Mar 082014
 

The trimaran USS Independence – Litoral Combat Ship USN

Pada November 2001  Angkatan Laut Amerika Serikat mengajukan proposal keluarga baru kombatan permukaan. Kapal sekelas destroyer yang mampu beroperasi di perairan dangkal pesisir (Litoral) dengan persenjataan jarak jauh untuk mendukung pendaratan Marinir.

Proyek destroyer berkemampuan serang darat ini kemudian dihentikan karena biaya  tinggi. Dan sekarang Menteri Pertahanan Chuck Hagel memberi sinyal bahwa proyek kapal perang litoral kecil pun menghadapi kesulitan akibat masalah pendanaan, ia mengusulkan hanya 32 kapal diproduksi dari 52 unit yang awalnya direncanakan, dan mengarahkan Angkatan Laut untuk mulai mencari alternatif yang lebih hemat.

Ini jadi masalah besar bagi Angkatan Laut AS, karena kelas kapal baru ini sangat diharapkan untuk menghadapi tantangan yang berkembang saat ini dan di luar kemampuan kapal-kapal perang yang ada. Misalnya, cruiser dengan kemampuan pertahanan rudal akan menyediakan kemampuan yang lebih besar dan lebih presisi dalam melacak maneuver rudal balistik yang dikembangkan oleh China.

Di tengah kekhawatiran dampak negatif  pemotongan anggaran pertahanan militer AS bagi kemampuan pelaksanaan rencana “Poros Asia” Amerika Serikat, AS dan pemerintah Jepang belum lama ini mengumumkan rencana bersama untuk mengembangkan kapal baru berkecepatan tinggi yang mampu membawa helikopter.

Type 022 PLAN – fast attack craft/missile boat

Keputusan ini juga didorong semakin meningkatnya kualitas dan kuantitas kapal tempur pesisir Angkatan Laut China. China berencana mengadakan 83 unit kapal rudal baru yang setara dengan Type 022 Littoral Combat Ship. Hanya dalam tujuh tahun, Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China telah membangun 83 unit Type 022 dengan perkiraan biaya hanya sebesar $40 juta USD per kapal. Dan produksi tinggi tengah terus berlangsung di berbagai galangan kapal China. Angkatan Laut AS, di sisi lain, hanya mampu membangun dua unit LCS (Litoral Combat Ship) dalam rentang waktu yang sama, namun dengan biaya lebih dari $600 juta USD per unit. Destroyer siluman dengan multi hull (Trimaran) ini dibangun oleh   General Dynamics berkompetisi dengan design kapal perang pesisir Lockheed Martin.

Sebagai reaksi dari semakin meningkatnya kemampuan Angkatan Laut China (PLAN), perwakilan pemerintah AS dan Jepang mengumumkan bahwa Kementerian Pertahanan Jepang dan Departemen Pertahanan AS akan mengadakan studi untuk pengembangan bersama kapal di bawah perjanjian bilateral  MDA (Mutual Defense Assistance).

Pada 4 Maret Jepang 2014 memperoleh izin dari Amerika Serikat untuk merancang versi Jepang dari kapal tempur pesisir yang akan dibangun dengan bantuan AS.

Menurut laporan di media Jepang, J-LCS (Japan-Litoral Combat Ship) berkecepatan tinggi akan memberikan Japan Maritime Self Defense Force (JMSDF) kemampuan untuk cepat melakukan intervensi selama serangan kapal-kapal China di dekat pulau Senkaku/Diaoyu dan wilayah yang diperebutkan di laut Cina Timur. Analis China berspekulasi bahwa J-LCS ditujukan sebagai counter untuk Type 056 corvette dan Type 022 missile boat Angkatan Laut China (PLAN), dua jenis kapal yang kemungkinan akan dikerahkan ke wilayah sengketa jika hubungan dua negara terus memburuk. Selain itu, laporan awal menunjukkan bahwa lambung kapal sedikit diperbesar hingga mempunyai tonase lebih dari 1.000 ton dan bisa menampung SH-60K helikopter anti kapal selam dan helikopter MCH-101 airborne mine countermeasures (AMCM).

