Feb 162019
 

Konga, Jakartagreater.com – Blue Line merupakan sebuah istilah yang digunakan sebagai demarkasi perbatasan geopolitik antara Lebanon dengan Israel yang telah diterbitkan oleh PBB pada tanggal 7 Juni 2000.

Salah satu bagian dari blue line tersebut adalah TP.36 dan TP.37 yang merupakan temporary points, saat ini menjadi tanggungjawab dari Satgas Indobatt Konga XXIII-M/UNIFIL sebagai pasukan penjaga perdamaian.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Konga XXIII-M/UNIFIL, Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya pada Jumat 15-2-2019 di Markas Indobatt UN Posn 7-1, Adchit Al-Qusayr.

“Saat ini TP. 36 dan TP. 37 yang merupakan Area of Responsibility (AoR) atau daerah operasi Pasukan Garuda Indobatt sedang mendapat perhatian dunia”, katanya.

Menurut Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya, hingga saat ini baik dari kalangan militer dunia maupun PBB telah silih berganti mengunjungi area TP.36 dan TP.37 untuk melihat secara langsung situasi dan kondisi di kawasan blue line tersebut.

“Dengan adanya pembangunan T-Wall / dinding pembatas ditambah pagar besi diatasnya yang dilakukan oleh militer Israel, menjadi faktor menarik bagi kalangan penasehat militer dunia maupun PBB untuk mengunjungi daerah tersebut”, ungkap Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya.

Selanjutnya, dikatakan bahwa pada hari Kamis, 14 Februari 2019, dirinya bersama Wadan Sektor Timur Kolonel Inf Ahmad Aljufri mewakili Dansektor Timur UNIFIL menerima kunjungan Delegasi Penasehat Keamanan Kerajaan Inggris (Security Advisor United Kingdom) yang dipimpin oleh Letnan Jenderal (R) Sir Graeme Lamb didampingi beberapa pejabat tinggi dari UNIFIL, serta dihadiri pula oleh beberapa perwira dari Lebanese Armed Force (LAF).

“Kunjungan Delegasi dari Kerajaan Inggris ini merupakan rangkaian kunjungan yang diterima di AoR Indobatt setelah beberapa hari sebelumnya juga menerima sebuah kunjungan dari Delegasi Militer Spanyol, Force Commander UNIFIL serta Delegasi Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Mr. Jan Kubik yang datang ke TP.36 dan TP.37”, jelasnya.

Dansatgas Indobatt mengatakan bahwa pada saat berada di TP.36 dan TP.37, Letnan Jenderal (R) Sir Graeme Lamb menerima paparan singkat Lettu Inf Suryadi sebagai Danki Alfa tentang batas-batas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya serta kondisi terakhir yang sedang terjadi di daerah ini, diantaranya pembangunan T-Wall dengan pagar besi diatasnya.

“Mereka juga menerima penjelasan dari Mr. Eugene Friel, selaku Senior Political Affairs Officer UNIFIL tentang batas-batas garis blue line sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006”, tambahnya.

Letnan Jenderal (R) Sir Graeme Lamb yang pernah juga menjabat sebagai Wakil Komandan Pasukan Multinasional di Irak menyampaikan apresiasi positip kepada Pasukan Garuda Satgas Indobatt dengan mengatakan “Indobatt Good”.

Sebelum meninggalkan area TP.36 dan TP.37 tersebut, Letnan Jenderal (R) Sir Graeme Lamb berpesan kepada seluruh Pasukan Garuda Indobatt untuk tetap mengutamakan keselamatan pribadi dalam bertugas sebagai penjaga perdamaian.

“Laporkan secara cepat sesuai prosedur bila terjadi hal-hal yang menonjol”, ucap Letnan Jenderal (R) Sir Graeme Lamb.

(Pen Konga XXIII-M/Unifil)

  One Response to “Daerah Operasi Pasukan Indobatt di Lebanon Jadi Perhatian”

  1.  

    Letjend Sir Graeme Lamb: Itu kenapa ya? (sambil mengangkat tangan kanan)
    Letkol Inf Arfa Yudha: Yang mana Jenderal? (serius)
    Letjend Sir Graeme Lamb: Itu lho… itu… (sambil jempol kiri menunjuk ketiak)
    Letkol Inf Arfa Yudha: Yang mana sih Jenderal? (makin serius)

    Coba perhatikan gambar paling atas 😆 hihihihihhi