Dalam 1 Hari USS Sampson Serahkan 12 Jenazah AirAsia

57
88

image

Pangkalan Bun – USS Sampson berhasil menemukan 12 jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501. Seluruh jenazah itu kini telah diserahkan ke posko SAR Pangkalan Bun. Proses pengiriman jenazah tersebut dilakukan dalam tiga tahap dengan menggunakan helikopter Seahawk yang berada di kapal tersebut.

Penyerahan pertama dilakukan sekitar pukul 13.10 WIB. Dalam penyerahan ini, Seahawk mengangkut empat jenazah dan sebuah benda yang terbungkus dengan alumunium foil.

Sementara, pengangkutan jenazah kedua dilakukan sekitar pukul 15.45. Ketika itu, proses pengangkutan jenazah dilakukan dengan helikopter Seahawk untuk mengangkut empat jenazah.

Adapun pengangkutan ketiga dilakukan sekitar puku 17.30 WIB. Helikopter Seahawk kembali digunakan untuk mengantar empat jenazah.

Dari 12 jenazah yang diserahkan, delapan di antaranya kini telah diterbangkan ke Surabaya, Jawa Timur untuk menjalani idenrifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Empat jenazah lain yang tiba terakhir, saat ini masih berada di RSUD Imanuddin untuk dipersiapkan. Belum diketahui, apakah keempat jenazah itu akan diterbangkan ke Surabaya malam ini atau besok. (Kompas.com).

image
USS Sampson DDG 102

 

57 KOMENTAR

    • USS Sampson adalah Destroyer seberat 8.500 – 10.000 ton jelas dia tahan dengan ombak besar, sehingga Heli bisa mendarat, bila dibandingkan dengan KRI Bung Tomo yang hanya 2.300 ton yang pastinya terhuyung-huyung kena ombak

      apalagi Sikorsky SH-60 Seahawk adalah heli kelas berat (17 ton) jelas dia lebih tahan hempasan angin daripada heli Eurocopter AS365 Dauphin (Basarnas/TNI-AL) yang hanya 4 ton. kena angin sedang aja langsung oleng, dan juga berkapasitas kecil

      • Nah.. mungkin kedepannya perlu jd pertimbangan ..Basarnas memiliki secara khusus Kapal sekelas gitu sama helinya… khusus buat menangani kecelakaan di lautan sekalian jangan lupa Dronenya. Usul sama Basarnas sama Pak Jokowi (RI 1) Insya Allah pasti ngasih dah yang penting jelas peruntukannya… gak neko2 bin ribet Presiden kita yang satu ini kayaknya. Kerja, Kerja, Kerja .. hehehe

    • Rute searching pas bisa jd; tapi kelas utk menerjang stage gelombang jelas menentukan dr alutsista utk opetasi militer non perang; setidaknya jd kan kita mawas diri bgmn jika situasi yg demikian nenjadikan kelemahan dr sisi awarnes dan readines alutsista penjaga nkri, tonase kapal tidak mutlak utk mengadapi gelombang; lebih pd disain kapal, baruna jaya milik bppt yg tonasenya kebih kecil lebih tahan mengadapi gelombang sampai stage 5 utk mrnghadapi gelombang sd 7 meter…tapi desainnya tentu tdk cocok utk kapprang…bisa jd sasaran empuk rudal musuh…IMHO

    • menurut saya seperti namanya seahawk (elang laut) sangat piawai dlm mencermati angin serta kecepatan hembusan angin yg saling terkait dgn karakter laut. elang laut akan menggunakan kesempatan menemukan gelombang tsb pecah, di sanalah sekumpulan ikan akan bermain di permukaan air.

  1. Adu teknologi akan terjadi dlm proses pencarian ini. Rusia menurunkan tim2 ahli dan teknologi, USA menurunkan kapal perang canggih dan peralatan mumpuni.
    Semoga mendapatkan bangkai pesawat yg dicari dan evakuasi semua korban yg terjebak dlm bangkai pesawat.

