Cuma 5 Negara yang Bisa Luncurkan Rudal ke Mana Saja

7
33
Rudal balistik taktis Hwasong-5 Korea Utara turunan dari rudal balistik R-17 Elberus (Scud) buatan Soviet © Korean Central News Agency (KCNA)

JakartaGreater.com – Saat ini, hanya ada lima negara di dunia yang mampu mengirimkan rudalnya dimanapun dimuka bumi ini, kata Ian Williams, seorang peneliti serta direktur asosiasi di Center for Strategic and International Studies (CSIS), awal tahun lalu, seperti dilansir dari laman New York Times.

“Kami yakin, saat ini kita memasuki renaisans rudal”, kata Ian Williams, direktur asosiasi Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), yang mengumpulkan data tentang program rudal di berbagai negara, di dunia.

Semakin banyak negara dengan kesiapan akses ke rudal meningkatkan ketegangan regional dan membuat perang lebih mungkin terjadi, kata Williams. Negara-negara lebih cenderung menggunakan rudal mereka jika dipikir mampu menjangkau sasaran.

Selain itu, banyak rudal yang dikembangkan oleh mereka didasarkan pada teknologi usang, yang membuatnya kurang akurat dan meningkatkan risiko bagi warga sipil. Dan ada risiko bahwa rudal bisa jatuh ke tangan milisi dan kelompok teroris.

Banyak negara yang telah berinvestasi besar-besaran pada misil selama dua dekade terakhir berada di titik-titik panas yang terkenal di Asia dan Timur Tengah. Rentang maksimumnya ditumpangkan pada peta-peta di bawah ini.

Note: Maps include ranges of land- and submarine-launched missiles. Source: CSIS Missile Defense Project

Negara-negara yang berinvestasi pada pengembangan misil sering mencoba untuk mencegah musuh-musuh regional. Tapi efek dari riak perlombaan senjata ini hingga ke seluruh dunia.

Korea Utara adalah contoh bahaya. Perkiraan jangkauan rudal maksimum negara itu mulai dari 745 mil (1.200 km) pada tahun 1990 hingga lebih dari 8.000 mil (12.800 km) sekarang. Dan itu cukup untuk menyerang sekitar separuh dunia, termasuk daratan Amerika Serikat.

Negara-negara seperti India, Iran, Israel, Korea Utara dan juga Pakistan memiliki program pengembangan rudal yang kuat. Dan kesamaan dari beberapa misil mereka (Iran, Pakistan dan Korea Utara) menunjukkan bahwa mereka telah berkolaborasi untuk berbagi teknologi.

Pakistan mulai berinvestasi lebih banyak dalam program rudal pada 1990-an dan diyakini juga berkolaborasi dengan China. Pada pertengahan 2000-an, Pakistan punya kemampuan untuk menyerang sebagian besar wilayah India, saingan regional utamanya.

Jangkauan rudal Pakistan dan India. Source: CSIS Missile Defense Project

India, juga mampu menyerang di mana saja di Pakistan dan sebagian besar China, saingan regional lainnya dalam dua dekade terakhir. India pun sekarang bekerjasama dengan Rusia untuk mengembangkan rudal jelajah BrahMos.

Arab Saudi dan Israel sendiri bahkan sudah mampu menyerang Iran sebelum tahun 1990. Tetapi sekarang Iran dapat menyerang balik di salah satu negara, sebagian berkat teknologi yang diperolehnya dari Korea Utara.

Jangkauan rudal Iran, Israel dan Arab Saudi. Source: CSIS Missile Defense Project

Selain itu, baik India dan Korea Utara bekerja pada rudal yang diluncurkan oleh kapal selam, yang akan memungkinkan kedua negara untuk lebih menyembunyikan rudal mereka untuk digunakan sebagai serangan balasan.

Bidang lain yang menjadi perhatian adalah bahwa saat ini kelompok milisi atau teroris yang mendapatkan akses ke rudal balistik tersebut.

Salah satu contoh nyata dari ini terjadi pada bulan November, ketika sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Yaman mencapai ibu kota Arab Saudi. Rudal itu ditembakkan oleh pemberontak Houthi, milisi Syiah yang menguasai sebagian besar Yaman sejak 3 tahun lalu dan itu didukung oleh Iran dan Hizbullah, kelompok militan dari Libanon.

Liga Arab telah menuduh Houthi menembak puluhan rudal dan roket melawan Arab Saudi sejak kerajaan Saudi mulai menyerang untuk mengusir para pemberontak pada tahun 2015. Senjata yang digunakan terhadap Arab Saudi adalah varian dari rudal Scud.

7 KOMENTAR