PLAN Type 056 Class OPV(Offshore patrol vessel)/Corvette

Indonesia

Indonesia sudah memulai program pembangunan Kapal Tempur Pesisir ini dengan proyek kapal Trimaran. Proyek kapal Trimaran adalah mulai muncul dari ide (mantan) KSAL Slamet Subiyanto pada 2005 lalu.

Kapal ini dibangun oleh PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jatim. Kapal ini dirancang memiliki panjang 63 meter, kecepatan maksimal 35 knot, bobot 53,1 GT, mesin utama 4x marine engines MAN nominal 1.800 PK, dibuat dengan teknologi tinggi berbahan serat optik, dipersenjatai peluru kendali dengan jarak tembak hingga 120 kilometer.

Anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 114 miliar ($12.5 juta USD) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sejak tahun 2009 hingga 2011. TNI Angkatan Laut meluncurkan kapal cepat rudal (KCR) Trimaran di galangan kapal milik PT Lundin Industry Invest di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, 31 Agustus 2012.

Litoral Combat Ship Trimaran produksi dalam negeri

Setelah peristiwa terbakarnya kapal pertama dan pembangunan ulang, belum terdengar kembali kabar resmi dari pemerintah mengenai kapal Siluman buatan dalam negeri ini.

Arah strategi militer US, Jepang dan China saat ini termasuk memberikan perhatian besar pada pengembangan Kapal Tempur Pesisir dengan kemampuan beroperasi di perairan dangkal, berkecepatan tinggi dan dilengkapi fitur siluman serta persenjataan canggih untuk menghadapi tantangan di Asia Pasifik yang memanas. Tampaknya TNI AL punya visi jauh ke depan, Indonesia dengan kepulauan dan wilayah luas perairan dangkal di beberapa hotspot internasional sangat ideal bagi beroperasinya kapal jenis ini. Dan jika membandingkan US yang mengeluarkan dana $600 juta per unit (127.4 m), China $40 juta per unit (42.6 m), maka biaya kapal perang pesisir Made In Indonesia yang “hanya” $12.5 juta USD per unit (63 m) termasuk sangat masuk akal untuk terus dikembangkan di dalam negeri. (NYD)

 Sumber : johnib, thediplomat, theblaze, tempo, wiki

  46 Responses to “AS dan Jepang Mengembangkan Kapal Tempur Pesisir”

  1. Pertama. Semoga cita-cita TNI AL dan kita untuk mampu menghadirkan KRI Klewang bisa segera terwujud kembali. Amien..!

    • Selamat!
      Pertamax 3 kali berturut-turut dapat hadiah semalam bersama ### ### :mrgreen:

      • Hehehe..! Kebetulan tadi emailnya masuk disaat saya lagi buka email. Jadi sekalian deh..! Selamat berakhir pekan untuk semuanya. Kami di KL sedang berduka, menunggu kepastian dari Kementerian Pengangkutan tentang nasib para penumpang pesawat MAS MH370

        • kasus pesawat MAS ini sangat menarik dan bisa dipakai untuk membandinkan kemampuan under water survelance antara malasya dan indonesa, kita lihat saja untk mencari MAS , malasya mengerahkan TLDMnya sama saat indonesia mencari adam air, hanya mungkin indonesia lebih berat karena kedalaman laut yang (kemungkinan ) lebih dalam dibandingkaan kasus MAS

          • Kalau soal kedalaman, mungkin laut Vietnam itu lebih dalam. Tantangan terbesar di selat Makasar kita waktu dulu adalah terletak pada kecepatan arus lautnya. Hal ini terbukti dengan ditemukannya bangkai pesawat Adam Air yang sudah sangat jauh dari titik jatuh yang berhasil tertangkap oleh pencitraan satelit kita.

      • Semalaman bersama ### ### | #k# L#H hahaha ,apa iya bung yayann mau??