  2. Mudah”an bukan jadi ajang hebat”an alat alat canggih tapi semata-mata demi tugas kemanusiaan aje…& juga karena kedekatannye dg negara yg bernama INDONESIA..karena selama ini indonesia juga sering membantu negara” laen untuk tugas kemanusiaan..malah jadi pelajaran bagus bisa menyatukan negara yg sedang berselisih…

    ….NKRI HARGA MATI….

  3. USA sudah sangat terlatih dan didukung peralatan canggih dan modern jangan terlalu pesimis dengan relawan* sar dan anggota TNI baik AD,AL,AU Indonesia mereka juga bersemangat karena cuacalah yg tidak mendukung disamping peralatanya yg masih harus minta ijin ini dan itu dari masing* instansi yg serba rumit dan jlimet..

  4. SeaHawk, jadi teringat waktu misi kemanusiaan di Filipina saat Topan haiyan. Kita kesulitan drop bantuan ke daerah Ormoc, karena fasilitas disana hancur. Cuman nih heli dan Osprey yg berhasil masuk. Saya 4 kali ikut Seahawk dan beberapa kali ikut osprey, sampai pernah singgah di kapal induk George Washington untuk mengisi bahan bakar. Itu disamping ada USS sampson, nih kapal besar banget. Negara sih Filipina tapi waktu bencana itu yg kendalikan bandara2 yg hancur adalah Amerika, karena mereka membawa alat2 yg canggih sampai ATC portable juga dibawa. Waktu di Tacloban, mereka lah yg koordinir pengiriman bantuan, karena kendala bandara hancur itu. Alat mereka canggih2, sampai untuk membawa cargo aja pakai robot. Selama 2 minggu disana, saya bisa menyimpulkana bahwa mereka sangata berpengalaman untuk masalah2 seperti ini.

    • Tingkat disiplin mereka juga tinggi, lihat aja di foto atas, segala aksesoris yg berhubungan dengan keselamatan selalau menempal seperti helm, dll. Waktu itu saya menempel tentara filipina, ikut naik heli mereka. Pokoknya asal muat, silahkan naik sama seperti yg terjadi pada kita. Tapi kalau di tentara US, kalau jumlah helm sudah penuh, mereka gak ijinin lagi, padahal masih ada tempat kosong. Begitu juga hercules mereka, kalau wakti itu sekitar 60-an orang aja yg bisa di angkut, kalau kita hampir 110-an. Prosedur keselamatan mereka sangat ketat dan tentara2nya sangat disiplin. Itu cuman pengalaman aja, waktu di Filipina. Mungkin yg bisa diambil dari mereka adalah, disiplin mereka saat bertugas, di mereka ada shift2an, kalau kita 24 jam dan orangnya itu2 aja.

  5. Tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat terhadap para korban, dari peristiwa duka ini setidaknya ada sesuatu yang bisa kita petik yaitu betapa kemampuan militer kita masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain.

    Semoga ini bisa membuka mata para pemangku kebijakan untuk memberikan perhatian lebih kpd TNI, terutama dalam hal alutsista yang sekaligus bisa dikerahkan dalam keadaan bencana seperti: pesawat surveillance, heli dan pesawat angkut kelas berat, kapal2 kelas berat yg bisa dipakai saat cuaca buruk, dsb.

  6. menjadi suatu hal biasa biasa saja bagi Pasukan/Sar Amerika dan Negara Negara Yang Berbatas Dengan Samudera Fasifik dan Atlantik….. Oleh Sebab Itu Kedepan Sudah Saatnya
    1. Basannas Kita Kalau Latihan SAR Di Samudera Hindia Seperti di Kepulauan Mentawai, Enggano, atau Nias….
    2. Sudah Saatnya Juga Bagi TNI Untuk Memiliki Kapal Destroyer Dengan Bobot 10000 Ton dan Heli sejenis Seahawk..

