (frequency modulation-continuos wave) berkapasitas 2 watt.
            Karena itu, keberadaan kapal sulit terdeteksi sehingga menunjang operasi pengintaian…
            Program Radar Nasional tahap pertama akan berlangsung hingga tahun 2014 untuk menghasilkan satu prototipe generasi baru, antara lain model PSR (Primary Surveillance Radar) untuk mendeteksi dini sasaran, prototipe material, dan komponen peralatan radar.

            Teknologi radar terus dikembangkan, antara lain untuk membuat radar senjata (radar penjejak optoelektronika) serta pemantauan lalu lintas laut dan udara.

            Kalau Sotong itu sebenarnya nyenggol hal yang rahasia ,tetapi tahun kemarin sudah kami diskusikan dan keceplosan walau sempat di jewer sama mbah Bejo 😀
            Cerita hoaxnya Sotong itu yang rahasia adalah War head nya
            Dua kapur sonotan pernah dibuntuti oleh sotong akhirnya mereka memilih berlabuh dibenoa bali untuk mengisi bekal 😀
            Coba kapur sonotan macam macam saat itu ..sotong jadi batel proven
            hehehehehe sori just hoax

            Nyumbang Gambar
            Radar INDRA

            Roadmap radar nasional

          • kok gak keluar gambarnya katrok ne
            Radar INDRA

            Roadmap Radar nasional

          • Terima kasih untuk tambahannya bung Satrio….
            Itu cerita sotong kereeennn, kali ini saya katakan sotong strooong 🙂
            saya punya gambar warheadnya, kereeen…
            Tapi gak boleh dipublih, tapi terima kasih untuk ceritanya bung…
            Jadi tahu fungsinya sotong ini…

          • Sama sama bung Jalo
            kalau anda gak mancing ya kagak keceplosan lagi 😀

          • Ini gambar dalamnya, silahkan dibayangin… 🙂

          • Info hoaxnya itu dikembangin di Surabaya dan yang kereen sudah bisa bawa Torpedo dengan kedalaman …m…
            Itu info terakhir yang dikabarin itu sudah 6 bulan yang lalu… Saya gak tahu yg sekarang, tapi tetap sotoong strooong 🙂

          • Ohh ralat baru baca lagi, hoaxnya yang di Surabaya untuk kedalaman dan kecepatannya…

            Nih saya teman-teman saya kasih sedikit pengembangan litbang TNI AL yang sudah jadi dan masih berjalan..

            Pembuatan armor untuk komposit rantis, pengembangan kendaraan Angkut Personel (APC) , pembangunan ranpur amphibi jenis BMP, ranpur Amphibi roda rantai (didanai Kemenristek), pembuatan akustik Jammer bawah air, Sub Skimmer buat Taifib dan Denjaka, dll… Silahkan Browsing, 🙂

          • Mungkin infonya bermanfaat buat teman-teman…
            Salam Warjager

          • terimakasih Bung SATRIO atas infonya.

            gak disangka2 ternyata sudah sejauh itu perkembangannya,jadi bangga pada negeri ini.
            salam.

  18. colek bung nowy, lihat draft ( ada 2 draft , silahkan bung nowy pilih yg mana) tapi bung nowy tambahin gambar, thanks

  19. maaf OTT
    tp masih hasil karya anak bangsa meski hanya memodifikasi
    perbandingan AMX 13 yg lama dan yg hasil retofit
    https://plus.google.com/u/0/

  20. ne mesin mesin yg ane maksud n bukan hanya tongshue..

    cuman yg kayak gene yg bisa bikin ane ngecrot..

    sebagean mesin mesin buatan lokal dambaan ane, mungkin ane akan ereksi indo bisa beli 1000 ekor su35 ato borong 1000 biji leopard ato ijab kobul 1000 peler s300..tapi ane akan klimaks multiorgasme ampe menggelepar biar pun indo cuman bisa bikin 1 jenis alutsista mumpuni ntah hasil kerjasama, ote ote ato lokal buatan murni..

    indonesia, mana mesin mesin membanggakan ane selanjutnya?

