CN-295 akan Dibuat di PT DI Bandung

38
85
CN 295M TNI AU
CN 295M TNI AU

Indonesia dan Spanyol terus mengembangkan kerja sama di bidang pembuatan pesawat. Pesawat taktis canggih CN 295 yang awalnya dibuat di Spanyol, ke depan akan dibuat di Bandung, Jawa Barat.

Pada program awal, pesawat ini dibuat sebanyak 9 unit yaitu 7 unit dibuat di Sevilla (Spanyol) dan 2 unit dibuat di Bandung oleh PT Dirgantara Indonesia melalui supervisi dari ahli-ahli Spanyol.

Untuk melengkapi kebutuhan satu skuadron, bakal kembali dibuat 7 unit pesawat jenis ini yang seluruhnya dibuat di Bandung. “Kontrak 7 pesawat belum ditandatangani. Tapi saya diberitahu keputusannya sudah dibuat,” kata Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Fransisco Jose; Viquiera Niel, saat berbincang dengan media, Kamis (27/2/2015) malam.

Sejak 1980-an, lanjut Viquiera, Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Negeri Matador. Di bidang penerbangan, kedua negara membuat pesawat C-212 atau CN 212, antara Cassa dan Nurtanio (sekarang PT DI).

Kini, pesawat tersebut hanya dibuat di Indonesia, tepatnya di markas PT DI di Bandung. Pengembangan terus dilakukan hingga muncul pesawat-pesawat baru berjenis CN 235 dan yang terbaru adalah CN 295.

Program kerja sama membangun pesawat canggih CN 295 untuk keperluan pertahanan militer ini dim?ulai sekitar 7 tahun lalu. Disepakati 7 pesawat dibuat di Spanyol, sedangkan 2 pesawat dibuat di Bandung. “Dua pesawat terakhir sudah dirakit di Bandung, 2 dari 9 pesawat. Delapan sudah dikirimkan, sementara 1 lagi akan dikirimkan pada Oktober atau November,” paparnya.

Program tersebut berlanjut dengan membangun pesawat sebanyak 7 unit lagi. Viquiera menuturkan, dalam beberapa tahun lagi program ini telah selesai dan pesawat sudah bisa melengkapi skuadron (16 unit). “Begitu kontraknya ditandatangani, kita mulai membangunnya dan saya berasumsi beberapa tahun setelah kontrak ditandatangani, program ini akan selesai,” katanya. ?

Dia meyakini, pesawat baru ini jauh lebih canggih dari segi fitur, teknologi, hingga spesifikasi dibanding produksi terdahulunya. “Ini lebih canggih dari 212. Elektronik dan avianiknya. Sekarang pesawat militer punya update setiap 6 bulan sekali seperti halnya komputer. Karena bagian terpentingnya adalah software seperti komputer dan itu yang membuatnya berbeda,” jelasnya. (Detik.com).

38 KOMENTAR

  1. Pesawatnya bagus. Btw kandungan lokal CN295 yang dirakit di Bandung brp persen ya gan?
    Airbus enak skrg tggl ongkang2 kaki dapat uang lisensi dr produksinya.

    Walaupun banyak order CN295 baiknya jangan sampai terlantar proyek CN235 Next Generation alias N245, lalu N270 setelah N219 diproduksi masal.

    Semoga CN295 diakuisisi dalam rangka mengisi gap pesawat angkut saja.

    Saluuutt to PT DI.

  2. Kombinasi aja nanti. 2 2nya diakuisisi, wong dua2nya bagus kok, cuma diperbanyak yg ngasih TOT lebih. Cuma yang duluan yang mana ? Hayu tebakan ? Aku yakin yang duluan ya su 35. Nyusul Typhoon. Untuk pesawat ringan latih dengan persenjataan lengkap pakai T 50 Korea aja. PT DI fokus IFX dengan ultimate resit di bidang engine, biar efesien kaya gripen, gripen gak usah dibeli, pesan engine aja dari EURO ENGINE atau GE OF AMERICA. Ada kemungkinan juga pakai ENGINE Sokhui . Jadi manfaatkanlah pembelian ini untuk kemajuan bangsa dengan minta TOT yang maksimal.

  3. Berapa ya harga satu pesawat C 295?
    Klu dikali 16, sangat banyak kali yah?
    Kyknya klu uang sebanyak itu kita gunakan utk pesan pesawat militer propeler ke PT DI yg pungsinya sama dgn c 295, mungkin ia akan sanggup merancangnya sendiri, shgg kemajuan PT DI benar2 nyata. Dan keuntungannya pun hanya utk kt.
    Heran, kenapa kt senang jadi perakit, bukan sbg perancang, pdhl sesungguhnya kita mampu.

  4. Benar benar strategi yang brilian dari para petinggi kita…
    – Jerman menolak typoon karena adanya keretakan baut pada mainframe, padahal jermen juga pemilik konsorsium Pespur typoon tsb. Sekenario pengalihan isu mirip pengadaan KRI Bung Tomo klas.
    – pemberian gelar sir ke pak SBY dari kerajaan inggris.. hal ini menandakan adanya kerjasama jauh lebih besar yang dilakukan kedua belah pihak, inggris juga pemilik saham typoon.
    – plan B jika proyek IFX gagal dan beralih ke teknologi typoon.
    – kemungkinan besar KS pesenan yunani dari jerman jadi dimari. mengingat, yunani masih dilanda krisis keuangan yang masih berat dan juga berimbas ke eropa. Yunani mengandalkan hutang ke IMF dan uni eropa, sedangkan pemilik sebagian saham IMF adalah negara kita dan hal itu bisa dijadikan lobi untuk mengakuisisi walaupun kita beli- masih mirip pengadaan KRI Bung Tomo klas

  5. Mencerahkan.. Info menarik bung EK dan bung AG… Bila konsorsium ef tidak ada order satupun, karena semua negara nato membeli f-35 (kecuali Jerman) maka proyek ef akan behenti. Lalu semua ef-2000 pensiun dini. Lalu dibungkus semua, dan hadir di sini sebagai penghuni monumen dirgantara yang masih layak terbang. Jerman dan Perancis berduet mengembangkan bersama masing masing andalannya, dan jadilah badai matahari, hanya dioperasikan 2 negara itu saja dan tidak ada negara lain yang membeli karena memang tidak diobral. Jadilah pesawat bayang bayang bagi f-35, teman dekat tapi mampu mencekik telak dari samping. Tambah hebat… Maaf mengacau, mohon diluruskan bila bengkok…