  2. Maaf selama ini hanya pembaca. Mau tnya apakah kapal ini bisa melalui celah antar pohon magrove yang bnyak di kepri. Untuk patroli di perairan singapur.
    Maaf hanya ingin tau

  3. Ada yang ketinggalan, males edit. KCR40 dan 60 mungkin bisa dikategorikan Litoral Combat Ship alias Kapal tempur pesisir.

    Trend ini (kapal perang pesisir) menunjukan arah dimana pertempuran masa depan akan terjadi. Secara luas -IMO- di perairan relatif dangkal di LCT dan LCS

    Design multi hull type 022 mungkin bisa diterapkan juga pada KCR40/60

    • Bung Nowyoudont, LCS itu dalam banget lho. Saya masih ingat, waktu saya masih bekerja di kapal milik perusahaan Australia. Laut disana sudah berwarna hitam kalau kita melihatnya dari geladak. Selain itu, ombaknya juga sangat kuat. Di sana kita sudah gak akan menemukan lagi perahu. Yang dimaksud kapal penangkap ikan juga, paling kecil itu sudah berada di kelas 800 ton. Kalau saya berlayar dari Australia, saya akan menemukan laut berwarna biru di selatan Indonesia, warna kuning di selat Sunda, warna coklat di sekitar Jakarta, hijau di sepanjang Sumatera sampai Singapore, biru

      • bung @yayan, Litoral Combat Ship punya kemampuan beroperasi di pesisir. Yang dimaksud perairan dangkal bukan berarti tidak dalam, rata2 kedalaman perairan barat sekitar 50 meter. Kapal pesisir trimaran ada yang punya kecepatan hingga 50 knot, itu hampir 2 x lipat kecepatan kapal konvensional. Selain itu juga lebih irit. kl mengenai irit mungkin karena daya drag hull dengan air lebih sedikir.

        Asia pasifik yang penuh dengan kepulauan dan koral ideal untuk kapal sejenis ini, bahkan bisa masuk muara dan sungai yang kedalamannya variatif. Maaf telat bales, baru pulang dari hujan-hujanan 🙂

        • Wow, hujan-hujanan Bung Nowyoudont? Enak banget, di KL udah hampir 2 bulan gak hujan. Walaupun ada hujan, cuma cukup untuk ngusir kabut asap yang setiap hari semakin tebal. Sekarang asap di Malaysia bukan hanya kiriman dari Sumatera, tapi hutan di Malaysia sendiri sedang banyak yang terbakar. Kalau berada di luar kelamaan, nanti masuk rumah, badan kita udah bau ikan salai/ikan asap. Hehehe..! Terima kasih atas penjelasannya. Kapal trimaran ini memang punya speed yang luar biasa. Waktu ke Norway, saya pernah mencoba naik trimaran yang memiliki max speed sampai 60knot. Tapi dengan body kapal yang relatif kecil dan sangat ringan, kalau dipacu pada kecepatan 14 atau 15 knot juga udah terasa terlalu cepat. Yang susah bukan akselerasinya, tapi mengendalikannya saat kita mengurangi kecepatan, sangat berbeda dengan mobil. Kalau mobil, waktu kita lari di 150km/jam, kemudian kita turunkan pada 90km/jam, maka otomatis, kecepatan akan berada pada angka yang diinginkan. Kalau bawa trimaran ini, saya bawa ngebut di 25knot, kemudian diturunkan ke 15 knot, maka kapal membutuhkan waktu beberapa lama untuk benar-benar bisa berada pada speed yang kita inginkan. Speed kapal saat bergerak tidak melulu dipengaruhi energi potensial, tapi lebih banyak dipengaruhi oleh energi kinetik kapal dan arus air.