    cintailah ploduk ploduk indonesia, wo yo kuale aaa 😀

    • Untuk ke arah Penangkis Serangan Udara (PSU) sedang dikembangkan bung Lare. Alhamdulillah kemarin tuh roket sudah berhasil diuji coba tanpa menggunakan menggunakan autopilot tapi menggunakan sistem tracking video dan hasilnya luaarrr biasaa melebihi angka target. Semester 2 ini rencana terbang dengan otopilot, kalau jadi tinggal pindah aplikasi nya aja, mau rudal opo sistem guidancenya opo…. sekarang pengembangan radar eeee,,

      nih poto eeee…
      Tinggal pencet meluncur tuh roket…

      (Asli buatan sendiri)

      • alamaaak..

        bang jalo, ane doain jadi n pasti jadi..
        kalo tinggal mindahin aplikasinya doang berarti bisa diinstal dimana aja dong bang yg ntar jadi sistem peluncuran roket di beberapa alutsista buatan negri..
        wah ntar indo bisa bikin pantsyr ndiri, bikin s300 ndiri, bikin icbm ndiri..ato sistem peluncur roket yg ditenteng heli serang n pespur, ato sistem peluncur roket yg dari kasel..
        mungkin ane ngayalnya ketinggian, tapi nurut ane merujuk keterangan n gambar yg bang jalo liatin kog rasa2nya ne arahnya mo menuju kesitu ya, bang..

        • Kalau menurut pak sumber sepertinya begitu bung… Apalagi mobil2an gotong rudal gede kayak punya negara2 sono… 😀

          Di renstra berikutnya bung, pengerjaannya diambil loreng ijo yg tentaranya banyak (matra)…

      • Jadi rudal keris, atau rudal badik, atau rudal kujang … sesakti tomahawk … hhehe

      • Hatiku seakan melayang lihat produk2 kebanggaan ini…..
        Luar biasa… Dulu (2009 at 2010) saat peluncuran rx 320 dan 420 yg tanpa guidance…
        Tetangga sebelah di utara bilang …ini hanya meriam bambu, kembang apilah….

        Hmmm…sekarang (setelah mereka tahu ternyata otaknya orang Indonesia HEBAT seperti ini)….kira2 mereka mau bilang apa ya….? Yg jelas pasti mau beli….

        Wahhh tidak sabar nih dengar RX 550 dan RX 750 uji terbang lalu diinstalkan penjejak atau tracking plus radarnya dan infra red nya…. Hmmm…kalau sampai itu terjadi…
        Yakin aku…tetangga pasti kena penyakit DTT (Demam Tingkat Tinggi)

        Ayoooo semangat lagi sesepuh Warjagers Kasih info yang bisa membangkitkan nasionalisme kita….
        Tunjukkan pada dunia bahwa INDONESIA BISAAAAA….
        Doaku buat sesepuh warjag: BUng Satrio, bung Jalo, Bung Nowy, Bung Danu, Bung Dieogo…dan sesepuh lainnya… Salam dari Timur (Timika)….

    • @Bung Lare Sarkem..jika tdk keberatan tolong luangkan wtaktu sedikit lagi agar kl ngetik “INDONESIA” lebih lengkap bung. jangan hanya ” Indo ” .mungkin buat bung Lare sarkem gk ada bedanya, tp buat saya pribadi dan mungkin bagi beberapa Warjager “kata INDO” kurang pas, alias bikin rada eneg…

      Maaf kl ada salah kata

  21. Thank infonya Bung Jalo…Indonesia mulai memasuki sbg negara industri.

    Saya sangat setuju dgn Statement Menteri BUMN (Dahlan Iskan) bahwa “Industri adalah Sandang Nusantara” dgn Industri insyaalloh bangsa kita cepat mandiri & berdikari. Amin

    • Sama2 bung…
      Industri tanah air juga harus menjadi perhatian pemerintah kedepan, itu hukumnya wajib.. hehehehe

    • la itu yg disebut bung ronggolawe, calon presiden yg sangat menghargai para ilmuan kita beserta penemuannya. contohnya satu demi satu anak bangsa yg berkarya diluar negri pada diajak pulang tuk berkarya untuk negri tercintanya INDONESIA. MERDEKA

  22. Mantaaab!!
    Bangga sama produk sendiri.. Jaya slalu NKRI

  23. RI, Negeri 1001 PROTOTYPE.

  24. Hahahahaha, yg sotong berdiri saya gak berani mengatakan apa2, tuh bapak salah satu enginer yg membuat sotong strooonng.. Nah infonya sih bisa membawa torpedo, cuman sudah lama belum ngecheck info terbarunya..

