Dana Cekak, Rusia Tunda Pengembangan “Rubezh”

Rudal balistik antar-benua mobile RT-2PM Topol (SS-25) © User via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Sistem Rudal Hypersonic Strategis (RK) dengan nama “Vanguard” telah dimasukkan ke dalam program persenjataan negara (GPV) sedangkan “Rubezh” akan ditunda hingga 2027, karena lebih penting memastikan kemampuan pertahanan negara, seperti dilansir dari laman berita TASS.

Ini dilaporkan oleh sumber di kompleks militer-industri Rusia.

“Awalnya, baik Avangard dan Rubezh direncanakan untuk masuk dalam program persenjataan negara, tapi kemudian menjadi jelas bahwa tidak ada cukup dana untuk kedua kompleks ini dikerjakan bersama, oleh karena itu, Vanguard yang menjadi pilihan utama, karena lebih penting memastikan kemampuan pertahanan negara”, menurut sumber industi militer Rusia.

Menurutnya, karena ketidakmungkinan pembiayaan simultan untuk semua program rudal demi kebutuhan Pasukan Rudal Strategis, sistem tempur rudal kereta api baru Barguzin juga tidak termasuk dalam GPV 2027.

“Program pengembangan Rubezh dan”Barguzin dibekukan hingga akhir 2027. Keputusan untuk melanjutkan program ini akan diambil setelah selesai pelaksanaan program senjata saat ini”, kata sumber itu.

TASS masih belum memiliki konfirmasi resmi tentang informasi tersebut.

Apa sih “Rubezh” dan “Vanguard”

RS-26 Rubezh adalah sebuah proyek dari sistem rudal mobile berbasis darat berupa rudal balistik berbahan bakar padat berukuran kecil dengan peningkatan akurasi. Yuri Solomonov, Kepala Perancang di perusahaan “Moscow Institute of Heat Engineering“, pertama kalinya mengumumkan pengembangan tersebut pada Maret 2013.

Avangard, rudal jelajah nuklir hipersonik buatan Rusia. © Kementerian Pertahanan Rusia

Pada bulan Juni 2013, Jenderal Vladimir Zarudnitsky, Kepala Staf Angkatan Darat Rusia, melaporkan kepada presiden tentang suksesnya pengujian rudal dan penyebarannya dijanjikan mulai tahun 2014. Dia menyebutnya sebagai “Rubezh”.

Pada 20 Februari 2018, Presiden AS Donald Trump menginstruksikan pemerintahannya untuk menyiapkan laporan khusus tentang apakah RS-26 Rubezh itu berada di bawah pembatasan yang diberlakukan oleh perjanjian INF dan START III.

Sebelumnya, sejumlah pengamat yang berasal dari AS mengkategorikan bahwa RS-26 dapat digunakan pada jarak kurang dari 5.500 km, yaitu bertindak sebagai rudal jarak menengah.

Avangard adalah sebuah proyek kompleks (sistem) rudal balistik antar-benua strategis yang direncanakan untuk melengkapi unit tempur bersayap hipersonik. Menurut data dari sumber terbuka, Teknik Mesin NPO yang berbasis di Moskow mengembangkan dan telah menguji purwarupa sistem ini sejak tahun 1990.

Unit tempur tersebut mampu terbang dalam lapisan padat atmosfer dengan kecepatan hipersonik, melakukan manuver pada tingkat dan ketinggian, serta mampu mengatasi sistem pertahanan rudal lawan.

Tinggalkan komentar