          • Kemarin hujan, hari ini hujan, saat ini masih hujan, tadi di jalan banyak kendaraan berhenti saking gedenya. BTW, Yang mampu mencapai 50 knot itu LCS (Litoral Cmbt Shp) US dengan berat ribuan ton, jika KRI Klewang entah berapa max speednya

    • Bung Nowyoudont, LCS itu dalam banget lho. Saya masih ingat, waktu saya masih bekerja di kapal milik perusahaan Australia. Laut disana sudah berwarna hitam kalau kita melihatnya dari geladak. Selain itu, ombaknya juga sangat kuat. Di sana kita sudah gak akan menemukan lagi perahu. Yang dimaksud kapal penangkap ikan juga, paling kecil itu sudah berada di kelas 800 ton. Kalau saya berlayar dari Australia, saya akan menemukan laut berwarna biru di selatan Indonesia, warna kuning di selat Sunda, warna coklat di sekitar Jakarta, hijau di sepanjang Sumatera sampai Singapore, biru sampai Natuna, sesudah itu yang saya lihat cuma warna hitam. Dan kalau mancing, saya tahu ikan apa yang akan saya dapat di setiap warna laut yang saya lewati. Di LCS, kita bisa dapatkan ikan yang beratnya lebih berat dari pada manusia yang berat sekalipun. Ikan lumba-lumba adalah pemandangan sehari-hari di saat laut sedang tenang. Saya tidak bisa melupakan LCS, karena di sanalah untuk yang pertama dan terakhir kalinya saya mengalami mabuk laut yang super berat. Sesudah itu, saya mulai merasakan bahwa laut itu datar dan indah.

      • bung yayan,
        kedalaman LCS bervariasi seperti peta bathymetry ini,
        http://acasian.com/tsunami/bathy1.jpg
        terlihat bahwa kawasan pesisir (littoral) RI bag barat, + negara2 asean hingga vietnam dan kepulauan filipina bag selatan relatif dangkal,
        bagian LCS yang dinamai filipina dengan laut filipina barat memang jauh lebih dalam.

        menurut saya desain Littoral Combat Ship dengan shallow draft-nya ideal untuk merapat ke pesisir dangkal, tapi tidak berarti kapal tipe ini tidak mampu mengarungi ombak besar, khususnya yang didesain multihull, catamaran atau bahkan trimaran seperti Klewang, yang justru lebih stabil di ombak besar, mirip perahu Bugis bercadik yang berlayar hingga Madagaskar…

        variasi warna laut mungkin juga akibat variasi jenis biota laut / plankton yang dikandungnya, dan biota berbeda disukai jenis ikan yang berbeda, sementara kedalaman laut sekitar sin – natuna – selat sunda (tidak tampak) praktis seragam.

        dengan ‘kolong’ yang cukup tinggi, total tinggi Klewang dari hull hingga sisi atas superstructure / ‘atap’ harusnya bisa mengakomodasi panjang Yakhont, membuat Klewang sangat capable mengamankan ZEE RI termasuk di kawasan timur sambil merapat ke pantai (mungkin dapat disebut ‘coast hugging’, seperti istilah ‘terrain hugging’ pada pespur)

        • Terima kasih bung Danu atas ulasannya. Saya juga baru sadar jika setiap laut yang saya hadapi adalah dalam. Hal ini mengingat kapal saya waktu itu tergolong kelas VLCC, yang beratnya di atas 200.000DWT. Dengan berat sebesar itu, tentu saja kapal saya akan selalu mencari rute laut dalam, kalau gak ya kandas dong. Hal ini pernah saya alami selama seminggu di sekitar pulau Nipah. Ternyata di selat antara pulau Nipah dan Singapore ini ada suatu jalur yang menyerupai canal, yang kedalaman disekitarnya sangat bervariasi dan kontras. Dalam canal itu sendiri kedalamannya bisa mencapai 200m, sedangkan di sebagian tempat lagi bisa hanya mencapai 60cm. Nipah ternyata kawasan berkarang. Hal ini saya ketahui dari penjelasan komandan kapal TNI AL Lemadang yang waktu itu berkunjung ke bridge kapal kami untuk merencanakan pertolongan pada kapal kami. Sekarang di sekitar pulau Nipah, telah resmi dibuka sebagai anchorage area. Jika pelabuhan Singapore sedang padat, kapal yang akan masuk bisa menunggu di pulau Nipah. Para awak kapal biasanya lebih menyukai Nipah daripada Batam, karena pulau Nipah relatif aman dan bebas pungli. Nipah waktu itu hanya dijaga TNI AL, sedangkan di Batam, selain TNI AL, ada juga Polairud dan Bakorkamla.