    Yg MBT untuk memenuhi kekurangan kita, waktu pembuatan BMP-3F ada tim kita yg ikut nimbrumg di pabriknya. Selain itu untuk pembelian BTR Ukraina kita dijanjiin dibantu untuk pengembangan dalam negeri. Makanya kita belinya nambah, salam.

    • wahhhh bung tolong ane jangan diaduin ya ke bpk itu ya..hha

      klo utk BTR Ukrine, apa tdk beresiko ya bung, dgn kondisi saat ini yang sedang siaga perang.. yang ane takutkan kerjasamanya bisa tertanggu (mudah2an saja tdk).

      semoga saja pindad bisa menyerap teknologi pembuatan MBT dari hasil belajar di negara lain, dan mampu menyumpal mulut jamaah amblesiyah dgn produk MBT hasil karya anak bangsa..

      salam

  25. mobil2an gotong rudal gede kayak yg disono, kagak laen kagak bukan, mister kamaz uyeee..

    oke makasih bang jalo, soal roket ane jadi sedikit tau gambarannya semangkin jelas mo dibawa kemana..

  26. Produk dalam negri akan ada pada kita apabila kita mau mengenal dan memulai mengenal sesuatu “barang” maupun “teknologi” tersebut sebagai pembelajaran,”teknologi tak bermerek” (non western cs) ada baiknya ikut kita kuasai seperti teknologi Nuklir dan Roket karena akses kita kesana ada dan memungkinkan. Paradigma Konsumen tidak akan pernah dikatakan produsen bila tidak pernah produksi barang.Ingat: Produsen tidak pernah didikte konsumen dan produsen diperlakukan beda oleh dunia industri dan bisnis .teknologi New VVER Reactors Generation III+ rusia akan segera kita kenal disini ( http://youtu.be/dT3Bt8KGqEg ) dan teknologi bermerek (western) akan mungkin kenal bila hanya bila kita sudah menjadi sekaliber China 1-2 dekade kedepan seperti PLTN SANMEN china , Westinghouse AP1000 PWR http://youtu.be/sVCVry_ccfQ\

    • Terima kasih bung Deddy, kayaknya menarik untuk dipelajari…
      Salam

      • Coba baca artikel ini bung, menarik skali seperti yang ditulis bung Deddy
        http://ristek.go.id/index.php/module/News+News/id/14367

        • Salam kenal om jalo iya pltn ini sudah dari dulu ttp gak jadi2 padahal ini pembelajaran kedisiplinan buat masyarakat contoh welder harus bagus gak ada titip2 pan kwalitas materialnya harus yg bagus tidak ada kw2an trim salam

          • Masalahnya yang pasti lambatnya penguasaan iptek nuklir adalah keengganan Amerika yang dibungkus seolah-2 orang2 indonesia adalah memang ingin tetap jadi negara non nuklir dan non iptek nuklir sebagaimana yang disuarakan pemerintah RI 40 th terakhir, Sayang bila harus kita melupakan upaya Soekarno dulunya membawa iptek nuklir dan roket ke indonesia hanya agar Paman Sam senang. kita lupa pepatah daripada berkelahi dengan ‘perut’ lebih baik berkelahi dengan orang lain apapun resikonya..

  27. Cintai produk dlm negeri, satu hal yg ngaa gue cintai pajak barangnya, akhirnya membuat harga ngaa bisa murah

  28. Sekilas Info:
    Rusia latihan ofensif rudal nuklir besar-besaran….

    Latihan berskala besar itu , seperti dilansir Nezavisimaya Gazeta, Selasa (01/04/2014), melibatkan Pasukan Rudal Strategis Rusia yang terdiri dari 10 ribu tentara dan 1000 keping peralatan dari 30 unit lebih.

    Tujuan utama latihan perang itu,dikutip dari beberapa perwira militer senior Rusia adalah untuk memastikan Pasukan Rudal Strategis Rusia memiliki kesiapan yang cukup untuk melakukan operasi ofensif yang melibatkan penggunaan rudal nuklir secara besar-besaran dan simultan.

    Global Security Newswire yang sebelumnya mengungkapkan latihan nuklir itu menggambarkan bahwa latihan itu adalah praktik serangan nuklir berskala besar dan menakutkan.

  29. Lah gambar eee, gak keluar…

  30. Halo…halo…bung jalo. Mencari pencerahan. Wacana senapan kinetik.adakah dikerjakan pindad. Selain itu penggunaan bahan komposit untuk badan. Mohon diberi penjabaran..premis mayor dan minornya…soalnya sebelum TNI demam felin….