  7. belajarlah berterimakasih dan berjiwa besar, jngan terlalu anti pati dg AS, yg nyata adalah dg alat yg suercanggih as membantu evakuasi korban yg tdk mampu dilakukan tim basarnas karna keterbatasan ”ALAT CANGGIH” yg dimiliki olh basarnas. indonesia tidak akan menjadi maju dg membenci sebuah negara tp indonesia hanya akan maju jika penduduknya gemar bekerja dan berkarya bukan pemalas yg berfikiran angkara murka.

  8. kita sangat terbantu oleh pihak US dalam hal proses evakuasi korban dan proses pencarian main body pesawat, kita juga perlu akui bahwa peralatan yg kita punyai memang belum secanggih dan selengkap negara2 lain yg ikut membantu..tapi alangkah bijaknya bila media2 dlm negeri tidak berusaha membandingkan kinerja tim basarnas dng tim dri luar negeri contoh kecilnya saja, agak risih saat media menanyakan “kok tim basarnas dalam negeri cuman bisa membawa 2 korban, yg amerika saja bisa 12 korban” harus nya kita apresiasi kerja tim basarnas dlm penanganan musibah ini mereka yg di lapangan sudah bekerja semaksimal dng kondisi cuaca yg ekstrem dan mungkin dng peralatan yg minim tersedia

  9. Ini kapal yg ikut main di film BattleShip, sensor anti rudalnya luar biasa, walaupun rudal semacam yakhot yg bisa menukik beberapa meter diatas air msh bisa dideteksi oleh uss sampson dan bisa segera dihancurkan dengan phalanx CIWS

    selain memang tahan ombak.kapal ini bisa medeteksi benda-benda kecil terapung ( yg tenggelam pasti juga bisa ) yg berada disekitarnya, gimana mau liat secara visual ( mata ) kalau ombak bergulung-gulung tinggi, cuma sensor dari kapal dan helikopterlah yg bisa menemukan jenazah degan cepat

    • Yup bener, kenapa jadi membandingkan? Disana pikiran mereka tidak sama dengan pikiran teman2 disini mau pamer kecanggihan. Semua tentara dan relawan berbagai negara yg berada disana cuman berpikiran harus secepatnya mengevakuasi mayat, karena mayat itu punya batas waktu kalau berada di air.

  10. Disini bukan hanya pamer sonar saja karena lautan disekeliling airasia jatuh adalah kuburan kapal* sekutu dan jepang pada saat perang dunia ke 2…dan banyaknya sendimen* yg harus di vacum barangkali airasianya terendam lumpur tersebut..

  11. Itu kebetulan broo, di lintasan itu memang kbtln bnyak jasad yg mengapung, krna klu teknologi blm ada teknologi pendeteksi jasad yg sy dengar, klu metal iya mungkin ada. Intinya yg di lapangan tetap atas kordinasi basarnas, jd peran kordinator tetap jd peran sentral keberhasilan upaya sar tsb, coba kalau basarnas perintahkan kapal asing tsb suruh nyari di laut selatan smpe lebaran kucing jg mana ada hasil,.. Hehe sy bangga dengan basaras kita

    • Untuk memantulkan gelombang benda yg terapung tidak mesti harus logam, klo pemikirannya begitu kapal-kapal nelayan yg pake kayu, pake perahu karet gak bakal dideteksi oleh sensor radar kapal perang dong, gampang banget sabotase kapal destroyernya

      Kekuatan radar USS sampson mampu deteksi ukuran kecil benda-benda terapung atau pun benda yg nyelam itu kelebihannya,

  12. ini sdh bkn lg ajang adu kemampuan tp ini bentuk kerjasama antar negara demi sebuah kemanusiaan..hal yg luar biasa menyenangkan buat indonesia betapa indonesia mendapat perhatian dunia,terlebih disitu tedapat negara2 besar seperti amerika,rusia dan china