Feb 222019
 

Sistem rudal pertahanan udara S-300 buatan Rusia © Kemhan Rusia via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Citra satelit perusahaan Israel, ImageSat International (ISI), 19 Februari lalu menunjukkan bahwa sistem S-300 Suriah yang dikerahkan di Masyaf dalam kondisi siap tempur, seperti dilansir dari laman South Front.

Apa yang terlihat itu benar-benar berbeda dari gambar yang ditemukan sebelumnya ketika pasukan Suriah berlatih di bawah bimbingan para ahli Rusia.

ISI menyatakan bahwa sistem rudal anti-pesawat S-300 Suriah sekarang secara resmi beroperasi. Temuan Israel juga menunjukkan bahwa Rusia menyelesaikan pelatihan tempurnya untuk pasukan Suriah sebelumnya.

Pada akhir Januari 2019, Kommersant mengutip pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia yang mengatakan bahwa kru tempur Suriah tidak dapat mengoperasikan sistem S-300 yang canggih, pelatihan masih silaksanakan oleh para ahli Rusia.

Menurut sumber ini, pelatihan baru selesai dalam periode hingga akhir Maret 2019. Al-Masdar News (AMN) mengatakan bahwa dengan penemuan ISI itu, berarti bahwa jet-jet tempur Israel akan digunakan untuk melawan pertahanan udara Suriah.

Sejauh ini, Rusia telah menyerahkan tiga sistem S-300 kepada Suriah dan sejumlah peralatan militer lainnya termasuk sistem komando dan kontrol yang canggih.

Sistem ini memainkan peran yang sangat penting, membantu berbagi informasi yang ditargetkan dari kompleks radar jarak jauh yang lebih modern seperti S-300 dengan sistem area deteksi target yang lebih dekat atau kurang modern seperti S-75, S-125, Pantsir-S1.

Sistem tersebut, mengubah sistem udara campuran diskrit Suriah menjadi jaringan pertahanan udara terintegrasi yang kuat dan fleksibel yang menyulitkan Israel untuk mengatasinya. Meski demikian, Mayor Jenderal Uzi Dayan, mantan kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, menyatakan adanya peluang walau dengan keberadaan S-300 disana.

“Israel tidak akan menghancurkan sistem S-300 Suriah jika tidak digunakan melawan Tel Aviv”, kata Jenderal Uzi Dayan.

Sistem pertahanan udara S-300 yang baru ditransfer Rusia kepada Suriah tidak akan mempengaruhi operasi Tel Aviv disini karena mereka bukan ancaman nyata bagi para pejuang Israel, katanya.

Angkatan bersenjata Israel saat ini tidak ada rencana untuk menghancurkan sistem pertahanan udara itu jika mereka tidak terbiasa berurusan dengan Angkatan Udara Israel. “Israel berharap Suriah tidak akan menggunakan sistem pertahanan udara S-300 terhadap pesawat Israel, tapi jika mereka sengaja melakukannya, kami akan mengambil respons yang sesuai”, kata Jenderal Uzi Dayan.

Pernyataan jenderal Israel telah mengejutkan banyak orang karena sebelumnya, baik Perdana Menteri maupun para pejabat senior pertahanan Israel telah berulang kali mengkonfirmasi bahwa mereka akan menghancurkan sistem S-300 Suriah, setelah itu dioperasikan oleh militer Suriah.

Dan itu adalah ketidakpastian dalam klaim dan tindakan Israel yang mencegah Suriah dari berusaha menemukan cara untuk berurusan dengan angkatan udara Tel Aviv.

  5 Responses to “Citra Satelit Tunjukkan 3 Peluncur S-300 Suriah Telah Aktif”

  1.  

    kita tunggu saja hasilnya,klau berani sepertinya rontok tu pesawat Israel!.

  2.  

    Logikanya dimana diserang ko ga boleh menangkis,Suriah kan negara nerdaulat cuk..

  3.  

    Kalau tidak gendeng maka bukanlah Ngisrael lah

    😎 huehuehue

  4.  

    Aselinya Israel takut…

    •  

      Bukan takut lagi bung… serangan terakir mereka sudah menggunakan Drone, mereka tahu persis kemampuan S-300, mereka pernah berlatih di Yunani dan terakir di Ukraina (paling mendekati kemampuan Russi) sehingga mereka tahu persis bagaimana kemampuan sistem ini… dan dari hasil pelatihan sepertinya mereka tidak bisa cukup pede untuk bisa menghadapinya, mungkin bisa melumpuhkan dengan banyak serangan rudal dan terus melakukan spy dimana posisi S-300 ditempatkan…
      Tetapi menghadapinya jelas adalah sangat sulit…. bahkan mungkin jika Israel bukan rekanan kuat USA mereka akan membeli sistem ini