          • Wah Bung Yayan, kalau gitu, di pulau nipah lebih bersih dari pungli yah, padahal cuma dijaga TNI-AL, sedangkan di Batam yang penuh pungli selain TNI-AL juga ada Polairud dan Bakorkamla, berarti…….???? 🙂

        • Bung Danu, kalau kita melihat sejarah peradaban bangsa kita sendiri, sebenarnya teknologi perkapalan kita sudah tergolong maju di zamannya. Perahu bercadik dari Bugis ini bisa kita jadikan contoh. Sangat stabil walaupun mengurangi sedikit kecepatan. Tapi pada zaman itu, saya yakin bahwa speed bukan sebuah prioritas. Faktor keamanan dan kenyamanan masih menjadi sebuah keutamaan, hal ini tercermin dari motto hidup leluhur kita yang berprinsip biar lambat asal selamat. Hehehe..! Tetapi setidaknya dengan teknologi perahu bercadik yang kita miliki, kita bisa memodifikasinya menjadi suatu sarana pendukung bagi usaha budi daya ikan kerapu, kakap atau lobster yang memerlukan wahana laut dalam, dengan dukungan sarana yang aman. Maaf, sekedar improvisasi aja. Tapi terus terang, ide perahu bercadik anda ini, sangat menginspirasi saya. Terima kasih bung. Salam hangat dari saya..!

          • betul bung yayan,

            kecepatan bukan prioritas, irama kehidupan lebih perlahan, manusia hidup harmonis / coexist dengan alam, sebelum ditemukannya mesin uap yang memicu revolusi industri, emisi karbon, global warming, dan pola cuaca yang menjadi tidak karuan…

    • $600 juta per unit (127.4 m) ..???
      kalo di kali kurs Rp. 12. ribu lebih dari 7 t bung, CMIIW

  4. Walau saat ini belum ada kabar resmi tentang kelanjutan kapal Trimaram, TNI kini smakin bertaji, saya yakin pd saatnya nnti ulang thn TNI pd bln oktober setidaknya akan ada 2 kapal Trimaram yg ikut diperkenalkan.

    TNI semakin bertaji 😀

    • Sepertinya kapal trimaran buatan dalam negeri beritanya selalu di rahasiakan dari media, TNI penuh misteri bung

    • Meskipun sampai saat ini belum ada berita lagi mengenai kapal ini tapi 2 hal berikut sudah cukup sebagai jaminan.
      Bahwa:
      1. KRI Klewang belum resmi diserahterimakan jadi masih tanggung jawab PT Lundin dan kapal ini juga diasuransikan.
      2. Pernyataan resmi Kemhan yang menyatakan bahwa pembuatan KRI Klewang jalan terus.

    • Kapal trimaran memang seharusnya dirahasiakan selain baru uji coba juga krn kapal ini jeni kapal siluman

  5. klo model sea shadow termasuk kedalam LCS kan bung nowyoudont?

    mari kita liat jeroan nya sea shadow

  6. UNTUK SEMENTARA INI LEBIH BAGUS KAPAL STEALTH YANG INI..

    http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2012/12/kcr60.jpg

    TINGGAL DI POLES R.A.M

    KALAU MAU LEBIH CANGGIH LAGI TAMBAHIN LASER WEAPON.
    lewat itu yang namanya fregard,destroyers..tewasss

    • nah gitu dong……sekalian dirinci juga neng , lewatnya gimana n tewasnya bagaimana…

      maaf cucu lancang

      • gimana yah ngejelasinnya….? pokoknya bisa saja…,

        oohh gini aja deh sedikit aja yah….