  31. Super sekali artikel nya bung saya bangga melihat pengembangan kreatifitas anak negri sendiri walaupun dana riset tergolong kecil tetapi dengan keterbatasan itu menghasilkan sesuatu yang sangat membanggakan.

    ” Cintailah ploduk ploduk indonesia “

  32. @Bung Jalo, Terimakasih artikelnya. Jadi makin bangga sama negri ini. Jayalah NKRI!!

  33. Terasa kek heboh gitu sih…padahal tu barang semuanya “doll” (bo’ongan) lebih parah lagi cuma hoax doang….WKWKWKWK…kalo emang ada pasti udah ada yang operasional tuh…WKWKWKWK…

  34. Wa’alaikumsalam wr wb..

    Nah.. bagus tuh kalo target tank Medium ada di kisaran 30-35 ton. Menurut bung Jalo sementara ini masih berkutat dengan design 25 ton, dan jika 25 ton memang maks juga hanya cannon 105mm

  35. Jitenbi-based fighter???ditunggu penjelasannya nih bung Nara.. 🙂

  36. yg LUAR BIASA bung..biar mimpi indah tiap malam…dari pada pusink mikirin MH370 punya malas sia…

  37. Ntar sore ada info yang cetar membahana… 🙂
    Simak terus di JKGR…
    Salam

  38. keren utk matra darat ada lompatan yg menakjubkan, ada rudal balistiknya, ini yang keren dan punya detterent tinggi. Tidak perlu susah2 utk menyerang, tinggal mencet tombol, langsung pesan diantar, lebih efisien dlm peperangan masa depan tanpa perlu melakukan embarkasi prajurit dan alutsista besar2an.

  39. iyah bang wedus..
    asal nyampekennya baik, biar pait sekalepun akan ane trima n telen bulet2..kalo kasar, kagak peduli posisi salah tetep ane lawan..

    mungkin warjager harus mulai membudayaken saling mengingatken n saling nasehati dgn santun biar warung kesayangan kita ne semangkin elegan n kondusif n nyaman buat warganya..karna latar belakang warjager, tingkat pendidikan, lingkungan, disiplin ilmu, pekerjaan n pengalaman yg berbeda2 pasti berpengaruh pula ma cara penyampeannya..
    kagak spaneng, nyante kayak dipante n dibawa ketawa aja, bang..
    kecuali orang2 kayak ponari, hahag 😀

  40. Kalo Barang yang 2 biji sih Udah mau lego jangkar di daerah Timur kan bung.info dari china bung sampai sampai KRI kita akan berangkat untuk berkunjung kesana hehehehehe. KRI kita yang baru Kelas Makasar kalo sampai sowan ke china mosok ya ga bawa oloeh-oleh sih bung 😀

  41. nice comment bung. cucok banget buat ane yang awam dan minim info.

  42. salam kenal bang nara 😀

    spicles ampe jari kaku kagak bisa ngomeng..

    mungkin kale ne belon bisa, tapi ntar kalo dah jadi n dah waktunya ntu alutsista bisa dibuat latihan n dipublikasiken kayak rudal yakon tempo lalu yah, bang nara..

    masyarakat indonesia pada umumnya n warjager pada kususnya ane yakin lage pada nunggu2 alutsista yg murni ato setengah murni buatan mari bermunculan yg bisa jadiin tonggak kemandirian nasional n pas banget dgn semangat embargo diri yg bang satrio sampeken..

    ngemeng2 soal tenk pindad, ane terlalu dini kagak bang kalo ane tanya ntu pembuatan tenk medium udah termasuk pelindung pasif n aktifnya sakalean kagak bang..

    m(_ _)m sungkem dari nyubi yunior anggota baru warjag, puh..kapan2 bareng2 ke teater fx sudirman liat oe oe oe ya bang..

  43. yup .. sepakat

  44. Bung @nara, ini list utk MEF II atw III ya..?

    Yang ICBM klo memang terealisasi pastinya akan sangat luar biasa efek deterentnya..

    Salam

  45. yg berita hoax-hoax saja bung….. hehehe. pokok’e siap terima berita yg luaaarrrr biasa…..

  46. test

  47. test untuk update

  48. aku ra iso opo opo …cakep nih artikel smoga indonesia lbh maju dan maju dalam bidang alat tempur super canggih buatan sendiri

 Leave a Reply