        kapal patroli cukup di tambah LASER seperti tesla atw yg lainnya( gelombang mikrowave.. )….untuk jarak jauh,fregard,destroyer,atw kapal induk. radius ribuan km…PERLU BANTUAN CERMIN ANGKASA (satelit atw pesawat untuk memantulkan cahaya laser,)
        contohnya….MICROWAVE OVEN…..
        bila anda gesek kedua tangan anda akan timbul panas..(energi)
        nah MAGNETRONT dalam microwave .itu lah yang merubah listrik menjadi panas yang sangat hebat…bila anda masak air di panci di atas kompor itu perlu waktu 10 menit atw lebih,
        nah bila anda masukkan air di dalam kantong plastik lalu di masak dengan gelombang MICRO..hanya butuh 15-20 detik ,..maka air itu akan MENDIDIH.tampa MERUSAK KANTONG PLASTIK (meleleh)
        tetapi bila anda masukkan benda piring,gelas,yang pinggirnya yang dilapisi LOGAM ATAU CAIRAN LOGAM. (air emas,air logam,biasanya piring,gelas. di hiasi pinggirnya)
        maka anda dapat melihat sinar 2 yang canggih yang indah itu dalam sekala SANGAT KECIL.
        ingat pengguna MIGROWAVE DI DAPUR..sangat berbahaya bila radiasi itu bocor..
        belilah PROTECTOR untuk pengaman di rumah anda,saya yakin 99% orang awam tidak tau..makanya kalau di pesawat menggunakan microwave tidak pakai KOMPOR..
        nah sekarang KITA ANGGAP FREGARD DAN DESTROYERS,KAPAL INDUK ,MISILE ,ADALAH WAHANA TARGET SEPERTI PIRING DENGAN HIASAN AIR LOGAM YANG DI MASUKKAN KEDALAM MICROWAVE TADI..
        BLUARRRRRR HANCUR ITU SEMUA….silahkan mencoba di rumah masing2 bila ingin melihat sinar2 itu..dengan menggunakan piring atw gelas yang pinggirannya ada hiasan air emas,logam..

        INILAH SALAH SATU PROGRAM Strategic Defense Initiative (SDI)
        YANG MANA SINARNYA DI PANTULKAN VIA SATELIT DAN LANGSUNG KETARGET
        kapal,pesawat,atw missile

        BOOMMMMMM …

        DLL NYA …no coment deh….silahkan mencoba masak memasaknya…..xixixi

  7. Maaf bung pengen nanya apakah trimaran buatan dalam negeri dilengkapi sistem air defence? Mohon pencerahannya

  8. Apapun rencananya dan ambisi niat untuk mengontrol kebangkitan China akan menjadi proyek besar Amrik,untuk menggeser poros (re-balance) ke kawasan Asia Pasifik dengan mengerahkan 60 persen dari total aset Angkatan Lautnya di sana pada tahun 2020. Sebuah pergesaran besar dari Timur Tengah – Selatan Asia Tengah lalu Asia Pasifik dengan mengancam geopolitik/konotasi strategis.

    Amrik secara umum seyogyanya bisa melawan atau menang setidaknya dalam dua setengah konflik mayor regional secara bersamaan,yang berarti Amrik bisa melawan dan memenangi dua konflik utama dan satu konflik kecil di “teater” perang yang berbeda pada saat yang sama. Tapi, banyak analis sekarang menurunkan kemampuan itu menjadi satu setengah konflik mayor regional, karena berbagai macam alasan dan dampaknya yg luas.

    Beberapa hal Amrik juga ingin membangun mitra strategis di dalam menhadapi tembok China yg semakin hari menjadi kuat dan kokoh untuk memamerkan urat nadinya,melihat kekuatan ekonomi dan militer China muncul sebagai ancaman besar bagi aspirasi nasional dan global, dengan demikian Amrik”dipaksa” untuk mengatur dan mengelola kebangkitan si Zombi sipit ini.

    Amrik tengah membuat langkah awal geo-politikal/strategi sebagai manuver ke posisi yang menguntungkan di Asia Pasifik. Jelas ini membutuhkan aliansi yang ada sebelumnya dan membuat aliansi baru. Sekutu* lama Amrik yang kita kenal selama ini antara lain Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Australia dan Singapura. Sementara itu, Amrik juga mengharapkan persekutuan dari yang lain dari negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand dan satu negara lain yaitu India yang kini “menjadi monster menakutkan”.

    kepentingan negeri Bollywood bagi Amrik adalah terletak tidak hanya untuk mengusik Beijing di Himalaya, tetapi juga bisa membiarkan Amrik dan sekutunya memanfaatkan keuntungan strategis fasilitas dan aset militer di kepulauan Nicobar dan Andaman. Selanjutnya, semenanjung India yang begitu menonjol ke Samudera Hindia memungkinkan pengawasan strategis yang sangat baik pada semua perdagangan Timur dan Barat.

  9. TNI AL KAPOK GA MAU BIKIN LAGI KAPAL TRIMARAN, GARA2 DI BAKAR INTELIJEN SEKUTU AMERIKA INGGRIS ASEAN.

    • hahaha.. mungkin kali. tapi untuk bikinnya tetep mas bro.. tmpat bikinya yg ngak diludin lagi. ludin patnership dengan galangan lain. mau tahu… cari aja sndiri..:D

  10. denger2 katanya adik saya kapal trimaran dibuat baru dengan penggatian material. tapi pembuatannya ngak diludin lagi, di tmpat lain(rahasia). untuk fitur stealthnya tetap ada, dengan cat matrrial khusus(klw ngak salah di ITS penah ditunjukkan jenis material penyunsun catnya) dipakai ate ngak yaah urusan yg TNI dan galangan pembuatnya..:D. hhehe. guyoon..:D

    • betul bung;alutsista darat laut udara jadoelpun jadi Susah terendus radar; ngeri ya? itulah kekayaan Alam kita.

      • coba klw ini di coatingkan pada kapal selam apa ngak jadi hantu^2.: D.

        • Ya beda Bung FA, kalo kapal selam kan gak pake radar nyarinya, tapi pake sonar. Kalaupun ada radar, yaitu dengan mencari anomali magnetic, namun kapal selam modern selalu dilapisi atau bahkan dibuat dari bahan non-magnetic (bisa karet, serat pelapis khusus dll) tapi ini hanya efektif untuk kedalaman dan jarak tertentu dari heli/kapal ASW.
          Coating bahan tersebut pada KS usul yang bagus, hanya saja perlu dipikirkan apakah tidak mudah aus tergerus air laut (beda dengan di pesawat misalnya yang melawan gesekan udara, kalo laut dalam kan lebih korosif).
          hanya uneg-uneg…

  11. saya dengar sih sudah sea trial mlah bung,tp ngk diungkap karna tkut kyak kejadian trimaran yg pertama bung,tp ngk ada info yg jelas karna terkesan di tutupi,mungkin bung satrio tau perkembangannya

  12. 2 tahun lagi INDONESIA menjadi negara yg makmur..hal-hal tentang ilmu & teknologi akan dikuasai oleh bangsa ini..karena bangsa INDONESIA telah ditakdirkan menjadi PEMIMPIN (super power) di dunia ini…Amiin..!!!

  13. TNI MASIH MALU MALU KELUARIN ALUTSISTA STRATEGISNYA, DI KIRA SOMBONG. KAPAL SELAM, TRIMARAN, DESTROYER, LHD, KAPAL INDUK TNI AL DI PUBLIS, DI BAKAR LAGI SAMA INTELIJEN SEKUTU AMERIKA YANG DI ASEAN.

  14. apa kabar klewang???

    cuma colek
    maaf cucu lancang

  15. Spt nya produksi trimaran kita dijegal…disabotase lebih tepatnya…atau jadi proyek rahasia? 🙂

  16. kapal perang pesisir Made In Indonesia yang “hanya” $12.5 juta USD per unit (63 m)

    Ini murah mungkin bahan2nya udah ada di dalam negri…

 Leave a Reply